Senin, 25 Mei 2026

Bupati Ondim Terima Penghargaan di Hotel Mewah Saat Warga Langkat Kesulitan Atasi Banjir

Hendrik Hutabarat - Sabtu, 29 November 2025 18:07 WIB
Bupati Ondim Terima Penghargaan di Hotel Mewah Saat Warga Langkat Kesulitan Atasi Banjir
Ist.
Bupati Ondim menerima penghargaan di dalam acara yang diselenggarakan BI KPw Sumut, Jumat (28/11/2025) malam.
Medan, asatupro.com - Bupati Langkat, Syah Affandin, atau yang akrab disapa Ondim, menerima penghargaan dari Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (28/11/2025) malam.

Penghargaan. Yang diterima Ondim tersebut diterima dalam acara "Penghargaan dan Apresiasi Mitra Kerja Dalam Rangka Pertemuan Tahunan BI 2025" yang digelar di Hotel Adimulia salah satu hotel mewah di kota Medan.

Penghargaan tersebut diterima oleh Ondim bersamaan dengan tidak adanya kepastian nasib warga Kabupaten Langkat dalam menghadapi dampak banjir bandang.

Dalam acara itu terlihat Ondim hadir mengenakan kemeja batik bewarna hitam. Dia tersenyum sumringah saat menerima penghargaan dari BI KPw Sumut.

Baca Juga:

Usai menerima penghargaan, Ondim ditemui sejumlah wartawan. Namun ia malah memilih pergi dengan jalan yang tergesa-gesa.

Sementara itu, warga Langkat sedang berjibaku bertahan di tempat-tempat pengungsian sejak Rabu (26/11) malam. Hujan lebat tak kunjung henti sejak Selasa (25/11) mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan Langkat.

Bahkan banjir itu menenggelamkan sebagian besar rumah warga. Ratusan warga mengungsi di masjid-masjid hingga di gedung-gedung bertingkat untuk bertahan hidup.

Baca Juga:

Banyak di antara warga mulai mengeluhkan tidak mendapatkan bantuan hingga terancam kelaparan. Akses menuju Langkat juga terputus, begitu juga dengan listrik serta jaringan telekomunikasi, sejak Kamis (27/11).

Setiap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, Personel Kodim hingga Polisi semuanya beralasan sedang fokus di lokasi bencana yang lain.

Salah seorang warga yang sedang bertahan di Masjid Istiqomah, Desa Teluk Bakung, Pematang Tengah, Tanjung Pura, Amelia Lubis mengaku terpaksa mengungsi ke mesjid tersebut.


Dia mengungsi bersama ibu dan anaknya yang masih berusia Sekolah Dasar (SD), dan para tetangganya sejak Rabu malam.

Proses pengungsian mereka itu dibantu oleh Said Abdilah selaku Kepala Dusun (Kadus) setempat menggunakan ban. Pasalnya air sudah masuk ke rumah sejak Pukul 20.00 WIB.

Esoknya, Kamis (27/11/2025), Amelia Lubis mengirimkan video yang menggambarkan situasi dan kondisi masjid, tempat mereka mengungsi.

Namun, pada Rabu malam handphone selularnya sudah tidak aktif dan kembali aktif pada Sabtu (29/11/2025)


"Enggak ada bantuan satupun kak, kami aja udah terancam masih di mesjid. Mamak (ibu kandungnya, red) udah gak enak badannya," ujarnya kepada para wartawan melalui handphone.

Sebelumnya, banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Langkat hingga, Kamis masih belum surut. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sepanjang malam membuat luapan air semakin meluas.

Tercatat sembilan kecamatan terdampak banjir, meliputi Besitang, Pematang Jaya, Brandan Barat, Sei Lepan, Babalan, Tanjung Pura, Batang Serangan, Padang Tualang, dan Gebang. Wilayah Besitang dan Brandan Barat menjadi lokasi terparah.

Ribuan rumah terendam dengan ketinggian air mencapai dua meter. Di Kecamatan Besitang, sebagian rumah bahkan hanya menyisakan bagian atap. Kantor Koramil 14 Besitang pun ikut terendam hingga bagian atap.

Banyak warga yang bertahan di atap rumah atau mengungsi ke dataran lebih tinggi.
Akses transportasi turut lumpuh. Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada jalur Medan-Aceh tidak dapat dilalui karena ketinggian air mencapai dua meter, membuat jalan berubah menjadi seperti sungai.

Sejumlah perahu dan sampan nelayan hilir mudik mengevakuasi warga di jalur tersebut. Ratusan warga diperkirakan masih terjebak di rumah masing-masing.


Kondisi diperparah dengan listrik padam dan hilangnya sinyal komunikasi, sehingga menyulitkan koordinasi.

Tragedi juga terjadi di Kecamatan Babalan. Dua anak berusia 2 dan 5 tahun meninggal dunia setelah mobil yang ditumpangi bersama kakeknya terperosok dan terguling ke parit saat berusaha menghindari banjir. Peristiwa itu terjadi, Rabu (26/11) sore.

Hingga kini, belum ada data resmi dari Pemerintah Kabupaten Langkat terkait jumlah warga dan rumah yang terdampak banjir. Kepala BPBD Kabupaten Langkat belum memberikan respons saat dihubungi.

Sumber
:
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah : BI Jangan Tutup Mata dan Telinga
Kemudahan Era Digitalisasi, Pemkab Dairi Kolaborasi Dengan Kantor Perwakilan BI Sumut Bayar Pajak Dengan QRIS
Bank Indonesia Resmi Berikan Izin Usaha Kepada ICDX dan ICH
Memasuki Bulan ke Tiga Musibah Banjir Bandang Aceh, Kondisi Masih Sangat Memprihatinkan
Huntara dari Danantara bagi Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Bakal Diresmikan Presiden Prabowo Subianto
Perhimpunan Marga Nasution di Deli Serdang Bantu Korban Banjir Bandang di Madina
komentar
beritaTerbaru