Rapat Ke-2 SEKBER FAHMI: Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
Dairi,asatupro.com-Sedikitnya 20 Kepala Keluarga (KK) yang bermukim di Jalan Pandu, Gang Perumahan Pandu Sejahtera, Kelurahan Bintang Hulu, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi, mengeluhkan dampak genangan air yang diduga berasal dari kawasan PerumahanGriya Wijaya Kencana (GWK).Warga menilai hingga kini sistem drainase dan jalur pembuangan limbah perumahan belum dibangun secara memadai sehingga menimbulkan persoalan lingkungan bagi masyarakat sekitar, Rabu (24/06/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, PerumahanGriya Wijaya Kencana yang dikelola oleh PT Grand Ori Estate merupakan salah satu proyek perumahan subsidi di Kabupaten Dairi. Dari total rencana pembangunan sebanyak 105 unit rumah, sekitar 35 unit telah terbangun dan sebagian telah ditempati penghuni.
Namun di balik pembangunan tersebut, warga sekitar mengaku mulai merasakan dampak lingkungan, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Air yang diduga berasal dari area perumahan disebut mengalir ke jalan dan parit di lingkungan warga sehingga menyebabkan genangan, luapan air, hingga kerusakan pada badan jalan.
Menurut keterangan warga, persoalan ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Bahkan warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak pengembang sejak Maret 2026. Hingga kini, mereka menilai belum ada penyelesaian yang mampu mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.
Baca Juga:
"Sudah berulang kali kami laporkan ke pihak perumahan. Sejak bulan Maret kami meminta agar jalur pembuangan limbah perumahan segera dibangun. Aspal di depan rumah kami bahkan mulai rusak karena sering tergenang air yang berasal dari kawasan perumahan," ujar Firelli Bintang.

Baca Juga:
Tidak hanya itu, beberapa warga juga mengaku air sempat masuk ke area kamar mandi melalui jalur pipa pembuangan yang terhubung dengan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan lingkungan dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Dairi melalui instansi terkait dapat melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk memastikan seluruh kewajiban pengembang telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku. Warga juga meminta agar pembangunan drainase dan jalur pembuangan limbah segera direalisasikan sehingga persoalan genangan tidak terus berulang setiap musim hujan.
Dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 20 KK, masyarakat berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Mereka menginginkan solusi konkret agar lingkungan tetap aman, nyaman, dan terbebas dari ancaman banjir maupun kerusakan infrastruktur di kemudian hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang maupun instansi terkait masih diupayakan untuk dikonfirmasi guna memperoleh keterangan dan tanggapan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
KPKMRI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Peristiwa
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Peristiwa
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Pendidikan
Satupena.co.id Tetapkan HUT Ke4 Digelar 22 Agustus 2026 di Aceh Tengah
Daerah
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
Nasional
SEKBER FAHMI Soroti Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Dorong Polrestabes Medan Lebih Terbuka
Hukrim
Dana Desa Lau Bagot Rp595 Juta Tahun 2025 Jadi Sorotan, Kades Sunardi Bungkam dan Ingkari Janji Bertemu dengan Media
Daerah
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Kenakan Rompi Pink, Tangan Diborgol, Bawa Map Biru
Nasional
Ada Mainan Korupsi Dalam Manipulasi Proyek Pengadaan Barang dan Jasa di RSUD O.K Arya Zulkarnaen Batubara, Dugaan Kuat Menjadi Proyek
Peristiwa