Minggu, 31 Mei 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Sejarah Peradaban Atjeh Masa Lalu Dukung Kemajuan Industri Pariwisata

Oleh : Dr. Khairul Abrar IH Ketua Umum Rumpun Budaya Seni Sumatera Nusantara
Redaksi - Selasa, 31 Desember 2024 08:51 WIB
Sejarah Peradaban Atjeh Masa Lalu Dukung Kemajuan Industri Pariwisata
Dr. Khairul Abrar IH
Disebabkan letaknya yang sangat strategis, selain Barus, Banda Atjeh ini telah dikenal sejak zaman dahulu. Rute pelayaran perniagaan dari Makkah dan India menuju Malaka, pertama-tama diyakini bersinggungan dahulu dengan Banda Aceh, baru menyusuri pesisir barat Sumatera menuju Barus. Dengan demikian, bukan suatu hal yang aneh jika Atjeh merupakan Daerah yang pertama sekali masuknya agama Isam yang langsung dibawa oleh para pedagang Arab. Maka oleh sebab itu terjawab sudah pertanyaan kenapa Atjeh Darussalam selalu dijuluki SERAMBI MAKKAH.

Inilah bukti ketidak tahuan masyarakat kita dan karena ini juga belum terungkapsecara jelas. Jika sejarah ini bisa terungkap secara terang benderang maka secara otomatis akan membawa dampak yang sangat besar terhadap industri pariwisata di
Atjeh. Oleh karenanya menyelamatkan peninggalan-peninggalan sejarah ini dari kepunahan dan sekaligus melakukan penelitian untuk mengungkap sejarah Atjeh secara terang benderang yang sesungguhnya masih banyak menyimpan misteri dan semua ini perlu kerja sama dan dukungan para pihak.

Oleh karena itu wisata berbasis sejarah dan budaya bisa menjadi pariwisata
unggulan yang mengedepankan responsible tourism. Hal tersebut disebabkan karena wisata sejarah dan budaya menjunjung tinggi penghormatan pada alam, sejarah dan budaya, serta menawarkan nilai edukatif dimana wisatawan bisa belajar
dari sejarah masa lampau serta berinteraksi dengan tradisi dan kebudayaan sebuah masyarakat.

Wisata sejarah dan budaya juga mendorong pemberdayaan warga lokal, serta menempatkan mereka sebagai tulang punggung pariwisata melalui homestay milik penduduk lokal, penyajian masakan tradisional, serta souvenir karya penduduk setempat. Dengan begitu wisata berbasis sejarah dan budaya dapat menggerakkan
perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal.

Pariwisata berbasis sejarah merupakan komponen di bidang pengembangan
kepariwisataan yang saat ini makin gencar dilakukan karena pertimbangan bahwa setiap daerah memiliki sejarah yang berbeda dan unik yang tidak dimiliki daerah lain. Orientasi pengembangan pariwisata berbasis sejarah sangat menarik untuk dikembangkan, di satu sisi memberikan dampak positif bagi penerimaan daerah dan di sisi lain memberikan manfaat bagi penumbuh-kembangan industri kreatif yang berpengaruh bagi peningkatan pendapatan per kapita di daerah.

Oleh karenanya kita sangat mengharapkan Pemerintah Atjeh Darussalam harusmendukung pengembangan Wisata Budaya/ sejarah secara serius dengan
melakukan pembenahan dan pemugaran objek-objek wisata budaya dan juga penulisan sejarahnya.

Sehingga akan banyak wisatawan Muslim seperti Malaysia, Turki, Brunai Darussalam dan Negara- negara lainnya terus berkunjung ke Atjeh. Sehingga Pariwisata Atjeh akan menunjukkan dampak positif kepada masyarakat, maka berbagai atraksi wisata juga harus terus dibenahi, khususnya yang berkaitan
dengan wisata sejarah agar mampu menjadi salah satu atraksi wisata unggulan di Atjeh Darussalam dan Indonesia.*

Atjeh Darussalam 28 Desember 2024


Editor
: Jalaluddin Lase
SHARE:
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru