Kamis, 09 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Di Tunjungan Plaza, Mahendra Siregar Lakukan Ini pada Puncak Acara BIK 2025

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 25 Oktober 2025 09:37 WIB
Di Tunjungan Plaza, Mahendra Siregar Lakukan Ini pada Puncak Acara BIK 2025
Dok. OJK
OJK menggelar acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025 di Tunjungan Plaza, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (24/10/2025).
Surabaya, asatupro.com - Di Tunjungan Plaza, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka secara resmi puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2025.

Mengusung tema "Inklusi Keuangan untuk Semua, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju" acara itu dihadiri juga oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJKFriderica Widyasari Dewi dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (24/10/2025), Mahendra Siregar mengungkapkan komitmen OJK yang akan terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat yang berperan penting dalam mendorong perekonomian dan peningkatan kesejahteraan.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) ini bilang tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang semakin tinggi akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

Baca Juga:

"Sektor jasa keuangan memiliki potensi yang mampu melipatgandakan perekonomian, bahkan dapat menjadi beberapa kali lebih besar dari PDRB daerah apabila literasi dan inklusi masyarakat terus meningkat," kata Mahendra.

Mahendra Siregar menambahkan, dengan penguatan literasi dan perluasan inklusi keuangan masyarakat maka utilisasi produk keuangan akan semakin produktif.

Dengan demikian, ujarnya lagi, peran industri jasa keuangan (IJK) akan semakin besar dalam mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah dan nasional.

Baca Juga:

Menurutnya, masyarakat setelah memiliki rekening tabungan harus diarahkan untuk kemudian melakukan pembiayaan (pinjaman) dan juga investasi di pasar modal atau di obligasi serta kemudian memiliki asuransi atau produk-produk keuangan lainnya.

"Inilah yang akan melipatgandakan perekonomian berkali-kali lebih besar daripada PDRB. Jadi kami harapkan, dengan literasi dan inklusi yang besar menjadi modal dasar kita, sekarang kita bergerak kepada kemanfaatan atau utilisasinya yang lebih tinggi lagi," kata Mahendra.

Sementara itu Friderica Widyasari Dewi dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Dia bilang, peningkatan dan literasi keuangan juga menunjukkan pentingnya prinsip No One Left Behind dalam kemudahan akses keuangan yang setara.

"Peningkatan literasi dan inklusi keuangan bukan hanya soal angka, melainkan tentang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. Kita memegang teguh prinsip "No One Left Behind"," kata Friderica Widyasari Dewi.

"Dalam setiap program literasi dan inklusi keuangan, tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas dan masyarakat di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)," tambahnya.

Friderica menyampaikan tiga pesan penting yaitu edukasi keuangan yang tepat sasaran, inklusi keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, serta sinergi serta kolaborasi yang harus terus diperkuat.


Terutama, tuturnya lebih lanjut, bersama pemerintah daerah yang telah menjadi mitra strategis dalam berbagai program OJK.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan akan terus meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat melalui berbagai kegiatan untuk semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Inklusi keuangan di Jawa Timur sudah cukup tinggi, tetapi tingkat literasinya masih perlu ditingkatkan melalui diseminasi dan edukasi yang lebih komprehensif," kata dia.

"Tujuannya adalah agar pelayanan keuangan dan pembiayaan semakin mudah dijangkau, aman, dan berdaya guna bagi masyarakat," katanya.

Khofifah juga mendukung program inklusi keuangan OJK yang mencakup semua kalangan masyarakat melalui prinsip "No One Left Behind" agar semua masyarakat maju bersama, tumbuh bersama, dan tangguh bersama.

"Semoga puncak Bulan Inklusi Keuangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dan meneguhkan seluruh potensi yang ada di Jawa Timur, serta menjadi inspirasi bagi provinsi lain di Indonesia," katanya.

Financial Expo 2025
Sebagai puncak kegiatan BIK 2025, OJK menggelar Financial Expo (FinExpo) 2025 pada 23–26 Oktober 2025 di Tunjungan Plaza 1, 2, 3, dan 6 Surabaya.


FinExpo menjadi wujud kolaborasi antara Kementerian/Lembaga, PUJK, asosiasi, dan UMKM, dalam memberikan edukasi, konsultasi, serta layanan keuangan langsung kepada masyarakat.

FinExpo 2025 resmi dibuka pada Kamis, 23 Oktober 2025 oleh Ketua Panitia FinExpo 2025 Wani Sabu, Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi, serta Kepala OJK Provinsi Jawa Timur Yunita Linda Sari.


Acara kemudian dilanjutkan dengan acara Prosesi Harmoni Finansial yang menandai semangat sinergi keuangan nasional.

Rangkaian BIK 2025 diawali dengan Road to BIK pada September–Oktober 2025, yang diikuti oleh Kantor OJK Daerah, regulator, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan PUJK di seluruh Indonesia.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
KPPU Dan OJK Perkuat Sinergi Jaga Persaingan Usaha yang Sehat di Sektor Jasa Keuangan
Apakah Debt Collector Boleh Mengancam? Ini Fakta Hukum Wajib Diketahui Debitur
Berikut Hal yang Wajib Dipahami Sebelum Masyarakat Investari Kripto
Mintarsih Sudah Prediksi Kekacauan soal Pasar Modal dan Otoritas Akan Sampai ke Presiden
Aksi Protes Nasabah Bank Sumut Minta OJK Tolak Penunjukan Dirut Baru Hasil RUPS
OJK Sumut Diminta Profesional: RUPS Bank Sumut Bermasalah, Penunjukan HS Sebagai Dirut Harus Ditinjau Ulang
komentar
beritaTerbaru