Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
Medan,asatupro.com-Aroma bisnis gelap tercium di Kota Medan. Ratusan sepeda motor diduga dijual tanpa dokumen resmi, dengan modus seolah-olah hasil lelang atau bekas banjir. Praktik ini disebut sudah berlangsung lama — bahkan diduga melibatkan oknum berpengaruh.
Dugaan itu mencuat setelah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyoroti aktivitas mencurigakan di gudang PT GBJ, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas. Di lokasi itu, diduga tersimpan ratusan unit sepeda motor baru, yang kemudian dijual bebas ke masyarakat tanpa surat-surat sah.
"Kami mendesak Kejati Sumut segera membongkar jaringan penjualan motor ilegal ini. Ada indikasi permainan besar di baliknya," tegas Wasekjend PB HMI, Alwi Hasbi Silalahi, Jumat (7/11/2025).
Menurut Alwi, modus yang digunakan para penjual sangat halus. Mereka mengaku menjual motor hasil lelang resmi atau bekas terendam banjir. Padahal, dokumen yang digunakan tidak pernah bisa dibuktikan keabsahannya.
Baca Juga:
"Ini bukan sekadar pelanggaran kecil. Ini kejahatan ekonomi yang merugikan negara. Penghindaran pajak, kehilangan pendapatan dari Bea dan Cukai, sampai potensi pencucian uang semua bisa terjadi," jelasnya.
HMI menilai, kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan besar penjualan kendaraan tanpa dokumen. Terlebih, harga jual motor yang sangat murah menimbulkan tanda tanya besar.
"Kok bisa dijual murah, tapi produsen resmi dan dealer tidak tahu? Jangan-jangan ada oknum aparat atau pihak tertentu yang ikut melindungi," ujar Alwi.
Baca Juga:
Ia meminta Kejati Sumut bergerak cepat menelusuri aliran uang, jaringan distribusi, serta oknum yang terlibat."Jangan tunggu publik marah. Bongkar sekarang sebelum kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum makin hilang," tambahnya.
HMI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan harga murah yang menggiurkan.
"Kalau motor itu dari hasil ilegal, berarti kita ikut memperkuat rantai kejahatan. Jangan mau dirugikan dan menanggung akibat hukum di belakang hari," pungkas Alwi.
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan
Diduga Titip Anak Masuk SMA Negeri, Nama Ketua Relawan dan Lingkaran Kekuasaan Terseret
Medan
DPP Fromper Minta Judi Tembak Ikan Merek GBM99 Milik Asen Dikelola Cici Menjamur Medan Utara Harus di Berantas Habis Jangan Kasih Ampun
Hukrim