Minggu, 24 Mei 2026

Jargon Ini Bikin 111 Petani Sawit Aceh Semangat Menjalani Pelatihan Pengelolaan Kebun

Redaksi - Jumat, 12 September 2025 09:30 WIB
Jargon Ini Bikin 111 Petani Sawit Aceh Semangat Menjalani Pelatihan Pengelolaan Kebun
Dok. iPB Training
111 petani sawit asal Aceh Tamiang dan Aceh Timur serius mendengarkan paparan soal budidaya sawit. Pelatihan ini digelar oleh IPB Training dan didukung sepenuhnya oleh BPDP Kementerian Keuangan dan Ditjenbun Kementerian Pertanian.

Banda Aceh, asatupro.com - Percaya atau tidak, semangat belajar atau mengikuti sebuah pelatihan bisa semakin menguat karena ada jargon-jargon dari para pelatih atau trainer yang mampu membakar gairah para peserta untuk serius dalam pelatihan.

Enggak percaya? Lihat saja apa yang dilakukan oleh para trainer handal dari IPB Training saat menggelar kegiatan bertajuk "Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit" yang ditujukan bagi 111 petani asal Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur pada 8–12 September 2025 di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Saat itu, suasana pelatihan semakin semarak dengan pengenalan jargon: "Siap Belajar, Siap Berkembang – SDM Kuat, Sawit Gemilang". Jargon yang dilontarkan para trainer dari IPB Training tersebut benar-benar mampu menjadi penyemangat seluruh peserta.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (PKS) 2025, hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan), dan IPB Training.

Baca Juga:

Pelatihan ini, seperti keterangan resmi yang diterima para awak media, Jumat (12/9/2025), diikuti oleh empat angkatan (XI, XII, XVIII, XIX) dengan rincian 59 peserta dari Aceh Tamiang dan 52 peserta dari Aceh Timur.

Adapun materi yang diberikan meliputi persiapan benih, pengelolaan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).

Fokus utama pelatihan adalah meningkatkan keterampilan petani agar mampu menjaga produktivitas kebun secara berkelanjutan.

Baca Juga:

Acara pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh, Ir Cut Huzaimah MP; perwakilan Balai Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yakni Dr M Apuk Ismane; serta Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Kelapa Sawit Ditjenbun, Mula Putra SE, MSc.

Sementara itu, tim trainer IPB Training menghadirkan para pakar berpengalaman, di antaranya Dr Ir Haryadi, MS; Ir. Sri Hermawan; Prof. Dr. Ir. Suwardi, M.Agr; Ir. Sofyan Jaman, MP; Dr. Ir. Rully Anwar, MSi; serta Abdul Rosid, Amd, SE.

Dalam sambutannya, Dr Haryadi menekankan pentingnya penerapan tujuh aspek budidaya sawit berkelanjutan, mulai dari legalitas lahan, peningkatan produktivitas, atau pun kesinambungan

produksi.

Kemudian, ada juga praktik ramah lingkungan (sustainability), kemampuan melacak asal produk atau ketertelusuran (traceability), hingga profitabilitas yang mampu memberi nilai tambah ekonomi bagi petani.

"Pelatihan ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi petani untuk memperbaiki praktik budidaya agar lebih profesional, berorientasi mutu, dan berkelanjutan," ujar Haryadi.

Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi kelas, tetapi juga praktik langsung dan kunjungan lapang untuk melihat teknik pemilihan bibit unggul, pemeliharaan tanaman, serta pengendalian hama penyakit di kebun dan pembibitan.

Sebagai bagian dari rangkaian Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit, para peserta melakukan kunjungan lapang ke PT Agro Sinergi Nusantara (ASN), Kamis (11/9/2025).

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati langsung praktik budidaya di industri, mulai dari pembibitan hingga tanaman menghasilkan.

Kunjungan diawali pembukaan oleh Dudi Sumantri, Kabag Operasional PT ASN. Peserta kemudian dibawa ke area pembibitan untuk mempelajari seleksi bibit, pemeliharaan di pre nursery dan main nursery, serta cara membedakan bibit bersertifikasi dan non-sertifikasi.

Diskusi berlangsung aktif, terutama ketika peserta diajak mengidentifikasi contoh bibit yang kurang baik beserta penyebabnya.

Selanjutnya, di kebun tanaman menghasilkan, peserta diperlihatkan teknis panen yang efektif,

penanganan pascapanen, serta identifikasi OPT.

Mereka juga diajak mengamati interval panen, kerapatan tanaman, serta melakukan identifikasi kondisi tanaman secara berkelompok.

Kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan praktis petani mengenai pembenihan dan budidaya kelapa sawit, sekaligus memberikan gambaran nyata tentang praktik terbaik yang diterapkan industri.

"Kunjungan lapang ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan peserta, tetapi juga menjadi bekal untuk mengelola kebun secara lebih profesional, mandiri, dan berkelanjutan demi kemajuan sawit Indonesia," ujar salah satu

fasilitator.

Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan lapang disambut antusias. Peserta tampak aktif berdiskusi dengan tim praktisi dan menyerap pengalaman berharga mengenai pengelolaan

kebun sawit berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani sawit Aceh mampu mengelola kebun lebih efisien, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri kelapa sawit nasional.

Program ini juga menegaskan komitmen pemerintah dan mitra dalam menyiapkan SDM sawit yang unggul, tangguh, serta siap menghadapi tantangan global di sektor perkebunan.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wujudkan Visi Bupati TRK, Sekwil APKASINDO Aceh Bantu Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Berkat BPDP, PTPN 3, dan Dirjenbun, Petani Sawit Aspek-PIR Sumut Bisa Ikut PSR
Pasca Kunjungan Idul Fitri, Lapas Idi Laksanakan Razia Blok Hunian Warga Binaan
Tiga Masalah Menjadi Sorotan Aspek-PIR Sumut dan Mitra dalam Acara Buka Puasa Bersama
komentar
beritaTerbaru