Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Peristiwa
Deliserdang,asatupro.com-Dunia pendidikan di Kabupaten Deli Serdang kembali diguncang isu serius. Kali ini, mencuat dugaan praktik jual-beli jabatan serta mafia proyek yang disebut-sebut melibatkan pejabat internal Dinas Pendidikan (Disdik).
Isu tersebut kian ramai diperbincangkan setelah beredar kabar mengenai seorang pejabat berinisial SHS yang menjabat Kasubbag Umum, diduga memiliki peran penting dalam mengatur proyek dan penempatan jabatan di lingkungan Disdik.
Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Deli Serdang, Reki Nelason Barus, menyoroti fenomena ini. Ia menilai Kadisdik Deli Serdang tidak bisa berdiam diri, melainkan harus segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.
"Kalau benar ada dugaan jual-beli jabatan dan mafia proyek, Kadisdik harus berani menyampaikan ke publik. Jangan sampai dunia pendidikan kita tercoreng dengan praktik-praktik kotor seperti ini," tegas Reki, Minggu (24/8/2025).
Baca Juga:
Dugaan Mafia Proyek dan Kekayaan Tak Wajar
Berdasarkan penelusuran informasi yang beredar di kalangan masyarakat dan internal dinas, SHS disebut-sebut kerap mengatur proyek pembangunan maupun pengadaan di Disdik Deli Serdang. Tidak hanya itu, gaya hidup mewahnya juga menjadi sorotan.
Ia diketahui memiliki sebuah rumah megah di kawasan Dusun 7 B, Desa Karang Anyar, Kecamatan Beringin, yang disebut-sebut tidak sebanding dengan jabatan serta penghasilannya sebagai aparatur sipil negara.
Baca Juga:
Praktik pengaturan proyek oleh segelintir oknum disebut-sebut sudah berlangsung sejak 2022 hingga kini. Sumber-sumber internal menyebutkan, beberapa rekanan kontraktor bahkan merasa harus.
"Berhubungan" dengan SHS agar bisa memenangkan paket proyek di Dinas Pendidikan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya jaringan mafia proyek yang beroperasi secara sistematis.
Desakan Penegakan Hukum
Reki mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan, untuk tidak menutup mata. Menurutnya, langkah hukum harus segera dilakukan agar isu ini tidak hanya berhenti sebatas rumor.
"Penegak hukum harus memeriksa Kasubbag Umum yang diduga terlibat mafia proyek. Jangan tunggu masyarakat semakin hilang kepercayaan. Kalau memang ada indikasi kekayaan yang tidak wajar, harus ditelusuri dari mana asalnya," ujarnya.
Ia menambahkan, jika dugaan ini terbukti, maka bukan hanya integritas Dinas Pendidikan yang tercoreng, melainkan juga masa depan generasi muda Deli Serdang yang akan menjadi korban. Dana pendidikan yang seharusnya dipakai untuk meningkatkan kualitas sekolah, guru, dan fasilitas belajar, justru diduga dikorupsi melalui praktik-praktik ilegal.
Komitmen PSI
PSI Deli Serdang, kata Reki, akan terus mengawal kasus ini. Ia menegaskan, pihaknya tidak segan untuk membawa kasus dugaan jual-beli jabatan dan mafia proyek ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jika diperlukan.
"PSI berdiri di garis terdepan untuk memastikan dunia pendidikan bersih dari korupsi. Jangan ada lagi ruang untuk mafia proyek dan praktik jual-beli jabatan di Deliserdang," pungkasnya.
Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah
Peristiwa
Dewan Pers Sesalkan Oknum Wartawan Lakukan Dugaan Pemerasan
Peristiwa
AMPH Sumut Kecewa Kejagung Tak Berani Menahan Mantan Jampidsus
Peristiwa
Kesatrian Kogabwilhan II Resmi Pindah Ke Balikpapan
Nasional
Desa Berampu Hadirkan Layanan "Si Jempol", Warga Kini Bisa Urus Administrasi Kependudukan Langsung di Kantor Desa
Daerah
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersilaturahmi dengan pimpinan dan keluarga besar Dayah Abu Paya Pasi, Rabu (22/7/2026)
Daerah
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
Nasional
Gawat!! Orang Tua Siswa TK dan SD Swasta Bintang Pertiwi Diminta Menandatangani Surat Pengunduran Diri dari Program MBG Usai Anak Alami Duga
Peristiwa
MIO Indonesia Laporkan Hotman Paris Hutapea Ke Polda Metro Jaya
Peristiwa
Massa Hotma Dukung Mantan Jampidsus Karena Pernah Menyelamatkan Kerugian Negara Sekitar Rp 430 Triliun
Peristiwa