Rapat Ke-2 SEKBER FAHMI: Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
Berdasarkan State of the Global Islamic Economy (SGIE), Indonesia saat ini berada di peringkat tiga besar ekosistem ekonomi syariah dunia. Lebih lanjut, data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni 2025 juga menunjukkan total aset keuangan syariah nasional mencapai Rp2.972,94 triliun, tumbuh 8,21 persen secara tahunan (YoY) dengan pangsa pasar 11,47 persen terhadap industri keuangan nasional. Jawa Barat, termasuk Bandung, berperan penting dalam pertumbuhan ini dengan kontribusi signifikan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.
Pemilihan Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan SHINE 2025 kali ini bukan tanpa alasan. Selain memiliki kedekatan historis dengan OCBC, Bandung juga dikenal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah dengan ekosistem yang dinamis, terutama pada sektor gaya hidup halal, kuliner, fashion, dan pariwisata Islami. Melalui forum ini, UUS OCBC ingin mendorong terciptanya kolaborasi dan pertukaran gagasan agar masyarakat serta pelaku usaha semakin siap berkontribusi dalam ekosistem ekonomi syariah yang terus berkembang.
"Bagi kami, Bandung bukan sekadar kota bersejarah tempat kelahiran OCBC, tetapi juga kota dengan potensi yang luar biasa untuk pertumbuhan ekonomi syariah. Bandung memiliki energi kreatif dan semangat kolaborasi yang kuat, didorong oleh generasi muda serta pelaku usaha yang terbuka terhadap inovasi. Kami percaya, potensi inilah yang menjadikan Bandung sebagai salah satu kota utama untuk memperkuat langkah OCBC dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Mahendra Koesumawardhana, Kepala Unit Usaha Syariah (UUS) OCBC, melalui siaran tertulis yang diterima asatupro.com, Rabu (15/10/2025).
Baca Juga:
Acara SHINE 2025 di Bandung turut menghadirkan tokoh-tokoh penting di bidang ekonomi dan keuangan syariah, di antaranya Bapak Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia 2020-2024, serta Bapak Putu Rahwidhiyasa, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Keduanya berbagi pandangan strategis mengenai tren, peluang, dan arah pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, serta mendorong peran aktif pelaku usaha dan masyarakat dalam memperkuat sektor ini.
Premier Banking dengan Solusi Syariah
Dalam momentum Milad ke-16 ini, UUS OCBC juga memperkenalkan inovasi terbarunya yaitu layanan Premier Banking dengan Solusi Syariah kepada nasabah di Bandung. Layanan ini menyatukan pengelolaan aset, gaya hidup, dan spiritualitas dalam satu ekosistem holistik berbasis prinsip syariah.
Grand launching sebelumnya telah dilakukan di Jakarta pada Juni 2025, dan kini diselenggarakan acara khusus bagi nasabah Bandung sebagai wujud komitmen OCBC untuk menghadirkan solusi keuangan syariah yang lebih dekat dan relevan.
Baca Juga:
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
KPKMRI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Peristiwa
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Peristiwa
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Pendidikan
Satupena.co.id Tetapkan HUT Ke4 Digelar 22 Agustus 2026 di Aceh Tengah
Daerah
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
Nasional
SEKBER FAHMI Soroti Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Dorong Polrestabes Medan Lebih Terbuka
Hukrim
Dana Desa Lau Bagot Rp595 Juta Tahun 2025 Jadi Sorotan, Kades Sunardi Bungkam dan Ingkari Janji Bertemu dengan Media
Daerah
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Kenakan Rompi Pink, Tangan Diborgol, Bawa Map Biru
Nasional
Ada Mainan Korupsi Dalam Manipulasi Proyek Pengadaan Barang dan Jasa di RSUD O.K Arya Zulkarnaen Batubara, Dugaan Kuat Menjadi Proyek
Peristiwa