Rabu, 29 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Perkebunan Kelapa, Kopi, dan Aren Jadi Salah Satu Prioritas Pengembangan Pemprov Sumut

Hendrik Hutabarat - Jumat, 14 November 2025 11:35 WIB
Perkebunan Kelapa, Kopi, dan Aren Jadi Salah Satu Prioritas Pengembangan Pemprov Sumut
Internet
Pemprov Sumut bakal mengembangkan tiga subsektor perkebunan, termasuk perkebunan kelapa.
Medan, asatupro.com – Perkebunan kelapa menjadi salah satu strategi prioritas bagi pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk dikembangkan di masa depan sekaligus dengan fokus menjadikannya sebagai komoditas bernilai industri.

Selain kelapa, Pemprov Sumut juga bakal mengembangkan perkebunan kopi dan aren dengan semangat yang sama, yakni menjadikannya sebagai komoditas bernilai industri.

Tekad tersebut disampaikan oleh Gubernur Bobby Nasution saat memimpin rapat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Kelautan dan Perikanan di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (13/11/2025).

Mantan Walikota Medan ini bilang, apa yang direncanakan Pemprov Sumut itu sebagai bagian dari penyusunan strategi pengembangan kawasan unggulan daerah, dengan tiga sektor utama yang akan dikembangkan yakni perkebunan, perikanan, dan peternakan.

Baca Juga:

"Dengan fokus menjadikan semua komoditas yang dikembangkan itu menjadi bernilai industri," ucap menantu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT PP (Persero) Tbk Gencarkan Gerakan Penanaman 5.000 Pohon, Dukung Pembangunan BRT Mebidang Berwawasan Lingkungan
Polda Sumut-Kejati Sumut Teken MoU, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional Tanpa Praktik Transaksional
DPP HARI Apresiasi Restrukturisasi Direksi PDAM Tirtanadi, Soroti Penetapan Direktur Bisnis
PP MIO Indonesia Sahkan Kepengurusan Pimpinan Wilayah Sumut Periode 2026–2030
Terpilih Kembali Secara Aklamasi/Amanah, Guntur Syahputra Siap Pimpin PAC Pemuda Pancasila Medan Denai Periode 2026–2029
Puluhan Murid TK dan SD di Deliserdang Keracunan Makanan MBG, Pihak SPPG Dan Yayasan Diduga Lepas Tanggung Jawab
komentar
beritaTerbaru