Sabang,asatupro.com-Ibu Mardhiah 53 tahun bersuami didampingi dengan tiga orang anak, asal Gampong paya Seunara, Kelurahan Paya Seunara, Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang, setiap hari tetap menjalankan aktivitas nya sebagai pedagang pisang, sayur dan yang lainnya dari gelap pagi hingga gelap malam.
Biarpun panas membara, Angin dan hujan lebat tetap dibawah payang merah rezeki kesayangannya, Tampa ada kata lelah dan bosan, tetap berjuang dan berusaha mencari rejeki untuk membiayai kebutuhan hidup keluarga sehari hari, pantauan Asatupro.com dipasar pagi Sabang, Kamis (4/9/2025).
Ibu Mardhiah seorang ibu yang kuat menjalankan hidup nya sehari hari dan bertanggung jawab, mampu bekerja keras, untuk membantu kekurangan dari pendapatan suami sehari hari sebagai nelayan.
Ibu Mardhiah, diwawancarai Asatupro.com, Kamis sore (4/9/2025) dilokasi tempat berjualan nya diatas trotoar jalan perdagangan, "Saya berjualan barang dagangan pisang disini sudah lama, mulai siang hari hingga malam hari, kalo pagi gelap sampai siang hari saya berjualan sayur di atas pasar pagi, ya, sebagai ibu, kita harus membantu suami", kata Ibu Mardhiah.
Baca Juga:
Ia menceritakan, Saya berjualan pisang dan sayur, bukan untuk cari kaya, tetapi untuk kebutuhan hidup keluarga sehari hari belum lagi untuk biaya pendidikan anak yang duduk di bangku sekolah perlu biaya besar, berat rasanya.
Suami seorang nelayan, anak masih duduk di bangku sekolah, apalagi saat sekarang ini daya beli masyarakat sangat sangat kurang sekali, ekonomi susah, kemana kita mengadu, kecuali kepada Allah, jalani hidup ini sampai mana kemampuan kita, ucap Ibu Mardhiah dengan nada kepedihan.
Kepedihan ibu Mardhiah pedagang pisang dan sayur pasar pagi Sabang, dapat dilihat dan diperhatikan oleh Pemerintah Kota Sabang, diberikan santunan kepada ibu Mardhiah agar dapat keluar dari jeritan kesusahan yang di hadapi selama ini.
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar