Minggu, 01 Maret 2026
Menyambut Puasa

Kejari Medan Tetapkan Dua Kadis Pemko Jadi Tersangka Korupsi Medan Fashion Festival

Redaksi - Kamis, 13 November 2025 14:45 WIB
Kejari Medan Tetapkan Dua Kadis Pemko Jadi Tersangka Korupsi Medan Fashion Festival
Foto: Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Medan Benny Iskandar Nasution diboyong Kejari Medan.

Medan,asatupro.com-Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menetapkan dua kepala dinas (Kadis) di Medan sebagai tersangka kasus korupsi pada kegiatan Medan Fashion Festival (MFF) tahun 2024. Keduanya adalah Kadis Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Medan,Benny Iskandar Nasution dan Kadis Perhubungan Medan Erwin Saleh.

"Terkait penanganan tindak pidana korupsi pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Kota Medan untuk kegiatan Medan Festival yang mana kegiatan itu dilaksanakan tahun 2024, hari ini kita melakukan tindakan penahanan terhadap Kepala Dinas Koperasi yaitu inisial BI dan satu lagi yang kita pelaksana kegiatan inisial MH Direktur CV Global Mandiri," kata Kajari Medan Fajar Syah Putra, Kamis (13/11/2025).

Kejari Medansendiri telah menetapkan tiga tersangka, salah satunya Erwin Saleh yang saat ini menjabat Kadis Perhubungan Medan. Namun Erwin tidak hadir sehingga tidak dilakukan penahanan.

Erwin sendiri saat itu menjabat Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan Medan sekaligus PPK.

Baca Juga:

"Hari ini kita sudah menetapkan tiga orang tersangka sebenarnya, yang datang baru dua, satu lagi tadi datang penasehat hukumnya dengan keterangan sakit," ucapnya.

Anggaran untuk kegiatan Medan Fashion Festival tahun 2024 mencapai Rp 4,8 miliar. Kerugian negara akibat korupsi ini mencapai Rp 1,1 miliar.

"Kemarin sudah dilakukan penghitungan mulai dari tahap penyelidikan dan penyidikan bersama dengan Inspektorat Kota Medan, didapat nilai kerugian itu sebesar Rp 1.132.000.000," ucapnya.

Baca Juga:

Benny dan MH sendiri ditahan saat ini di Rutan Tanjung Gusta Medan. Sedangkan Erwin bakal dilakukan pemanggilan ulang di hari Senin (17/11/2025).

"Kalau tidak hadir kita lakukan pemanggilan kedua, kalau tidak hadir akan kita lakukan upaya paksa," tuturnya.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupal sebagaimana telah diubah ke dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Digerebek di Kos, Polres Simalungun Ciduk Bandar Sabu dengan 54 Plastik Klip Siap Edar
Dodi Rikardo Sembiring, S.Sos, Tokoh Jurnalistik Sumut Sekaligus Balon Wagubsu Periode 2003-2008 dan Humas TKN Kompas Nusantara, Resmi Masuk PSI
Siswa SMA Kemala Bhayangkari 1 Medan Mendapat Pembinaan Keagamaan dari Brimob Poldasu
LPM Sunggal Kembali Gelar Aksi Jilid IX di Polrestabes Medan, Desak Oknum Anggota DPRD Deli Serdang Inisial JWG Diperiksa Terkait Dugaan Pengeroyokan
Satu Lagi Putra Pakpak Dairi Mendapatkan Gelar Doktor di UINSU Medan, Buktikan Mimpi Bisa Jadi Nyata
Safari Ramadhan Rico Waas dan Jean Calvijn Resmikan Masjid Al-Munawwarah dan Tekankan Perang Lawan Narkoba
komentar
beritaTerbaru