Minggu, 24 Mei 2026

Di Sumut, Jumlah Investor Milenial Lebih Banyak Ketimbang Investor "Kolonial"

Hendrik Hutabarat - Rabu, 19 Maret 2025 18:31 WIB
Di Sumut, Jumlah Investor Milenial Lebih Banyak Ketimbang Investor "Kolonial"
Hendrik
Kepala PT BEI Sumut, Muhamad Pintor Nasution, membeberkan kondisi terkini dunia saham kepada para wartawan dalam acara berbuka puasa bersama di Medan, belum lama ini.
Medan, Asatupro.com - Perkembangan dunia investasi saham di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) semakin menarik saja untuk diamati, meski hari-hari terakhir ini bursa saham sedang digelayuti awan mendung akibat situasi global dan nasional.

Salah satu perkembangan menarik yang terlihat, berdasarkan data dari pihak PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut, adalah meningkatnya jumlah investor saham di provinsi yang beribukota di Medan ini.

"Hingga tahun 2024 tercatat sebanyak 620.392 single investor identification (SID). Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya 600.000 SID," kata Kepala PT BEI Sumut, Muhamad Pintor Nasution.

Data tersebut diungkapkan Pintor Nasution kepada para wartawan dalam acara berbuka puasa di Jalan Sei Muara, Kecamatan Medan Baru, belum lama ini.

Baca Juga:

Dari total jumlah tersebut, Pintor Nasution mengatakan sebanyak 297.168 SID merupakan investor saham. Pihaknya menilai peningkatan ini menunjukkan minat masyarakat Sumut terhadap investasi di pasar modal semakin tinggi.

"Terutama di kalangan anak muda atau yang kita sebut dengan investor milenial. Jumlahnya mengalahkan investor dewasa atau secara jokes disebut investor "kolonial"," kata Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumut, Pintor Nasution, saat menggelar berbuka puasa bersama jurnalis beberapa waktu lalu.


Baca Juga:

Jokes Pintor Nasution tersebut tentu mengundang tawa para wartawan yang memadati acara tersebut.

Pintor menyebut, dari total investor saham, sekitar 34 persen atau 100.794 SID berasal dari kelompok usia 18-25 tahun dengan nilai aset saham mencapai Rp 444,8 miliar.

Sementara itu, kelompok usia 26-30 tahun tercatat memiliki 69.890 investor atau 23,5 persen dari total investor, meskipun jumlah investornya mengalami penurunan signifikan dengan nilai aset Rp 1,07 triliun.

"Menariknya, meskipun jumlah investor dari kelompok usia 41 tahun ke atas hanya 18 persen dari total investor (54.596 SID), mereka justru mencatatkan kepemilikan aset terbesar, yakni Rp 11,99 triliun," ujarnya.

Sementara kelompok usia 31-40 tahun yang berjumlah 71.888 SID atau 24 persen dari total investor memiliki nilai aset sebesar Rp 3,6 triliun.

Pintor menuturkan, jika dilihat berdasarkan profesi, investor di Sumut didominasi oleh pegawai swasta dengan jumlah 105.896 individu, disusul oleh kalangan pelajar sebanyak 65.430 individu, serta pengusaha sebanyak 45.557 individu.


Sementara itu, ibu rumah tangga dan pegawai negeri hampir berimbang, masing-masing 13.375 dan 13.376 individu.

"Yang paling sedikit berasal dari kalangan TNI/Polri, hanya 1.205 individu. Oleh karena itu, tahun ini kami berencana bekerja sama dengan Kodam I/BB untuk memberikan edukasi terkait pasar modal," ungkap Pintor.

Untuk memudahkan masyarakat mengenal dan berinvestasi di pasar modal, BEI telah meluncurkan aplikasi IDX Mobile.

Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis dan menawarkan berbagai fitur, termasuk ringkasan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta simulasi jual-beli saham secara real-time tanpa risiko keuangan.

Dengan terus meningkatnya jumlah investor, diharapkan kesadaran masyarakat Sumut terhadap pentingnya investasi semakin tinggi, terutama di kalangan anak muda yang mulai mengoptimalkan peluang di pasar modal.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ini Sejumlah Kendala dalam Melakukan Edukasi Pasar Modal
Resolusi 2026: Dompet Tebal dari Bursa Saham
Banjir Bandang di Pulau Sumatera Bikin Saham Emiten Perkebunan Terkoreksi
Pertumbuhan SID Jadi Faktor Berdirinya Galeri Investasi di Kota Tebingtinggi
Didukung OJK, BEI, dan MNC Sekuritas, Pemko Tebingtinggi Kini Punya Galeri Investasi
Jangan Takut Investasi Saham karena Bisa Diwariskan Loh!
komentar
beritaTerbaru