Proses magang berlangsung selama empat bulan, yakni mulai Agustus sampai Desember 2026, dan akan ditempa dengan praktek coding modular, integrasi mobile, IoT, dan AI.
"Dengan demikian mereka diharapkan mampu melakukan kustomisasi ERP sesuai kebutuhan operasional perkebunan," beber Syaiful Bahri.
Dengan komposisi ini, dia menjelaskan bahwa program magang tidak hanya menghasilkan tenaga teknis, tetapi juga membangun legacy digital perkebunan Nusantara yang berkelanjutan.
Target jangka panjangnya, ungkap Syaiful Bahri, adalah menciptakan regenerasi talenta ERP + AI yang siap mendukung audit-ready workflows, memperkuat decision support berbasis AI.
Baca Juga:

"Dan memastikan industri perkebunan dan pengolahan kelapa sawit memiliki daya saing global yang lintas generasi," tegas
Syaiful Bahri.
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar