Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang: Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Peristiwa
Kegiatan ini juga diikuti sebanyak 168 peserta, yang terdiri dari kontraktor, distributor, dan pengguna AMP (Asphalt Mixing Plant) di wilayah Sumatera.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Freddy Anwar mengatakan, workshop ini merupakan kegiatan kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan Balai BahanJalan, Direktorat Jendral Bina Marga, KementerianPekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait product knowledge (pengetahuan produk) dan mengedukasi para peserta tentang prosedur penghamparan aspal yang tepat.
"Mudah-mudahan kerjasama antara Pertamina Patra Niaga dan Balai Bahan Jalan serta teman-teman kontraktor bisa saling bersinergi dan kami berharap kolaborasi ini akan lebih baik lagi kedepannya," ujar Freddy.
Sementara itu Kepala Balai BahanJalan, Kementerian PUPR, Yohanes Ronny menyampaikan apresiasinya kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut atas terselenggaranya Workshop Produk Aspal Pertamina. Menurutnya, kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan infrastruktur sangat penting karena dapat menciptakan rasa tanggung jawab dan kepedulian dalam menjaga serta memelihara infrastruktur yang dibangun.
Baca Juga:
"Pembangunan infrastruktur merupakan pondasi bagi Indonesia untuk mampu berkompetisi dengan negara-negara lain sekaligus dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia diantaranya dengan menciptakan lapangan kerja dan membuka jaringan logistik ke sentral-sentral produksi," kata Yohanes.
Baca Juga:
Dalam kesempatan ini, Darwin menjelaskan tentang perkembangan sumber aspal Pertamina dan produksi kilang dalam negeri. Menurutnya, Pertamina dalam memenuhi permintaan aspal di Indonesia melakukan kegiatan produksi dalam negeri serta import dengan total permintaan sebesar 1 juta Metrik Ton (MT).
"Untuk memenuhi permintaan aspal di Indonesia, Pertamina memiliki sumber dari kilang dalam negeri dan import, dengan moda distribusi truk, pipa serta kapal. Aspal produksi Pertamina memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 27% serta Bahan Mentah Produksi (BMP) 12%, sehingga secara total mencapai 39% dan dapat mendukung perekonomian nasional," ujar Darwin.(rel)**
Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Peristiwa
Polres Karo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu
Peristiwa
PT Toba Surimi Industries (PT PSI) Gugat Bank Mandiri, OJK Provinsi Sumatera Utara Diminta Buka Suara
Peristiwa
Sesuai laporan masyarakat Polsek Gunung Malela dan Tim Inafis tangani Temuan Wanita Meninggal di Perkebunan PTPN IV
Peristiwa
Hinca Panjaitan Desak APH Ungkap Tuntas Dugaan Gudang BBM Ilegal di Medan Utara
Hukrim
SATPAS Binjai Disorot DIDUGA Tanpa Ujian Teori dan Praktik, Pemohon SIM KeluarMasuk Dalam Waktu Singkat
Peristiwa
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Medan
Tentang Dugaan Penyimpangan dan Kecelakaan Kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Serta Tuntutan Hukum Terhadap PT Evyap Sabun
Peristiwa
Judi Tembak Ikan Mereka AB Kuasai Deliserdang, Muncul Isu Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Polresta
Hukrim
&ldquoEkonomi Lagi Sulit&rdquo Ratusan Pedagang P3S Serbu DPRD Dairi Tolak Kenaikan ILP Sepihak
Peristiwa