Seratusan Petani Sawit Morowali Utara Dibekali BPDP, Ditjenbun, dan PT CWE
Palu, asatupro.com Sebanyak 155 petani sawit swadaya di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapatkan bekal be
Perkebunan
Pandangan dan masukan mantan Bupati Nias 2(dua) periode ini, untuk mendesak Presiden untuk mencabut Moratorium.
Tambahnya, jeritan masyarakat Kepulauan Nias yang masih daerah tertinggal, tanpa intervensi anggaran yg maximal dari APBN pusat di Bidang Infrastruktur, Aksesibilitas antara daerah dengan daerah serta daerah dengan pusat, baik darat, laut maupun udara maka 25 tahun lagi pun kep Nias tidak akan keluar dari ketertinggalan, paparnya.
Sehingga saat ini sudah 80 thn Indonesia merdeka tetap tidak bisa masuk Investor untuk memberdayakan potensi yg dimiliki oleh daerah.
Baca Juga:
Aset PLN saja di Kep Nias hingga tahun 2015 hanya 6,5 MW sampai sekarang baru sekitar 80 MW dan Tower transmisi baru mulai dibangun tahun 2016. Itupun masih paling yang 75 KV paling rendah.
Seperti apa yang disampaikan oleh Amizaro Waruwu Bupati Nias Utara adalah benar-benar jeritan dan kerinduan seluruh masyarakat Kep Nias.
Kita berharap semoga Presiden memperhatikan sungguh-sungguh dua masalah ini, ucap Sokhiatulo Laoli.
Baca Juga:
Sokhiatulo Laoli jugs mengusulkan kepada Pak Bupati Amizaro Waruwu, merupakan pengurus FORKADA( Forum Kepala Daerah ).
"Kalau bisa Forkada bersama BPPKN( Badan Persiapan Pemekaran Provinsi Kepulauan Nias) mengundang dan kumpulkan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh2 politik, tokoh2 agama, tokoh2 Pemuda dan tokoh2 Akademisi Ono Niha Indonesia secara bersama2 membahas strategi perjuangan Pemekaran Provinsi Kep Nias, dan termasuk mendesak Presiden utk mencabut Moratorium.
Ini merupakan usulan saran sehat dari mantan Bupati dua periode sekaligus tokoh Kepulauan Nias , yang berkiprah dimasanya dan telah banyak sukses ciptakan pembangunan luar biasa( anggaran pusat) di pulau Nias diantaranya, Listrik, RSU Dr THOMSEN NIAS, perluasan Bandara Binaka dan Stasiunnya.
Lanjut, Sokhiatulo Laoli.MM: Mari kita tunjukkan bahwa persatuan dan kekompakan kita seluruh elemen masyarakat tanpa melihat kelompok2 dan perbedaan2 warna politik. Hanya dengan cara ini kita bisa berjuang bersama sama dalam mencapai cita2 bersama yaitu Prov Kep Nias.
Kita coba hilangkan ego masing2 kelompok dan perbedaan2 warna dan pandangan masing2 pribadi dan kelompok tapi mari kita tunjukkan bahwa kita hanya satu yaitu Ono Niha.
Dan hal Ini adalah hasil diskusi kita dengan ketua Komisi 2 DPR RI, terangnya mengakhiri.**
Palu, asatupro.com Sebanyak 155 petani sawit swadaya di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), mendapatkan bekal be
Perkebunan
Suka Makmue, asatupro.com Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang diproduksi dari kebun para petani swadaya di Kabupate
Perkebunan
Antrian BBM Mengular, Ombudsman Sumut Minta Pertamina Bertindak Cepat Tangani Masalah Distribusi BBM
Peristiwa
PW MIO Sumut Gelar Rapat Strategis Perkuat Mitigasi Hukum dan Edukasi UU Pers Bagi Insan Media
Nasional
Sudah Damai, Korban Jadi Tersangka dan DPO? Aliansi Masyarakat Siap Kepung Polrestabes Medan Tiga Hari, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisa
Medan
Jakarta, asatupro.com Ternyata selain mengurus perkebunan kelapa sawit, Subholding PTPN IV PalmCo ditugaskan juga mengurus bisnis perkebun
Perkebunan
Tim PKM Universitas Dhyana Pura Tingkatkan Efisiensi Produksi Jamu UMKM Djamoe Ala Mbo Dek dengan Teknologi Tepat Guna
Pendidikan
Medan, asatupro.com Teknologi greeding tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mySAP365 yang diusung oleh PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT
Perkebunan
Sah, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 20252027 Resmi Dilantik
Nasional
Padangsidimpuan, Asatupro.com Ketua Fraksi PDIP, Muhammad Fajar Dalimunthe bersama Wakil Ketua DPRD, Hj. Taty Ariany Tambunan, kompak ber
Daerah