Senin, 31 Agustus 2026
HUT INDONESIA KE 81

Konsultasi Publik Pasca Tambang PT DPM di Dairi Diwarnai Aksi Warga, ini Paparannya

Redaksi - Kamis, 06 November 2025 13:02 WIB
Konsultasi Publik Pasca Tambang PT DPM di Dairi Diwarnai Aksi Warga, ini Paparannya
Kegiatan Konsultasi Publik Rencana Pasca Tambang yang digelar PT DPM di Berristerra Hotel, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (5/11/2025).

Dairi,asatupro.com-PT Dairi Prima Mineral (DPM) menggelar Konsultasi Publik Rencana Pasca Tambang (Mine Closure Plan) di Berristerra Hotel, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.

Acara dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi, dan dihadiri Bupati Dairi, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumut, Dinas ESDM Sumut, Dinas Lingkungan Hidup Dairi, UPT KPH IV, Camat dan Kepala Desa lingkar tambang, pemangku hak ulayat, tokoh masyarakat dan adat, serta perwakilan PT DPM.

Paparan PT DPM: Komitmen Penutupan Tambang Berkelanjutan

Baca Juga:

Superintendent External Relations PT DPM, Baiq Idayani, membenarkan pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyebutkan, forum ini menjadi wadah bagi perusahaan untuk memaparkan rencana penutupan tambang secara transparan kepada publik.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik," ujar Baiq.

Dalam forum itu, PT DPM memaparkan sejumlah program rencana pasca tambang, mencakup pemulihan lingkungan, pengamanan fasilitas tambang, serta pengembangan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar tambang.

Baca Juga:

Chief Legal and External Relation Officer PT DPM, Radianto Arifin, menegaskan bahwa setiap masukan dari peserta akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan dokumen Rencana Pasca Tambang (RPT).

"Masukan dari pemangku kepentingan sangat berharga. Semua saran akan kami integrasikan sebelum disampaikan kepada Kementerian ESDM untuk mendapatkan persetujuan," ucapnya.

Aksi Warga Warnai Konsultasi Publik

Di tengah pelaksanaan konsultasi publik, kegiatan tersebut diwarnai aksi unjuk rasa dari puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Petani untuk Keadilan (APUK) Kabupaten Dairi.

Massa aksi mendatangi lokasi kegiatan sambil membawa poster dan meneriakkan tuntutan "Tutup DPM!".

Dalam orasinya, sejumlah perwakilan massa seperti Gersom Tampubolon, Rohani Manalu, dan Duat Sihombing menyuarakan penolakan terhadap keberadaan perusahaan tambang tersebut.

"Kegiatan konsultasi publik ini tidak transparan dan hanya menguntungkan segelintir pihak," ujar salah satu orator.

Pantauan Asatupro.com di lapangan menunjukkan kegiatan konsultasi publik berlangsung tertutup dan dijaga oleh petugas keamanan PT DPM, sementara aksi unjuk rasa berjalan aman dan tertib di bawah pengawasan puluhan personel kepolisian.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pemkab Dairi Perkuat Kesiapsiagaan KARHUTLA 2026, Gelar Rakor dan Simulasi di Silahisabungan
Ditemukan Penuh Luka di Jalan Merdeka! 2 Bocah Sidikalang Diduga Disiksa Bibinya Sendiri
Jejak Batu Kepemimpinan, Film Dokumenter MEJAN Ungkap Identitas Suku Pakpak
Izin Mati Sejak 2021! Putra Daerah "Si Matek Kuta" Soroti Tambang Dolomit di Tanah Pinem Masih Beroperasi Bebas
NT Corps Tanam 118 Hektare Kopi Arabika di Parbuluan, Ekonomi Dairi Siap Naik Kelas
Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional, Dairi Tanam Serentak Bersama Polri
komentar
beritaTerbaru