Kamis, 20 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri

Zulhamdani Napitupulu - Kamis, 20 Agustus 2026 12:12 WIB
Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri
Dukung Pertanian Organik, Universitas Udayana Dampingi Petani Subak Timbul Produksi Pupuk Mandiri.

Gianyar, Bali,asatupro.com-Komitmen mendukung pertanian berkelanjutan terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan kelompok tani. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Udayana melaksanakan program penguatan kapasitas pertanian organik bagi petani di Subak Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (3/8/2026).

Program ini tidak hanya menghadirkan sosialisasi dan pelatihan teknis, tetapi juga menyerahkan hibah peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG) guna membantu petani memproduksi pupuk organik secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam Program Pengabdian Masyarakat Pemula Tahun Anggaran 2026.

Melalui program ini, Universitas Udayana berupaya memperkuat implementasi sistem pertanian organik yang telah dikembangkan para petani di Subak Timbul. Para peserta mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk organik, baik kompos padat maupun pupuk organik cair (POC), dengan pendampingan langsung dari narasumber ahli pertanian, Dr. Dewa Gede Wiryangga Selangga, S.P., M.Si.

Baca Juga:

Dalam sesi praktik, petani diajarkan mengolah limbah organik yang tersedia di sekitar kawasan subak menjadi pupuk bernilai guna. Mereka mempelajari cara mengoperasikan mesin pencacah sampah organik, mencampur bahan baku dengan dedak bekatul dan bio-aktivator EM4, hingga melakukan pengujian kualitas kompos yang dihasilkan.

Untuk mendukung proses budidaya yang lebih modern, tim pengabdi juga memperkenalkan penggunaan soil sensor 8 in 1, sebuah perangkat digital yang mampu mengukur berbagai parameter penting kualitas tanah dan kompos secara cepat dan akurat di lapangan.

Selain pendampingan teknis, Tim PkM Universitas Udayanaturut menyerahkan sejumlah peralatan Teknologi Tepat Guna kepada Kelompok Subak Timbul, meliputi mesin pencacah sampah organik, drum komposter berkapasitas 200 liter, soil sensor 8 in 1, timbangan, drum penampung, terpal, bio-aktivator EM4, serta dedak bekatul sebagai bahan pendukung produksi pupuk organik.

Baca Juga:

Ketua Tim Pengabdian Universitas Udayana, Wafa' Nur Hanifah, S.P., M.P., menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun kemandirian petani dalam memenuhi kebutuhan pupuk organik sekaligus menekan biaya produksi pertanian.

"Tujuan pengabdian ini adalah mendukung petani agar mampu menyediakan kebutuhan pupuk secara mandiri sehingga sistem pertanian organik di Subak Timbul semakin kuat. Ke depan, kami akan terus melakukan pendampingan berkala untuk memantau kualitas pupuk yang dihasilkan," ujar Wafa'.

Penyerahan bantuan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan penyerahan simbolis peralatan hibah dari Ketua Tim Pengabdian kepada Ketua Subak Timbul, I Ketut Supatya, yang disaksikan oleh dosen, mahasiswa Universitas Udayana, serta para petani setempat.

Ketua Subak Timbul, I Ketut Supatya, mengapresiasi dukungan yang diberikan Universitas Udayana. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi kelompok tani dalam mengembangkan pertanian organik secara mandiri.

"Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan alat dan pendampingan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang mengembangkan pertanian organik. Dengan adanya peralatan ini, kami berharap para petani mampu memproduksi pupuk sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar," katanya.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dukungan Kemendiktisaintek, program Pengabdian kepada Masyarakat ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya kemandirian pupuk organik di Subak Timbul, meningkatkan efisiensi biaya budidaya, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Gianyar.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Universitas Udayana Perkuat Pembelajaran Pupuk Organik Cair di P4S Kadek Organic Farm
Ini Reaksi Petani Sawit Sergai Melihat BrondoClean Persembahan Tim PKM ITSI Medan
Didukung Pemerintah, ITSI Medan Ciptakan BrondoClean untuk Petani Sawit
KPKM-RI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Transformasi UMKM Katering, Tim PKM Undhira Terapkan Inovasi Produksi hingga Zero Waste di UD. Lelli Sporty.
komentar
beritaTerbaru