Polres Tapteng Redam Potensi Tawuran Remaja di Rusunawa Pandan, Sebilah Parang Disita
Tapteng, asatupro.comPersonel Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat meredam potensi bentrokan antarkelompok remaja nyaris pecah d
Hukrim
Medan,asatupro.com-Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pinjaman, baik dari perbankan maupun fintech, keberadaan debt collector menjadi hal yang tak terpisahkan.
Namun, metode penagihan yang dilakukan sering kali menimbulkan pertanyaan serius: apakah debt collector boleh mengancam debitur?
Pertanyaan ini penting, terutama karena tidak sedikit masyarakat yang mengaku mengalami intimidasi saat proses penagihan utang berlangsung. Kita akan mengulas secara jelas dari sisi hukum, etika, dan perlindungan konsumen.
Baca Juga:
Debt Collector dan Batasan Hukumnya
Secara umum, debt collector atau penagih utang diperbolehkan menjalankan tugasnya untuk menagih kewajiban debitur. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh dilakukan secara sembarangan, apalagi dengan cara-cara yang mengandung ancaman, tekanan, atau kekerasan baik verbal maupun fisik.
Dalam praktik hukum di Indonesia, tindakan mengancam dapat dikategorikan sebagai pelanggaran pidana. Hal ini merujuk pada aturan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait perbuatan tidak menyenangkan, pemerasan, atau ancaman.
Baca Juga:
Seorang praktisi hukum, dalam sebuah wawancara, menyatakan: "Penagihan utang itu sah, tetapi metode yang digunakan harus sesuai hukum. Jika ada unsur intimidasi, apalagi ancaman, itu sudah masuk ranah pidana," jelasnya.
Regulasi yang Mengatur Penagihan
Untuk sektor jasa keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menetapkan aturan ketat terkait tata cara penagihan. Beberapa poin penting yang wajib dipatuhi debt collector antara lain:
Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat berujung pada sanksi administratif hingga pidana.
Psikologis pada Debitur
Selain aspek hukum, cara penagihan yang agresif juga dapat berdampak pada kondisi mental debitur. Tekanan berlebih bisa memicu stres, kecemasan, bahkan gangguan psikologis.
Seorang konsultan keuangan menyebutkan: "Masalah utang memang serius, tapi penyelesaiannya tidak boleh menimbulkan trauma. Pendekatan persuasif justru lebih efektif dalam jangka panjang."
Langkah yang Bisa Dilakukan Jika Mengalami Ancaman
Jika Anda merasa diintimidasi oleh debt collector, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Debt collector tidak diperbolehkan mengancam dalam proses penagihan utang. Meskipun mereka memiliki kewenangan untuk menagih, cara yang digunakan harus tetap sesuai hukum dan etika. Perlindungan terhadap debitur menjadi prioritas, sehingga segala bentuk intimidasi dapat diproses secara hukum.
Dengan memahami hak dan kewajiban masing-masing pihak, konflik dalam penagihan utang dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan sistem keuangan yang lebih sehat dan manusiawi.
Tapteng, asatupro.comPersonel Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) bergerak cepat meredam potensi bentrokan antarkelompok remaja nyaris pecah d
Hukrim
Langkat,asatupro.comKegiatan lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke128 Tahun 2026 berthemakan TMMD Satukan Langkah, Mem
Daerah
Medan, asatupro.com Sejumlah pelajar dari dua sekolah menengah pertama (SMP) di kota Medan melakukan kunjungan ke kantor dan pergudangan m
Pendidikan
Medan, asatupro.comDugaan penyalahgunaan identitas badan usaha kembali mencuat di Sumatera Utara. PT Vici Albaroqah Semesta (PT VAS) melapo
Hukrim
Kabanjahe,asatupro.comDalam 100 hari pertama tahun 2026, Polres Karo dibawah pimpinan Kapolres AKBP Pebriandi Haloho, S.H, S.I.K, M. Si, me
Hukrim
Langkat,asatupro.comKodim 0203/Langkat mulai melaksanakan pembangunan jembatan gantung sepanjang 40 meter yang menghubungkan Lingkungan VII
Daerah
Dairi,asatupro.comSat Narkoba Polres Dairi bersama Polsek Tigalingga menangkap bandar narkoba selama ini beroperasi di Desa Pamah Kecamatan
Hukrim
Apakah Debt Collector Boleh Mengancam? Ini Fakta Hukum Wajib Diketahui Debitur
Lifestyle
Langkat,asatupro.comKegiatan lintas sektoral TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD ) ke128 Tahun 2026 berthemakan TMMD Satukan Langkah, Mem
Daerah
Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, secara resmi membuka kegiatan Banda Aceh Experience (City Expo) di Lapangan Blang Padang.
Daerah