Sabtu, 25 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk

Redaksi - Sabtu, 21 Februari 2026 14:16 WIB
Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk
Nezar Djoeli: Ini Bukan Murni Gerakan Mahasiswa, Ada yang Main di Balik Spanduk

Medan,asatupro.com-Tokoh masyarakat Sumatera Utara, H.M. Nezar Djoeli, S.T., menilai spanduk yang menyerukan penurunan Wali Kota Medan di sejumlah ruas jalan yang ada di Kota Medan, adalah "Provokatif," menurutnya hal itu bukan murni gerakan mahasiswa.
H.M. Nezar Djoeli, S.T., menduga ada pihak tertentu yang mendalangi sehingga dinamika tersebut terjadi.

"Spanduk-spanduk itu terlihat tercetak rapi, tertata masif, dan membutuhkan biaya besar, baik cetak dan memasangnya. Saya tidak yakin itu murni inisiatif adik-adik mahasiswa Cipayung Plus, ada indikasi aktor intelektualnya di balik layar yang memanfaatkan situasi ini," ujar Nezar, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, isi spanduk bukan lagi kritik kebijakan, melainkan sudah mengarah pada serangan personal terhadap wali kota. Hal itu dinilai tidak mencerminkan etika kritik yang sehat dalam demokrasi.

Kritik seharusnya pada kebijakan dan kinerja institusi, bukan pada hal-hal personal yang bernuansa penghinaan. Ini berpotensi memecah belah masyarakat Kota Medan," tegasnya.

Baca Juga:

Nezar juga mengingatkan bahwa masa jabatan Wali Kota Medan saat ini belum genap satu periode, bahkan baru satu tahun berjalan.

"Menjadi walikota dan wakil walikota bukan bisa langsung revolusi ubah segala sesuatu dengan asal, perlu proses dan perencanaan dan waktu. Saya pikir publik, khususnya kalangan mahasiswa, dapat memberi ruang bagi pemerintah kota untuk bekerja sebelum menjatuhkan penilaian yang terlalu dini," ujarnya.

"Kita harus objektif. Belum genap setahun menjabat, sudah ada beberapa capaian yang patut diapresiasi, seperti pengendalian banjir berbasis lingkungan hingga peningkatan pendapatan daerah yang mulai terlihat," katanya.

Baca Juga:

Di bulan suci Ramadan, Nezar mengajak mahasiswa untuk mengedepankan cara-cara dialogis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menilai mahasiswa sebagai kelompok intelektual seharusnya tampil dengan argumentasi dan solusi, bukan emosi dan provokasi.

"Saya minta adik-adik mahasiswa bersabar, memperkuat dialog, dan tetap menjaga marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan moral," ujarnya.

Ia juga menyinggung pihak-pihak yang diduga membiayai pembuatan spanduk tersebut agar lebih bijak dalam menggunakan dana.

"Kalau memang ada yang punya kelebihan rezeki untuk mencetak spanduk sebanyak itu, lebih baik disalurkan untuk membantu fakir miskin di bulan Ramadan. Itu jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat," kata Nezar.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kepala BGN Minta Seluruh Petugas SPPG Bekerja dengan Hati, Bung Joe Sidjabat: Jangan Hanya Jadi Slogan, Buktikan dengan Tanggung Jawab di Lapangan!
Diiringi Dukungan Solid Pengurus Ranting, Guntur Sahputra Resmi Daftar dan Jadi Calon Tunggal Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Denai
Lahan Dipakai Pembangunan Sekolah Rakyat, Risman Pakpahan Warga Sipirok Minta Ganti Rugi Ke Kemensos RI
Investigasi Dugaan Keracunan Makanan Program MBG di 2 Sekolah, Pihak SPPG Lalang Sunggal Terkesan Menghindar Saat Dikonfirmasi
Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan
AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus
komentar
beritaTerbaru