Fakta di CCTV Berbeda! Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Penyidik Tetapkan CAM sebagai Tersangka
Fakta di CCTV Berbeda! Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Penyidik Tetapkan CAM sebagai Tersangka
Peristiwa
Jakarta,asatupro.com-Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menyatakan dukungan penuh organisasinya terhadap pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Dies Natalis ke-72 GMNI bertema "Menyulam Persatuan, Menggerakkan Perubahan Bangsa" di Jakarta, 19 April 2026.
"Jika seorang aktivis dibakar karena bertanya soal undang-undang, apakah demokrasi kita masih sehat? Jika pengadilan yang mengadili prajurit tertutup dari pengawasan sipil, apakah keadilan yang kita harapkan itu sungguh bisa datang?" ujar Sujahri Somar.
Ia menambahkan bahwa GMNI menyampaikan solidaritas penuh kepada Andrie Yunus dan mendesak proses hukum berjalan secara transparan. "Kami menegaskan: peradilan militer tidak boleh menjadi benteng yang melindungi pelaku dari kebenaran," tegasnya.
Baca Juga:
Menanggapi kasus tersebut, GMNI secara tegas mendorong pembentukan TGPF independen sebagai langkah konkret untuk mengungkap seluruh fakta di balik serangan yang dinilai terencana itu. Dukungan ini selaras dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab, di mana Presiden menyebut kasus penyiraman air keras ini sebagai tindakan terorisme dan biadab yang harus diusut tuntas hingga ke aktor intelektual—siapa yang menyuruh dan siapa yang membayar.
Prabowo juga menjamin tidak akan melindungi aparat negara yang terlibat serta terbuka mempertimbangkan pembentukan tim independen untuk mengungkap kebenaran secara objektif.
Dalam konteks yang sama, GMNI juga menyampaikan pandangan agar TNI tetap fokus pada tugas konstitusionalnya yaitu pertahanan negara. GMNI menekankan pentingnya TNI tidak terlibat dalam mendukung pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disoroti karena adanya laporan kasus kekerasan dan intimidasi oleh oknum tentara dalam pengawasan PSN di beberapa wilayah, seperti intimidasi terhadap masyarakat adat di Proyek Food Estate Merauke (Papua Selatan) dan bentrok penggusuran di Proyek Rempang Eco City yang melibatkan aparat keamanan.
Baca Juga:
Sujahri Somar menegaskan dua sikap utama GMNI:
Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI. Dalam pidato yang sama, GMNI juga menyampaikan pandangan tentang berbagai isu nasional lainnya, termasuk RUU Sisdiknas, geopolitik, dan RUU Penanggulangan Disinformasi, sambil menegaskan komitmennya sebagai kekuatan stabilisasi demokrasi yang kritis namun bertanggung jawab.
Fakta di CCTV Berbeda! Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Penyidik Tetapkan CAM sebagai Tersangka
Peristiwa
Polda SumutKejati Sumut Teken MoU, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional Tanpa Praktik Transaksional
Medan
Silaturahmi &039FAHMI&039 Bersama Channel88 Advertising, Perkuat Sinergi Advokat Media dan Dunia Usaha
Medan
Batubara,asatupro.comPanitia Khusus (Pansus) Plasma DPRD Kabupaten Batubara terus mengintensifkan pembahasan terkait pelaksanaan kewajiban
Daerah
Eks Ketua Komisioner OJK dan Gubernur BI Mundur, DPC GMNI Jakarta Timur Ketidakmampuan Pemerintah PrabowoGibran dan Menolak Lupa Deklarasi
Peristiwa
Medan,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berpartisipasi sebagai narasumber dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselen
Pendidikan
Deli Serdang,asatupro.comKomisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melalui Komisioner KPPU, Rhido Jusmadi, didampingi Kepala Kantor Wilayah I
Ekonomi
Penasehat Hukum Hans Silalahi Tegaskan Langkah Akan Laporkan Akun TikTok Joniar Nainggolan ke Polda Sumut Terkait Dugaan Sebarkan Berita
Peristiwa
Gebrakan Awal Pekan Kepala BGN Sudaryono Copot Ratusan Pegawai Bermasalah Demi Perbaikan Tata Kelola
Nasional
HUT Pembina Ferdy Sanjaya Sembiring, DPC GRIB Jaya Kota Medan Gelar Doa dan Syukuran Bersama Ratusan Anak Yatim
Medan