Kamis, 09 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

BPDP dan PASPI Gelar Bedah Buku "Mitos vs Fakta Sawit Edisi Keempat" di UNAND Padang

Redaksi - Rabu, 17 September 2025 14:03 WIB
BPDP dan PASPI Gelar Bedah Buku "Mitos vs Fakta Sawit Edisi Keempat" di UNAND Padang
Dok. PASPI
Proses diskusi salam bedah buku "Mitos vs Fakta Sawit" yang digelar BPDP dan PASPI di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, Senin (15/9/2025).
Padang, asatupro.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) sukses menggelar kegiatan bedah buku bertajuk "Mitos vs Fakta Sawit" Edisi Keempat" di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND) Padang, Senin (15/9/2025).

Kegiatan diskusi ini, seperti keterangan resmi yang diterima Mediaperkebunan.id, Rabu (17/9/2025), bukan yang pertama kali digelar BPDP dan PASPI di UNAND.

Sebelumnya pada 2017, kegiatan seminar bedah buku "Mitos Fakta Sawit Edisi Ketiga" juga digelar di UNAND dan melahirkan sejumlah buah pemikiran dan masukan berbasis riset ilmiah yang kemudian dituangkan dalam proses updating buku edisi keempat.

Kegiatan itu melibatkan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEKTA) UNAND dan menghadirkan dua dosen yakni Hasnah SP Dip AgEc MEc PhD selaku Ketua Departemen SEKTA Prof Dr Ir Indra Dwipa MS selaku Dekan Fakultas Pertanian (Faperta).

Baca Juga:

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga dosen UNAND dari program studi yang berbeda sebagai pembedah buku, yaitu Prof Dr Ir Melinda Noer MSc (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian).

Kemudian, Prof Dr Ir Herviyanti MS (Dosen Prodi Ilmu Tanah), dan Dr Fadjar Goembira ST (Dosen Prodi Teknik Lingkungan). Kegiatan diskusi ini dimoderatori oleh Yuerlita SSi MSi PhD (Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian).

Para pelaku usaha sawit yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) cabang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) turut menghadiri kegiatan ini.

Baca Juga:

Buku "Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global" merupakan buah karya PASPI dari hasil observasi dan analisis isu-isu sawit berbasis data dan studi empiris.

Buku ini merangkum isu dan mitos sawit yang sering didiskusikan oleh masyarakat baik di Indonesia maupun level global. Isu sawit yang dibahas di buku ini meliputi isu sosial, ekonomi, gizi/kesehatan hingga lingkungan.

Dengan kompleksitas isi yang demikian, buku ini telah menjadi "pegangan" para pelaku sawit (petani dan korporasi), pemerintah, dan duta besar Indonesia di luar negeri untuk meng-counter kampanye hitam yang menyudutkan minyak dan mempromosikan nilai positif sawit.


Prof. Indra Dwipa dalam sambutannya bilang, industri sawit memberikan kontribusi positif dan manfaat yang dinikmati oleh masyarakat daerah hingga nasional.

Namun industri sawit nasional saat ini juga masih menghadapi berbagai tantangan seperti kampanye negatif hingga rendahnya keberterimaan ISPO di pasar global.

Harapannya kegiatan bedah dan diseminasi buku tersebut dapat menjadi forum ini bermanfaat dalam membangun informasi yang berimbang yang dapat memperkaya wawasan mahasiswa terkait sawit.

Sekaligus juga diharapkan kegiatan ini dapat menghasilkan masukan untuk mengisi gap substansi untuk memperkaya buku sehingga dapat lebih tajam dalam meng-counter kampanye negatif sawit.

Buku "Mitos vs Fakta Sawit Edisi Keempat, kata Prof Indra Dwipa, diharapkan juga menjadi solusi inovasi untuk menghadapi tantangan dalam pengelolaan industri sawit ke depan.

Kegiatan bedah dan diseminasi buku tersebut juga turut dihadiri oleh perwakilan BPDP yakni Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Helmi Muhansyah menyampaikan besarnya kontribusi industri sawit dalam perekonomian. Misalnya dalam neraca perdagangan Indonesia, sawit mampu mencetak devisa ekspor yang besar sehingga membuat neraca perdagangan non-migas surplus.

Implementasi program mandatori biodiesel (B40) di Indonesia juga mampu menyelematkan neraca migas dengan memperkecil defisit.

Informasi tersebut juga tertuang dan dielaborasi lebih komprehensif dalam Buku Mitos Fakta Sawit Edisi Keempat.

Hal ini juga menunjukkan bahwa buku Mitos Fakta Sawit tersebut bukan sekedar "omon-omon", buku ini mengandung banyak fakta dan data untuk meng-counter kampanye negatif sawit sekaligus untuk mempromosikan kebaikan sawit.

Membuka sesi diskusi, Dr Tungkot Sipayung selaku Direktur Eksekutif PASPI juga sepakat fakta yang disampaikan Helmi Muhansyah terkait besarnya kontribusi industri sawit pada perekonomian Indonesia.

Fakta tersebut juga turut dirasakan oleh masyarakat Sumbar yakni dengan berkembangnya pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang digerakkan oleh industri sawit seperti Pasaman Barat, Agam, dan Dharmasraya.

Dalam paparannya, Dr. Tungkot Sipayung selaku Ketua tim penyusun buku Mitos Vs Fakta Sawit juga memaparkan banyak fakta sawit misalnya minyak sawit bebas kolesterol dan mengandung banyak vitamin.

Kata dia, minyak sawit juga relatif lebih sustainable dibandingkan minyak nabati lain seperti hemat lahan, hemat emisi dan rendah kehilangan keragaman hayati atau biodiversity loss.

Fakta tersebut dapat digunakan untuk meng-counter isu kesehatan dan isu lingkungan yang selama ini telah lama disebarkan oleh pihak antisawit dengan non-price competition strategy yang bertujuan untuk merubah mindset konsumen.

Perubahan mindset yang menganggap sawit berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, kemudian tersebut kemudian akan tercermin preferensi anti-sawit yang membahayakan eksistensi industri sawit nasional, mengingat Indonesia merupakan "pemain utama" dalam pasar global.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Didukung BPDP dan Ditjenbun, PT CWE Tingkatkan SDM Petani Sawit Pasangkayu
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, Petani Sawit Aspek-PIR Sumut Bisa Ikut PSR
BULOG Sumut Sigap Sediakan Bapang Hadapi Berbagai Kemungkinan
Lewat Bedah Buku "Mitos vs Fakta Sawit", Mahasiswa Se-Jambi DIbekalI ilmu dari BPDP dan PASPI
komentar
beritaTerbaru