Minggu, 07 Juni 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk

Redaksi - Sabtu, 21 Februari 2026 14:16 WIB
Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk
Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk

Medan,asatupro.com-Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H.M. Nezar Djoeli, S.T., menilai spanduk yang menyerukan penurunan Wali Kota Medan di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Medan, adalah "Provokatif," menurutnya hal itu bukan murni gerakan mahasiswa.
H.M. Nezar Djoeli, S.T., menduga ada pihak tertentu yang mendalangi sehingga dinamika tersebut terjadi.

"Spanduk-spanduk itu terlihat tercetak rapi, tertata masif, dan membutuhkan biaya besar, baik cetak dan memasangnya. Saya tidak yakin itu murni inisiatif adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada indikasi aktor intelektualnya di balik layar yang memanfaatkan situasi ini," ujar Nezar, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, isi spanduk bukan lagi kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada serangan personal terhadap wali kota. Hal itu dinilai tidak mencerminkan etika kritik yang sehat dalam demokrasi.

Kritik seharusnya pada kebijakan dan kinerja institusi, bukan pada hal-hal personal yang bernuansa penghinaan. Ini berpotensi memecah belah masyarakat Kota Medan," tegasnya.

Baca Juga:

Nezar juga mengingatkan bahwa masa jabatan Wali Kota Medan saat ini belum genap satu periode, bahkan baru satu tahun berjalan.

"Menjadi walikota dan wakil walikota bukan bisa langsung revolusi ubah segala sesuatu dengan asal, perlu proses dan perencanaan dan waktu. Saya pikir publik, khususnya kalangan mahasiswa, dapat memberi ruang bagi pemerintah kota untuk bekerja sebelum menjatuhkan penilaian yang terlalu dini," ujarnya.

"Kita harus objektif. Belum genap setahun menjabat, sudah ada beberapa capaian yang patut diapresiasi, seperti pengendalian banjir berbasis lingkungan hingga peningkatan pendapatan daerah yang mulai terlihat," katanya.

Baca Juga:

Di bulan suci Ramadan, Nezar mengajak mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya tampil dengan argumentasi dan solusi, bukan emosi dan provokasi.

"Saya minta adik-adik mahasiswa bersabar, memperkuat dialog, dan tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral," ujarnya.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang diduga membiayai pembuatan spanduk tersebut agar lebih bijak dalam menggunakan dana.

"Kalau memang ada yang punya kelebihan rezeki untuk mencetak spanduk sebanyak itu, lebih baik disalurkan untuk membantu fakir miskin di bulan Ramadan. Itu jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat," kata Nezar.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Diduga Menantang APH! Lapak Judi AHING di Lubuk Pakam Terus Beroperasi, Warga Resah Ekonomi Keluarga Berantakan!
Temuan Ganja 6,8 Kilogram, Cermin Buruk Pengelolaan Laspas Kelas IIB Padangsidimpuan
Muhri Fauzi Hafiz Ajak Umat Islam Kawal Program Wajib Halal 2026: Jangan Sekadar Kejar Sertifikat
Kabid Humas "PAM Berlapis diterjunkan Unit K-9 Poldasu di Kejuaraan AFF U 19 di Medan"
Poldasu Kerahkan Pengamanan Terpadu ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di Stadion Teladan Medan
Poldasu dan BNNP Sumut Razia Lokasi Hiburan Malam di Kota Medan
komentar
beritaTerbaru