Sabtu, 25 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Lambannya Relokasi Pedagang PHJ, Kota Pematangsiantar Semakin Semrawut

Awaludin Lumban Tobing - Jumat, 07 Februari 2025 22:00 WIB
Lambannya Relokasi Pedagang PHJ, Kota Pematangsiantar Semakin Semrawut
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar
Pematangsiantar,asatupro.com-Lambannya penanganan relokasi pedagang Gedung Empat Pasar Horas Jaya (PHJ) membuat kondisi Kota Pematangsiantar semakin semrawut. Para pedagang yang masih berjualan di Jalan Merdeka menyebabkan kemacetan parah, sementara pemerintah dinilai tidak mengambil langkah nyata. Sorotan tajam kini tertuju pada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar, Junaidi Sitanggang, dan Direktur Utama PD PHJ, Bolmen Sitorus.

Dengan pencabutan status tanggap darurat dan peralihan ke transisi pemulihan ekonomi, para pedagang tetap berjualan tanpa kejelasan relokasi. Akibatnya, tata kota semakin kacau, sampah menumpuk, dan ruang publik terganggu.

Pemerhati Pasar: Kota Jadi Kumuh, Pemko Harus Cepat Bertindak!

Larsen Simatupang, seorang pemerhati pasar dan pedagang senior, mendesak pemerintah untuk segera bertindak sebelum kondisi semakin memburuk.

Baca Juga:

"Seharusnya pemerintah mengajak pedagang berdiskusi agar pemindahan bisa berjalan baik. Jangan sampai kota ini semakin kumuh karena kebijakan yang setengah-setengah. Saat ini, pasar sudah tidak tertata, sampah berserakan, dan jalanan macet parah," tegasnya.

Sementara itu, Lambas Panggabean, salah satu pedagang korban kebakaran, mengungkapkan keresahannya.

"Kami belum diajak duduk bersama lagi setelah pertemuan tahun lalu. Sampai sekarang tidak ada kepastian, padahal dampaknya semakin terasa. Kota ini jadi semrawut, dan kami pun bingung harus bagaimana," ujarnya.

Baca Juga:

Relokasi ke Jalan Malanton Siregar Masih Dipertanyakan

Pedagang juga mempertanyakan efektivitas rencana relokasi ke eks Rumah Potong Hewan di Jalan Malanton Siregar.

"Kalau memang harus pindah, pemerintah harus memastikan tempatnya ramai dan layak. Jangan sampai kami dipindahkan ke lokasi yang sepi pembeli, yang justru membuat ekonomi kami semakin terpuruk," ujar Mak Mega, seorang pedagang.

Masyarakat pun menilai pemerintah gagal dalam menata kota.

"Kalau dibiarkan seperti ini, Siantar bisa semakin kumuh dan macet. Pemko harus segera mencari solusi sebelum kondisinya makin sulit dikendalikan," ujar seorang warga.

Desakan Evaluasi Sekda dan Dirut PD PHJ

Banyak pihak mendesak Wali Kota untuk segera mengevaluasi Sekda dan Dirut PD PHJ yang dinilai lamban dalam menangani permasalahan ini.

"Pemko harus segera turun tangan. Jangan biarkan kondisi pasar terus kacau tanpa solusi. Kalau tidak ada langkah nyata, bagaimana kota ini bisa tertata dengan baik?" ujar seorang pedagang.

Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, para pedagang dan masyarakat siap menggelar aksi untuk menuntut kejelasan. Pemerintah Kota Pematangsiantar harus segera mengambil tindakan sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sekda Aceh, M. Nasir, Membuka Secara Resmi Experience City Expo di Blang Padang
Bupati Dairi Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Tegaskan ASN Fokus Pada Tupoksi
Perkuat Sinergitas dan Jalin Silaturahmi Dengan Jurnalis Media Cetak Dan Online, Bupati Dairi Adakan Buka Puasa Bersama
Bupati Dairi Terima Kunjungan Tim Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Sumatera Utara
Satlantas Polresta Pematangsiantar Bantah Tuduhan Minta Uang 100rb yang Beredar di Sosmed, Ini Klarifikasinya!
Dandim 0206/Dairi Serahkan 1.050 Bibit Kemiri kepada Pemerintah Kabupaten Dairi
komentar
beritaTerbaru