Belasan Juta Hektar Kebun Sawit Butuh SDM Unggul, ITSI Siap Berperan
Medan, asatupro.com Indonesia memiliki belasan juta hektar (Ha) perkebunan kelapa sawit dan harus dikelola secara baik dan berkelanjutan a
Perkebunan
Agar hal tersebut bisa terlaksana, maka Indonesia membutuhkan ratusan, bahkan ribuan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten, demi tercapainya industri dan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
"Dan ITSI Medan telah dan siap berperan untuk hal tersebut," kata Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Dr Purjianto SE MM, di Medan, Kamis (24/9)2026) pagi.
Dia menyampaikan hal itu ketika berpidato dalam acara penutupan Pekan Orientasi dan Studi Perkebunan (Posbun) ITSI 2026 yang diselenggarakan di lapangan kampus tersebut di Jalan Willem Iskander, dan dihadiri oleh lebih 200 peserta.
Baca Juga:
Kegiatan itu dihadiri oleh para petinggi kampus seperti Wakil Rektor I Eka Bobby Febrianto SP MSi, Wakil Rektor II Febriana Roosmawati SE MSc AkCA, serta Wakil Rektor III Ika Ucha Pradifta Rangkuti SST MSi.
Para tokoh sawit juga nampak hadir yakni H. Mino Lesmana dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut dan H. Gus Dalhari Harahap selaku Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumut.
Di sisi lain, kehadiran Gubernur Sumut Bobby Nasution diwakilkan kepada Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, IrAlfi Syahriza ST MEngSc.
Baca Juga:
Purjianto mengatakan hal itu dengan percaya diri karena faktanya ITSI memang adalah kampus vokasi yang fokus pada pengembangan industri perkebunan kelapa sawit.
Ia tegaskan, saat ini Indonesia punya lebih dari 16 juta hektare lahan sawit dikelola BUMN perkebunan, perusahaan swasta dan perkebunan rakyat. Tentu dengan luasan lahan itu membutuhkan SDM yang tidak sedikit.

Dengan demikian, ujar pria yang berasal dari Tebing Tinggi ini, diyakini SDM lulusan ITSI Medan bisa mengisi dan bersaing dalam memenuhi keinginan industri, sesuai kebutuhan perusahaan.
Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) dan binaan holding perkebunan nasional, lanjut Rektor, ITSI kini memiliki sekitar 2.500 mahasiswa tersebar di enam prodi dan satu program magister yang baru diresmikan.
"Beberapa prodi juga telah meraih akreditasi unggul, dengan kolaborasi ke depan semua prodi ditargetkan unggul," tambah Rektor Pujianto dengan nada bangga.
Rektor juga menegaskan, eksistensi ITSI turut berkontribusi membangun Sumatera Utara dengan fokus pada pengembangan industri kelapa sawit.
Termasuk mempunyai banyak desa binaan di tiga kabupaten sentra perkebunan kelapa sawit, yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergai), dan Batubara,
ITSI terus mendampingi masyarakat khususnya petani agar bisa meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan.
"Sharing knowledge ini umumnya dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh para akademisi ITSI," ucap Purjianto.
Senada itu, Rektor menegaskan siap terus bersinergi dengan pemerintah provinsi Pemprov Sumut agar semakin berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat sebagai upaya dukung pembangunan di Sumut.
Tak tanggung, ITSI diketahui merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dengan kuota cukup banyak.
Di antaranya, jelas rektor, untuk tahun ini 300 orang sebagai penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang ada di bawah naungan Direktorat Jenderal' Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Lalu, 30 orang penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah dan puluhan lainnya sebagai penerima beasiswa dari perusahaan perkebunan ternama di Indonesia.
Secara umum, Rektor Pujianto bilang jumlah para penerima berbagai beasiswa terus meningkat dari tahun sebelumnya.
Dalam Posbun 2026 ini, lanjut Rektor ITSI, ratusan mahasiswa baru dikenalkan dunia akademik, tata kelola kampus dan industri sawit.
Juga diberikan pembekalan materi dari Yonif 121/MK tentang nilai Pancasila, pencegahan kekerasan, anti-narkoba, pembentukan kedisiplinan dan cinta Tanah Air, karakter baik dan akhlak mulia.
Hal ini melalui bantuan pelatih, mahasiswa baru menampilkan berbagai pertunjukkan dan atraksi memukau di lapangan.
Medan, asatupro.com Indonesia memiliki belasan juta hektar (Ha) perkebunan kelapa sawit dan harus dikelola secara baik dan berkelanjutan a
Perkebunan
RESES DI BINTANG HULU SIDIKALANG, ALFRIANSYAH UJUNG INGATKAN WARGA JAUHI JUDOL, SERAP KELUHAN PUPUK HINGGA JALAN SEKOLAH RUSAK
Daerah
Kamar Khusus dan Miras Ditemukan Ombudsman, MIO Indonesia Dorong Evaluasi Menyeluruh Lapas Cibinong
Nasional
PB KAMI Tegas Tolak Acara Miras Chivas Regal di Ancol
Nasional
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan mendadak memanas usai Wali Kota membacakan pengantar Rancangan
Daerah
BUPATI DAIRI DI RPP PEMUDA PANCASILA, JAUHI JUDI ONLINE DAN NARKOBA, JADI PELOPOR DI TENGAH MASYARAKAT
Daerah
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Peristiwa
HARIMAU SUMATERA MUNCUL DI KUTA SAGA, CAMAT KERAJAAN BERSAMA BKSDA, TNI/POLRI PASANG KAMERA TRAP DAN SIAGA JAGA WARGA
Peristiwa
Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung di SMSI
Nasional