Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang: Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Peristiwa
Medan,asatupro.com-Kemajuan teknologi informasi yang pesat menjadi tantangan sekaligus tuntunan bagi umat Islam untuk lebih cermat dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial. Hal ini disampaikan oleh Ustaz Mansyur Daus Lubis, S.Pd.I, dalam ceramahnya terkait literasi media dan dampaknya terhadap akidah umat.
Menurutnya, perbedaan latar belakang pendidikan umat Islam menyebabkan beragam cara dalam menanggapi informasi digital.
Ia mengutip klasifikasi yang pernah disampaikan oleh Khalifah Umar bin Al Khattab RA, bahwa umat Islam terbagi dalam empat kelompok saat merespons berita keagamaan dan sosial yakni (1) Mereka yang memahami Islam dan agama lain, (2) Mereka yang memahami Islam tetapi tidak memahami agama lain, (3) Mereka yang tidak memahami Islam namun memahami agama lain, (4) Mereka yang tidak memahami Islam dan juga tidak memahami agama lain.
"Kelompok pertama adalah yang paling ilmiah dan membawa maslahat. Mereka inilah yang seharusnya menjadi panutan dalam menyikapi informasi. Tiga kelompok lainnya justru berpotensi menimbulkan mafsadat atau kerusakan," ungkap Ustaz Mansyur.
Baca Juga:
Ia menyoroti fenomena terbaru saat serangan militer Iran terhadap Israel terjadi. Banyak umat Islam di Indonesia memberikan dukungan kepada Iran tanpa memahami secara mendalam latar belakang ideologi negara tersebut.
"Sebagian umat menilai Iran sebagai negara Islam pemberani yang membela Palestina. Padahal, mayoritas ulama sepakat bahwa Iran bukan negara dengan mayoritas Sunni, melainkan Syiah," tegasnya.
Kekeliruan dalam memahami perbedaan ini, lanjut Ustaz Mansyur, timbul karena kurangnya literasi keagamaan di kalangan umat Islam, khususnya terkait ajaran Syiah.
Baca Juga:
Ia mengingatkan bahwa ketidaktahuan ini bisa menimbulkan tujuh dampak serius. (1), Yang batil mengalahkan yang hak, (2) Merosotnya kepercayaan sesama umat Islam, (3) Timbulnya intoleransi internal, (4) Rapuhnya persatuan umat, (5) Perpecahan antar sesama Muslim, (6) Salah dalam menempatkan cinta karena Allah, (7) Musuh dianggap kawan, kawan dianggap musuh.
Ustaz Mansyur mengimbau para dai dan tokoh agama agar memperkuat dakwah berbasis literasi dan diskusi ilmiah. Hal ini dianggap penting untuk mencegah terjadinya salah paham yang membahayakan akidah dan persatuan umat Islam.
"Para dai harus menjadi cahaya pencerah di tengah derasnya informasi, agar umat tidak terjebak pada penilaian emosional yang tidak berpijak pada ilmu," pungkasnya.
Skandal Hiburan Malam Bukit Lawang Desakan Audit Perizinan dan Potensi Pelanggaran Tata Ruang Kawasan Wisata
Peristiwa
Polres Karo Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung di Desa Sukatepu
Peristiwa
PT Toba Surimi Industries (PT PSI) Gugat Bank Mandiri, OJK Provinsi Sumatera Utara Diminta Buka Suara
Peristiwa
Sesuai laporan masyarakat Polsek Gunung Malela dan Tim Inafis tangani Temuan Wanita Meninggal di Perkebunan PTPN IV
Peristiwa
Hinca Panjaitan Desak APH Ungkap Tuntas Dugaan Gudang BBM Ilegal di Medan Utara
Hukrim
SATPAS Binjai Disorot DIDUGA Tanpa Ujian Teori dan Praktik, Pemohon SIM KeluarMasuk Dalam Waktu Singkat
Peristiwa
Gubernur Bobby Pastikan Penanganan Banjir Jalan Letda Sujono Dimulai 2027
Medan
Tentang Dugaan Penyimpangan dan Kecelakaan Kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Serta Tuntutan Hukum Terhadap PT Evyap Sabun
Peristiwa
Judi Tembak Ikan Mereka AB Kuasai Deliserdang, Muncul Isu Dugaan Setoran ke Oknum Aparat Polresta
Hukrim
&ldquoEkonomi Lagi Sulit&rdquo Ratusan Pedagang P3S Serbu DPRD Dairi Tolak Kenaikan ILP Sepihak
Peristiwa