Jumat, 10 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"

Hendrik Hutabarat - Selasa, 26 Mei 2026 08:24 WIB
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Dok. PalmCo
Direkturnya Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santosa, dalam sebuah acara

Melalui penerapan praktik budidaya yang lebih disiplin, produktivitas kebun rakyat binaan perusahaan disebut mampu mencapai rata-rata 20 ton tandan buah segar (TBS) per hektar (Ha) pada tanaman usia tanaman menghasilkan (TM) II.

"Bahkan, pada sejumlah lokasi produktivitas mencapai 23,9 ton per Ha atau setara sekitar 4 ton CPO per Ha," katanya kembali.

Menurut perhitungannya, angka tersebut berada di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini masih berkisar 2-3 ton CPO per Ha.

Jatmiko mengungkapkan, peningkatan produktivitas sawit rakyat ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan kebutuhan pangan, energi, dan ekspor nasional di tengah meningkatnya konsumsi domestik untuk biodiesel.

Baca Juga:

Selain memperkuat sektor hulu, PalmCo juga mulai mendorong pemanfaatan biomassa dan limbah sawit sebagai sumber energi hijau untuk mendukung agenda transisi energi nasional.

Direktur Industri Kemurgi, Oleokimia, dan Pakan Kementerian Perindustrian Krisna Septiningrum menilai peningkatan produktivitas sawit rakyat harus ditopang penggunaan bibit unggul dan perawatan kebun yang baik agar tanaman lebih cepat menghasilkan.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sekaligus peneliti sawit Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, menegaskan bahwa hilirisasi sawit nasional tidak akan optimal tanpa peningkatan produksi di tingkat petani.

Baca Juga:

Menurut dia, penguatan sawit rakyat menjadi semakin penting menjelang implementasi mandatori B50 pada tahun depan agar keseimbangan pasokan untuk pangan, energi, dan ekspor tetap terjaga.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, bilang bahwa Industri kelapa sawit nasional menghadapi tekanan ganda dalam lima tahun terakhir.




Di satu sisi, permintaan terhadap produk sawit berkelanjutan semakin ketat di pasar global. Di sisi lain, produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia justru cenderung stagnan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Cuan Banyak, Laba Bersih PalmCo Tembus 90,3 Persen
Sawit Jadi Primadona, Kadin Sumut dan Kadin Mogilev Belarus Sepakati Banyak Hal
Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT CWE Tingkatkan SDM Petani Sawit Pasangkayu
Kebun Sawit Dijarah, Ekonomi Ribuan Karyawan  PTPN Cot Girek Jadi Tertekan
Indonesia: Pusat Tokotrienol dan Beta-Karoten Alami Dunia
Program Ketahanan Pengan dan Energi Berkelanjutan Didukung GAPKI
komentar
beritaTerbaru