"Melainkan tentang pengelolaan sumber daya alam secara bijak, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab lingkungan, serta mengambil keputusan yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat dan ekosistem," kata Rudolf Hoeffelman lagi.
"Di sinilah pentingnya mengasah kepemimpinan bagi generasi muda, terutama dalam menghadapi kompleksitas industri akuakultur khususnya budidaya perikanan yang semakin berkembang dan dalam menghadapi dinamika pasar global di masa mendatang," jelasnya.
Sementara itu Dekan Fakultas Pertanian, USU Prof. Dr. Ir. Tavi Supriana, M.S.,mengapresiasi kuliah umum kolaboratif antara Regal Springs Indonesia dan Fakultas Pertanian ini.
"Kolaborasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjembatani kebutuhan dunia akademik dan industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis," ucapnya.
Baca Juga:
Tetapi juga, sambungnya kembali, wawasan praktis mengenai tantangan dan peluang di industri, termasuk pentingnya adaptasi terhadap dinamika pasar, operasional, serta penerapan standar keberlanjutan.
Nota Kesepakatan yang menjadi landasan kegiatan ini mencakup sejumlah pilar kerja sama, antara lain program knowledge-sharing, penelitian bersama, serta pemagangan di Regal Springs Indonesia.
Seluruh program dirancang untuk menjembatani antara kurikulum akademik dan kebutuhan nyata industri, sekaligus membuka jalur karier nyata bagi lulusan perguruan tinggi di sektor perikanan.
Baca Juga:

Kuliah umum ini menghadirkan tiga narasumber. Rudolf Hoeffelman selaku Key Speaker memaparkan visi dan tantangan industri akuakultur global dari perspektif kepemimpinan perusahaan.
Tags
beritaTerkait
komentar