Minggu, 09 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Keluarga Korban Tabrak Lari Hingga Meninggal Dunia di Helvetia Minta Bantuan Masyarakat Ungkap Identitas Terduga Pelaku

Zulhamdani Napitupulu - Kamis, 25 Juni 2026 15:15 WIB
Keluarga Korban Tabrak Lari Hingga Meninggal Dunia di Helvetia Minta Bantuan Masyarakat Ungkap Identitas Terduga Pelaku
Keluarga Korban Tabrak Lari Hingga Meninggal Dunia di Helvetia Minta Bantuan Masyarakat Ungkap Identitas Terduga Pelaku

Medan,asatupro.com-Keluarga almarhum Esau Rumamory (83), korban dugaan tabrak lari yang meninggal dunia di kawasan Helvetia, Kota Medan, meminta bantuan seluruh elemen masyarakat untuk membantu mengungkap identitas para terduga pelaku yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Anak korban, Lukas, mengaku masih berupaya mencari keadilan atas kematian ayahnya yang dinilai penuh tanda tanya. Selain mempertanyakan tindakan pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut, keluarga juga menyoroti proses penerimaan korban di RSU Sufina Aziz, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia.

Menurut keluarga, korban diterima di rumah sakit pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 02.20 WIB dini hari tanpa adanya identitas jelas dari pihak yang mengantarkan korban.

Atas peristiwa tersebut, keluarga telah membuat laporan polisi dengan Nomor: LP/B/2594/VI/2026/SPKT LANTAS/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 17 Juni 2026 yang diterima oleh Aipda Taufik H. Rambe, SH.

Baca Juga:

Dari hasil penelusuran dan rekaman CCTV rumah sakit, keluarga memperoleh sejumlah foto yang memperlihatkan sosok seorang pria dan dua wanita yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun hingga saat ini identitas mereka masih belum diketahui.

Kronologi Menurut Keterangan Keluarga

Lukas menjelaskan bahwa pada Jumat, 5 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 WIB, keluarga menerima kabar dari pihak RSU Sufina Aziz bahwa ayah mereka berada di rumah sakit tersebut.

Baca Juga:

Setelah salah seorang anggota keluarga tiba di rumah sakit, korban diketahui telah meninggal dunia. Berdasarkan informasi awal yang diterima keluarga, korban diantar menggunakan sebuah mobil yang diduga terkait dengan kecelakaan tersebut bersama dua orang wanita.

"Saya sempat bertanya kepada petugas rumah sakit siapa yang mengantarkan ayah saya. Petugas menjawab ada dua orang wanita yang datang menggunakan taksi online. Namun ketika saya menanyakan apakah mereka meninggalkan identitas, petugas mengatakan tidak ada," ujar Lukas.

Menurutnya, alasan yang disampaikan petugas bahwa kedua wanita tersebut terburu-buru berangkat bekerja ke Tanjung Morawa pada tengah malam menimbulkan tanda tanya bagi pihak keluarga.

Keluarga kemudian melakukan penelusuran ke lokasi kejadian dan memperoleh informasi bahwa kecelakaan diduga terjadi pada Kamis malam, 4 Juni 2026 sekitar pukul 21.23 WIB.

Sementara itu, korban baru dibawa ke rumah sakit beberapa jam kemudian.

"Yang menjadi pertanyaan besar bagi kami, selama rentang waktu sekitar tiga jam itu ke mana ayah kami dibawa oleh pihak yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut," kata Lukas.

Selain itu, keluarga juga mempertanyakan kondisi luka yang ditemukan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian, disebutkan tidak terlihat adanya luka robek pada bagian belakang kepala korban.

Namun saat jenazah diterima keluarga, ditemukan luka robek cukup besar pada bagian tersebut.

Sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, keluarga membawa jenazah almarhum ke rumah duka dan kemudian dimakamkan pada siang harinya.

Harapan Keluarga

Keluarga berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan segera mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, keluarga juga mengajak masyarakat yang memiliki informasi, rekaman CCTV, atau mengetahui identitas pria dan dua wanita yang terekam kamera pengawas RSU Sufina Aziz untuk memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses pengungkapan kasus.

"Kami hanya ingin mendapatkan kejelasan dan keadilan atas kematian orang tua kami. Kami berharap siapa pun yang mengetahui informasi terkait kejadian ini dapat membantu agar kasus ini segera terungkap," tutup Lukas.(Red/Tim)

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rapat Ke-2 SEKBER FAHMI: Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
SEKBER FAHMI Soroti Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Dorong Polrestabes Medan Lebih Terbuka
Ketua DPRD Wong Chun Sen Mendorong Polrestabes Medan Terapkan RJ dalam Kasus AT, Legislatif Nilai Syarat Perdamaian Telah Terpenuhi
Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Keluarga Pertanyakan Kesimpulan Bunuh Diri: "Ada Indikasi Tindak Pidana"
komentar
beritaTerbaru