Jumat, 17 April 2026
Selmat Idul Fitri 1447 Hijriah

Sumut Dilanda Bencana Alam: 10 Orang Meninggal, 2.393 KK Terdampak

Zulhamdani Napitupulu - Rabu, 26 November 2025 13:41 WIB
Sumut Dilanda Bencana Alam: 10 Orang Meninggal, 2.393 KK Terdampak
Pohon kayu dan material longsor menutupi jalan dan pemukiman warga di Kabupaten Tapteng.

Medan,asatupro.com-Bencana alam yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) menyebabkan korban jiwa dengan 10 orang dilaporkan meninggal dunia dan membuat 2.393 kepala keluarga terdampak. Bencana banjir, longsor dan banjir bandang ini melanda 6 daerah di Sumut.

Bencana alam di Sumut ini, tersebar 6 Kabupaten/Kota, yakni Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dan Kabupaten Nias.

Berdasarkan data diperoleh dari Polda Sumut, bahwa tercatat terjadi 20 kejadian bencana alam tersebar di 6 Kabupaten/Kota di Sumut ini dengan perincian 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.

"Peristiwa bencana alam ini, menyebabkan 19 warga menjadi korban, dengan rincian 10 orang meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 orang masih dalam pencarian," sebut Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, Rabu 26 November 2025.

Baca Juga:

Ferry menjelaskan bencana alam ini, juga berdampak dengan kerusakan juga cukup luas, yaitu 2.393 kepala keluarga atas terdampak kerusakan rumah dan 445 warga harus mengungsi, sementara sejumlah akses jalan utama masih tertutup material longsor.


Polda Sumut mengerahkan 4 SSK Brimob, termasuk sejumlah SST yang bergerak menuju lokasi-lokasi terdampak untuk evakuasi, SAR, serta pengaturan lalu lintas. Namun, beberapa tim harus melalui medan berat sehingga perjalanan memakan waktu lebih lama.

Di sisi lain, bantuan tambahan berupa Tim Dokkes, Tim TI, dan pasukan Samapta turut digeser untuk memperkuat layanan kesehatan, pendataan, dan koordinasi komunikasi di lapangan.

Baca Juga:

Lanjut, Ferry mengungkapkan bahwa Polri tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga mengedepankan keselamatan tim serta masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa Polda Sumut terus berkoordinasi dengan BPBD, Basarnas, dan TNI untuk mengoptimalkan proses pencarian dan pemulihan situasi.

"Setiap laporan yang masuk langsung ditindaklanjuti. Tim di lapangan bekerja siang dan malam. Fokus kami adalah memastikan seluruh warga selamat, serta memastikan akses vital segera dibuka kembali," ungkap Ferry.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Resmi Membuka Penerimaan Bintara Khusus Penerangan Tahun Anggaran 2026
Propam–SLOG Mabes Polri Periksa Senpi di Polda Sumut, Tegaskan Disiplin dan Akuntabilitas Anggota
Muhri Fauzi Hafiz Soroti Pelaporan Jusuf Kalla: “Ada Apa dengan Semangat Toleransi?”
Polda Sumut Ungkap Peredaran 2 Kg Sabu dan 2.000 Butir Ekstasi, Seorang Oknum Guru Ditangkap
Jaksa Agung Rotasi 14 Kepala Kejaksaan Tinggi, Termasuk Sumatera Utara
Brimob Poldasu Meluncur ke Lokasi Kebakaran di Brayan Bengkel
komentar
beritaTerbaru