Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama “Lundu” dan "Yepta" Disebut Warga Pengelolanya
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama &ldquoLundu&rdquo dan "Yepta" Disebut Warga Pengelolanya
Hukrim
Medan,asatupro.com-Jaringan Mahasiswa Indonesia (JMI) angkat suara terkait maraknya praktik tambang emas ilegal (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Melalui ketuanya, Ahmad Ridwan Dalimunthe, JMI mendesak agar Komandan Kodim (Dandim) Tapanuli Selatan segera dicopot dari jabatannya.
Menurut Ahmad Ridwan Dalimunthe, tambang emas ilegal yang tersebar di sejumlah wilayah Madina seperti Lingga Bayu, Batang Natal, Kotanopan, hingga Muara Sipongi telah menimbulkan dampak serius bagi masyarakat dan lingkungan. Lebih jauh, aktivitas tersebut diduga kuat mendapat "beking" dari sejumlah oknum TNI SLBN yang berada di bawah jajaran Kodim Tapsel.
"Tambang ilegal di Mandailing Natal sudah merusak lingkungan, mencemari sungai, bahkan merenggut nyawa. Ini tidak bisa lagi ditoleransi," tegas Ahmad Ridwan Dalimunthe dalam keterangannya, Rabu (01/10/2025).
Ia menambahkan, penegakan hukum selama ini terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah. "Kami tidak ingin masyarakat kecil terus jadi korban. Kalau ada aparat yang terlibat, termasuk oknum TNI SLBN, mereka harus diproses sesuai hukum, bukan malah dilindungi," ujarnya.
Baca Juga:
Selain itu, Ahmad juga menyoroti lemahnya pengawasan dari pimpinan setempat. "Kalau komandan tidak mampu mengawasi bawahannya, lebih baik dicopot. Jangan sampai citra TNI rusak gara-gara ulah segelintir oknum," tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, JMI berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kodam I/Bukit Barisan (BB) dalam waktu dekat. Aksi ini ditujukan untuk mendesak pimpinan TNI menindak tegas seluruh oknum yang terlibat serta segera mencopot Dandim Tapsel dari jabatannya.
"Jika tidak ada tindakan nyata, kami siap turun ke jalan dan menyuarakan aspirasi di depan Kodam I/BB. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang," pungkas Ahmad Ridwan Dalimunthe.
Baca Juga:
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim Tapanuli Selatan maupun TNI belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang dilontarkan oleh Jaringan Mahasiswa Indonesia.
Setelah dikonfirmasi Langsung Awak Media Asatupro.com Kepada Dandim 0212/Tapsel Melalui Pesan Whatshap Terkait Masalah Pemberitaan diatas, Dandim 0212/Tapsel Meberikan Jawaban dan Tanggapan, "Terima Kasih info yang diberikan, Silahkan saja dilaporkan jika ada oknum yang mengatasnamakan TNI/Kodim. Jika ada tentunya akan diproses sesuai dengan ketentuan hukum. Forkopimda Madina sudah membentuk tim satgas gabungan untuk menertibkan berbagai kegiatan ilegal. Laporan masyarakat tentunya dapat memudahkan petugas untuk bisa mengambil tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku".
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama &ldquoLundu&rdquo dan "Yepta" Disebut Warga Pengelolanya
Hukrim
Judi Tembak Ikan Marak di Kecamatan Merek, Nama &ldquoLundu&rdquo Disebut Warga, Polres Tanah Karo Didesak Bertindak!
Hukrim
GEBRAKAN BESAR DI JERMAL! Polda Sumut, TNI, dan BNN Turun Bersama, Lima Orang Diamankan
Hukrim
MARA CW Desak Evaluasi Pelayanan Perumda Tirtanadi, Soroti Minimnya Transparansi Tagihan Akibat Kebocoran
Peristiwa
Tak Kenal Ampun Kasat Narkoba Deli Serdang Gas Full Jaringan Narkoba Tanjung Morawa
Hukrim
GEMPAR! Warga Pematangsiantar Klaim Dimintai Ratusan Juta Terkait Kasus TPPO, Kapolda Sumut Ditantang Bongkar Dugaan &039Pengkondisian Perkara&039
Peristiwa
Kuasa Hukum Seferius Ndruru Apresiasi POLRES SIAK Respons Cepat, Restorative Justice Jadi Jalan Penyelasaian
Peristiwa
Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Kinerja Positif hingga Agustus 2026
Medan
Pernah Apresiasi Kejari Medan, Kini Bobby Soroti Oknum Jaksa, Sutrisno Jangan Lupa Sejarah
Peristiwa
Pastikan Setiap Rupiah Berdampak, Pemkab Dairi Matangkan APBD 2027
Daerah