Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNI-Polri di Istana
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Padangsidimpuan,asatupro.com-Nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit yang terus meningkat diduga menjadi pemicu munculnya konflik di kawasan lahan transmigrasi.
Hal inilah yang dialami Hasudungan Siahaan, warga Kelurahan Muara Manompas, Kecamatan Muara Batang Toru, yang mempertahankan lahan milik udaknya (pamannya), Maju Siahaan, dari aktivitas alat berat jenis excavator yang diduga hendak merusak tanaman sawit di kebun tersebut.
Peristiwa itu berujung dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Hasudungan mengalami luka robek dan lebam di bagian bibir.
Didampingi penasihat hukumnya dari Law Office Yeesrel Gunadi Hutagalung, RHa Hasibuan menjelaskan, kliennya saat itu sedang menjaga kebun milik pamannya sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga:
Saat berada di lokasi, kata dia, datang beberapa orang ke kebun yang dijaga Hasudungan. Kedatangan mereka diduga berkaitan dengan aktivitas alat berat di lahan tersebut.
"Klien kami berusaha mempertahankan kebun milik pamannya agar tidak dirusak. Namun situasi justru berujung keributan," ujar RHa Hasibuan.
Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STTLP/B/208/V/2026/SPKT/POLRES TAPANULI SELATAN/POLDA SUMATERA UTARA, Hasudungan melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan ke Polres Tapanuli Selatan.
Baca Juga:
Dalam laporan tersebut dijelaskan, awalnya pelapor menjaga kebun milik Maju Siahaan. Sekitar pukul 09.00 WIB, terlapor bersama beberapa orang mendatangi lokasi kebun.
Selanjutnya, pelapor disebut berusaha mengusir para terlapor dengan cara mendorong. Namun situasi berubah menjadi pertengkaran hingga berujung dugaan pengeroyokan.
Dalam laporan itu, salah seorang terlapor disebut mencekik pelapor sambil menampar wajah korban dan meninju bagian rahang. Tidak hanya itu, korban juga disebut mendapat sundulan dan sikutan ke arah badan sebelum para terlapor meninggalkan lokasi.
Akibat kejadian tersebut, Hasudungan mengalami luka robek di bagian bibir atas serta merasakan sakit di bagian tubuh lainnya.
Pihak kuasa hukum meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan pengeroyokan tersebut sekaligus menelusuri akar konflik lahan yang terjadi di kawasan transmigrasi Muara Manompas.
Menurut mereka, konflik lahan sawit di kawasan transmigrasi tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.
"Kami berharap kepolisian bertindak profesional dan segera memanggil seluruh pihak yang terlibat agar persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar, yang berujung pertumpahan darah" tegasnya. (MN)
Presiden Prabowo Tekankan Kekompakan, Integritas, dan Kesiapsiagaan 800 Perwira Tinggi TNIPolri di Istana
Nasional
Aksi Jilid II PW KAMMI SUMUT Desak DPRD Buka Proses KPID, Minta RDP, dan Dorong Kejatisu Tindak Lanjuti Laporan
Peristiwa
Dana Desa Suka Julu Rp1,7 Miliar Disorot, Sejumlah Kegiatan Diduga Fiktif dan Tak Sesuai Pelaksanaan
Hukrim
Gerindra Minta Polemik Ijazah Gibran Dihentikan PascaPutusan MK, Singgung Risiko Ekonomi dan Stabilitas Politik
Nasional
Respons Santai KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak Masuk Bursa Calon Panglima TNI
Nasional
Ekoteologi dalam Aksi, Mahasiswa KKN UINSU Ajak Masyarakat Desa Gajah Kelola Sampah
Pendidikan
Rumah Tumbuh KKN Desa Gajah Hadirkan Pembelajaran Kreatif dan Edukatif bagi AnakAnak
Pendidikan
Uji komitmen "No Viral, No Justice", Kapolri Baru di Desak Segera Tolak Upaya Banding dan Jatuhkan PTDH Final Kepada Kompol DK
Peristiwa
Mahasiswa Soroti Dugaan Ketidakberesan LLTT, Tirtanadi Diminta Buka Data
Peristiwa
Gerak Cepat Satresnarkoba Polresta Deli Serdang Tindak Aduan Warga, Dua Lokasi Diduga Sarang Sabu Ternyata Nihil
Hukrim