SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Madina,asatupro.com-Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali merebak di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
Padahal, beberapa bulan lalu, aparat kepolisian bersama Forkopimda Madina baru saja menertibkan tambang ilegal di wilayah Kotanopan yang sempat menuai apresiasi publik.
Namun, euforia keberhasilan penertiban itu tampaknya hanya bertahan sesaat. Kini, sejumlah titik baru di wilayah Batang Natal kembali dipenuhi aktivitas PETI.
Informasi di lapangan menyebutkan, kegiatan tambang emas ilegal berlangsung di Tombang Kaluang, Jambur Torop, Ampung Padang, hingga Ampung Siala.
Baca Juga:
Salah seorang warga Batang Natal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas PETI sejatinya tak pernah benar-benar berhenti.
"Sejak ada penangkapan dan penutupan dulu, tambang masih tetap jalan tapi dilakukan diam-diam," ujarnya kepada Asatupro.com, Sabtu (1/11/2025).
Lebih parah lagi, warga itu menyebut sejumlah lokasi tambang justru berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), tepatnya di daerah Aek Nabara.
Baca Juga:
"Para pelaku nekat mengacak-acak kawasan taman nasional dan daerah sekitar jalan protokol. Ada belasan alat berat ekskavator yang digunakan di sana," ungkapnya.
Ia juga menyebut adanya nama-nama yang diduga kuat terlibat dalam kegiatan tambang ilegal tersebut, termasuk beberapa warga setempat. Namun hingga kini, belum tampak tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
"Coba lihat Sungai Batang Natal, airnya keruh parah - itu bukti tambang masih jalan. Kami heran kenapa tidak ada penertiban seperti di Kotanopan," keluhnya.
Masyarakat menilai, berbagai spanduk larangan dan imbauan yang dipasang pemerintah daerah bersama Forkopimda sekadar formalitas belaka.
"Spanduk larangan cuma jadi pajangan. Sebagai warga asli Batang Natal, saya kecewa melihat pembiaran ini," ujarnya lagi.
Sementara itu, upaya konfirmasi wartawan kepada sejumlah pihak yang disebut-sebut sebagai "humas" maupun "backing" PETI tak membuahkan hasil.
Beberapa kontak bahkan memblokir nomor wartawan yang berusaha meminta klarifikasi.
Kapolsek Batang Natal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan tanggapan terkait maraknya kembali aktivitas PETI di wilayah hukumnya.
Konfirmasi serupa disebut telah dilakukan sebelumnya, namun tak kunjung direspons hingga berita ini diterbitkan.
Tim Asatupro.com masih terus melakukan pendalaman dan investigasi, termasuk berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara.
Dugaan sementara, aktivitas tambang emas ilegal di Batang Natal kian menjamur lantaran adanya aliran "upeti" kepada oknum tertentu di jajaran aparat penegak hukum.
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan