Minggu, 24 Mei 2026

K3 Sawit: Selamat, Sehat, dan Sejahtera

Hendrik Hutabarat - Senin, 15 Desember 2025 14:33 WIB
K3 Sawit: Selamat, Sehat, dan Sejahtera
Dok. pribadi
Sumarjono Saragih (paling kanan), Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM; Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil).
Jakarta, asatupro.com - Industri sawit adalah industri besar—besar potensi, sekaligus besar tantangannya. Tantangan itu bahkan terus membesar dan meluas. Perkebunan kelapa sawit pun tak luput dituduh sebagai biang bencana sumatera selain badai siklon tropis dan pembalakan liar.

Namun, dengan segala stigma dan kontroversinya, sawit tidak boleh dibiarkan melemah—apalagi "dihukum mati". Kehidupan dan perekonomian jutaan rakyat: petani, buruh, serta kontribusi besar bagi negara, sangat bergantung pada sawit.
.
Pilihan paling waras dan rasional adalah menata dan memperbaiki. Dalam kerangka itulah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sebagai organisasi pengusaha sawit terus mendorong dan mempromosikan berbagai upaya perbaikan berkelanjutan.

Salah satu yang paling mendasar adalah peningkatan kualitas keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan pekerja.
.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hak dasar pekerja sekaligus prasyarat menuju kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Karena itu, K3 tidak boleh sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi harus tumbuh sebagai budaya kerja dan menjadi bagian tak terpisahkan dari proses bisnis.

Baca Juga:

Penelitian Koalisi Buruh Sawit (KBS) menunjukkan masih adanya sejumlah pekerjaan rumah dalam penerapan K3 di sektor sawit.

Salah satu yang paling mendesak adalah kepatuhan terhadap penggunaan bahan kimia secara bertanggung jawab—bukan hanya oleh perusahaan, tetapi juga oleh petani dan buruh tani.


Penggunaan bahan kimia yang mengabaikan prosedur baku dapat menimbulkan dampak serius, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Baca Juga:

Resiko penyakit akibat kerja dapat menjadi beban berat, terutama di hari tua.
.
Karena itu, GAPKI menyerukan gerakan K3 yang holistik: total safety, total healthy, dan total prosper. Pekerja harus selamat dan sehat—bukan hanya saat bekerja, tetapi juga di masa depan.

Bahkan lebih dari itu, pekerja harus mampu hidup sejahtera dengan jaminan sosial yang memadai.

Hal ini sudah disampaikan saat berbicara dalam "Talk Show Hasil Penelitian KBS: Kondisi Buruh Sawit, Agrokimia dan K3" di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) RI Jakarta, 9 Desember 2025.
.
Sejumlah perusahaan yang merupakan anggota GAPKI diketahui telah memiliki praktik baik dalam penerapan K3 penggunaan bahan kimia.




Praktik ini tengah dikompilasi untuk disusun menjadi buku panduan praktis K3 bahan kimia, yang akan digunakan sebagai bahan kampanye dan rujukan bersama agar penggunaan bahan kimia dilakukan secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
.
Panduan K3 bahan kimia ini akan disusun lengkap. Mulai dari proses penerimaan bahan kimia di gudang, tata cara penyimpanan yang benar, penggunaan yang aman di lapangan, hingga prosedur pembilasan alat dan diri pekerja sebelum kembali ke rumah.


Seluruh tahapan tersebut harus dijalankan dengan disiplin, agar cita-cita "total safety, total healthy, dan total prosper" benar-benar terwujud.

Penulis adalah Sumarjono Saragih,Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM;Chairman Founder WISPO (Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil)

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Audit HGU Socfin Indonesia: Warisan Konsesi Kolonial yang Wajib Diperiksa Menyeluruh
Disnaker Labura Sambut Kehadiran PUK SPPN PT AIL
Semakin Menguat, SPPN Kini Hadir di Perusahaan Sawit PT. AIL Labura
Di Kabupaten Madina, Rapidin Simbolon Sentil Perkebunan Sawit
Keputusan MK: Sawit di Kawasan Hutan, Antara Perlindungan Masyarakat Adat dan Kepastian Usaha
Ada Tujuan Mulia yang Menjadi Latar Belakang Agenda Pelatihan yang Digelar Diklatsi IPS di Kampus UISU
komentar
beritaTerbaru