Ratusan Peserta Jalani Sidang Pantukhir yang Dipimpin Pangdam I/BB
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Madina,asatupro.com-Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) kembali merebak di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.
Padahal, beberapa bulan lalu, aparat kepolisian bersama Forkopimda Madina baru saja menertibkan tambang ilegal di wilayah Kotanopan yang sempat menuai apresiasi publik.
Namun, euforia keberhasilan penertiban itu tampaknya hanya bertahan sesaat. Kini, sejumlah titik baru di wilayah Batang Natal kembali dipenuhi aktivitas PETI.
Informasi di lapangan menyebutkan, kegiatan tambang emas ilegal berlangsung di Tombang Kaluang, Jambur Torop, Ampung Padang, hingga Ampung Siala.
Baca Juga:
Salah seorang warga Batang Natal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, aktivitas PETI sejatinya tak pernah benar-benar berhenti.
"Sejak ada penangkapan dan penutupan dulu, tambang masih tetap jalan tapi dilakukan diam-diam," ujarnya kepada Asatupro.com, Sabtu (1/11/2025).
Lebih parah lagi, warga itu menyebut sejumlah lokasi tambang justru berada di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), tepatnya di daerah Aek Nabara.
Baca Juga:
"Para pelaku nekat mengacak-acak kawasan taman nasional dan daerah sekitar jalan protokol. Ada belasan alat berat ekskavator yang digunakan di sana," ungkapnya.
Ia juga menyebut adanya nama-nama yang diduga kuat terlibat dalam kegiatan tambang ilegal tersebut, termasuk beberapa warga setempat. Namun hingga kini, belum tampak tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
"Coba lihat Sungai Batang Natal, airnya keruh parah - itu bukti tambang masih jalan. Kami heran kenapa tidak ada penertiban seperti di Kotanopan," keluhnya.
Masyarakat menilai, berbagai spanduk larangan dan imbauan yang dipasang pemerintah daerah bersama Forkopimda sekadar formalitas belaka.
"Spanduk larangan cuma jadi pajangan. Sebagai warga asli Batang Natal, saya kecewa melihat pembiaran ini," ujarnya lagi.
Sementara itu, upaya konfirmasi wartawan kepada sejumlah pihak yang disebut-sebut sebagai "humas" maupun "backing" PETI tak membuahkan hasil.
Beberapa kontak bahkan memblokir nomor wartawan yang berusaha meminta klarifikasi.
Kapolsek Batang Natal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan tanggapan terkait maraknya kembali aktivitas PETI di wilayah hukumnya.
Konfirmasi serupa disebut telah dilakukan sebelumnya, namun tak kunjung direspons hingga berita ini diterbitkan.
Tim Asatupro.com masih terus melakukan pendalaman dan investigasi, termasuk berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara.
Dugaan sementara, aktivitas tambang emas ilegal di Batang Natal kian menjamur lantaran adanya aliran "upeti" kepada oknum tertentu di jajaran aparat penegak hukum.
Medan, asatupro.com Sebanyak 678 peserta menjalani sidang Pantukhir Pusat Calon Bintara (Caba) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III T
Medan
Plt Ketua Nasional GTDI Imbau Peserta Mubes XXV Jaga Keamanan dan Kondusifitas
Nasional
DPD Rumah Gibran Sumut Desak Bongkar Dugaan Pungli di Lapas Binjai Jangan Jadikan Hak Warga Binaan Sebagai Lahan Pungutan
Nasional
DPP HARI Apresiasi Ketegasan Presiden Prabowo Tangani Karhutla, Minta Aparat Usut Dugaan Pelaku Pembakaran Hutan
Nasional
Diduga Tak Sesuai Juknis, Pekerjaan Replanting dan Parit Isolasi PTPN IV Bah Jambi Diminta Diperiksa
Peristiwa
HUT ke4 Satupena.co.id Empat Tahun Berkarya, Menjaga Kepercayaan dan Mewarnai Negeri
Daerah
Ahli Waris Almarhum Abdul Halim Harahap Pemilik 15 Ha Lahan Polisikan Pasutri Diduga Penyerobot Lahan
Medan
Wabup Dairi Kunjungi Anak Korban Kekerasan di RSUD Sidikalang, "Pemulihan Fisik dan Mental Harus Tuntas"
Daerah
Olimpiade Sains Dairi 2026 Digelar September Mendatang, Ajang Prestasi Siswa & Guru seSumatera Utara
Pendidikan
Perdamaian Kasus Dugaan Pencemaran PT Indofarm Sukses Makmur Dipertanyakan, Hasil Uji Laboratorium Berbeda dan Dugaan Upeti Mencuat
Peristiwa