Sabtu, 22 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jaga Stabilitas Negara Tanpa Provokasi

Zulhamdani Napitupulu - Sabtu, 22 Agustus 2026 06:06 WIB
Rawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa, Jaga Stabilitas Negara Tanpa Provokasi
ANGGIAT ANDREAS PURWANTO, Koordinator Daerah DKI Jakarta, Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI).

Jakarta,asatupro.com-Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI) DKI Jakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah dinamika sosial dan berbagai perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat, seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan sikap dewasa, saling menghormati, serta menjaga suasana tetap aman, damai, dan kondusif.

Koordinator Daerah DKI JakartaGPPMI, Anggiat Andreas Purwanto, menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk saling memecah belah, menyebarkan kebencian, ataupun melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

"Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia. Kita boleh berbeda pilihan, berbeda pendapat, dan berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut dimanfaatkan untuk memprovokasi masyarakat dan memecah persaudaraan," ujar Anggiat Andreas Purwanto.

Baca Juga:

GPPMI DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, provokasi, hoaks, maupun narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan keresahan dan konflik di tengah masyarakat.

Kritik dan aspirasi masyarakat tetap memiliki tempat dalam negara demokrasi. Namun, penyampaian kritik harus dilakukan secara santun, konstruktif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan hukum, tanpa mengarah pada kekerasan maupun tindakan yang merugikan masyarakat luas.

GPPMI DKI Jakarta menyerukan:

Baca Juga:
  1. Menjaga persatuan dan kesatuan serta memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika.
  2. Menolak segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah masyarakat.
  3. Tidak menyebarkan berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, maupun informasi yang belum terverifikasi.
  4. Mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
  5. Menyampaikan kritik dan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab.
  6. Mengajak generasi muda menjadi pelopor persatuan dan perdamaian.
  7. Bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial demi kepentingan masyarakat dan bangsa.

"Jangan beri ruang bagi pihak mana pun yang ingin memanfaatkan perbedaan untuk memecah persatuan. Mari kita jaga Indonesia dengan sikap tenang, kritis, dan bertanggung jawab. Persatuan bukan berarti harus selalu sepakat, tetapi bagaimana kita tetap menghormati satu sama lain meskipun memiliki perbedaan," tegas Anggiat.

GPPMI DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong gerakan kepemudaan yang mengedepankan persatuan, kepedulian sosial, dialog, dan penyampaian aspirasi secara damai demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, adil, dan kondusif.

ANGGIAT ANDREAS PURWANTO
Koordinator Daerah DKI Jakarta
Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Indonesia (GPPMI)

"Berbeda Bukan Berarti Terpecah. Bersatu untuk Indonesia yang Aman, Damai, dan Bermartabat."

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ditolak Terbit KTP-el Meski Mengantongi SKPWNI, Warga Pertanyakan Kejelasan Status Kependudukan di Batam
Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
HM Nezar Djoeli Minta KPK Kedepankan Fakta Hukum, Hindari Opini yang Berpotensi Membunuh Karakter Menhut Raja Juli Antoni
BGN Evaluasi Dapur MBG di Karo, Bakal Tiru Test Chemical SPPG Polri
81 Tahun Indonesia Merdeka : Momentum Evaluasi Total Prabowo-Gibran
Wali Kota Medan Rico Waas Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada Kadis Kominfo Arrahmaan Pane di Momen HUT ke-81 RI
komentar
beritaTerbaru