Kamis, 24 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

Belasan Juta Hektar Kebun Sawit Butuh SDM Unggul, ITSI Siap Berperan

Hendrik Hutabarat - Kamis, 24 September 2026 21:12 WIB
Belasan Juta Hektar Kebun Sawit Butuh SDM Unggul, ITSI Siap Berperan
Dok. ITSI Medan
ITSI Medan siap menghasilkan ribuan SDM untuk membantu pemerintah dan pihak swasta dalam mengelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.
Medan, asatupro.com - Indonesia memiliki belasan juta hektar (Ha) perkebunan kelapa sawit dan harus dikelola secara baik dan berkelanjutan agar memberikan manfaat yang besar bagi umat manusia.

Agar hal tersebut bisa terlaksana, maka Indonesia membutuhkan ratusan, bahkan ribuan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkompeten, demi tercapainya industri dan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

"Dan ITSI Medan telah dan siap berperan untuk hal tersebut," kata Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Medan, Dr Purjianto SE MM, di Medan, Kamis (24/9)2026) pagi.

Dia menyampaikan hal itu ketika berpidato dalam acara penutupan Pekan Orientasi dan Studi Perkebunan (Posbun) ITSI 2026 yang diselenggarakan di lapangan kampus tersebut di Jalan Willem Iskander, dan dihadiri oleh lebih 200 peserta.

Baca Juga:

Kegiatan itu dihadiri oleh para petinggi kampus seperti Wakil Rektor I Eka Bobby Febrianto SP MSi, Wakil Rektor II Febriana Roosmawati SE MSc AkCA, serta Wakil Rektor III Ika Ucha Pradifta Rangkuti SST MSi.

Para tokoh sawit juga nampak hadir yakni H. Mino Lesmana dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut dan H. Gus Dalhari Harahap selaku Ketua DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumut.

Di sisi lain, kehadiran Gubernur Sumut Bobby Nasution diwakilkan kepada Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Pemberdayaan Masyarakat, IrAlfi Syahriza ST MEngSc.

Baca Juga:

Purjianto mengatakan hal itu dengan percaya diri karena faktanya ITSI memang adalah kampus vokasi yang fokus pada pengembangan industri perkebunan kelapa sawit.

Ia tegaskan, saat ini Indonesia punya lebih dari 16 juta hektare lahan sawit dikelola BUMN perkebunan, perusahaan swasta dan perkebunan rakyat. Tentu dengan luasan lahan itu membutuhkan SDM yang tidak sedikit.




"ITSI yang dulu bernama Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian dan Perkebunan (STIPAP), telah berkontribusi dalam penyediaan lulusan atau SDM dan concern sesuai kebutuhan industri sawit," ujar Purjianto.


ITSI, sambungnya lagi, sejak dulu juga konsisten menjalankan konsep link and match, semua lulusan sudah melewati uji kompetensi sesuai prodi (program diploma) masing-masing.

Dengan demikian, ujar pria yang berasal dari Tebing Tinggi ini, diyakini SDM lulusan ITSI Medan bisa mengisi dan bersaing dalam memenuhi keinginan industri, sesuai kebutuhan perusahaan.

Di bawah naungan Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) dan binaan holding perkebunan nasional, lanjut Rektor, ITSI kini memiliki sekitar 2.500 mahasiswa tersebar di enam prodi dan satu program magister yang baru diresmikan.

"Beberapa prodi juga telah meraih akreditasi unggul, dengan kolaborasi ke depan semua prodi ditargetkan unggul," tambah Rektor Pujianto dengan nada bangga.

Rektor juga menegaskan, eksistensi ITSI turut berkontribusi membangun Sumatera Utara dengan fokus pada pengembangan industri kelapa sawit.

Termasuk mempunyai banyak desa binaan di tiga kabupaten sentra perkebunan kelapa sawit, yakni Deli Serdang, Serdang Bedagai (Sergai), dan Batubara,

ITSI terus mendampingi masyarakat khususnya petani agar bisa meningkatkan kualitas produksi dan pendapatan.

"Sharing knowledge ini umumnya dikemas dalam kegiatan pengabdian masyarakat oleh para akademisi ITSI," ucap Purjianto.

Senada itu, Rektor menegaskan siap terus bersinergi dengan pemerintah provinsi Pemprov Sumut agar semakin berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat sebagai upaya dukung pembangunan di Sumut.




746 mahasiswa baru di enam prodi strata S-I dan D-IV ini, ditambah puluhan mahasiswa baru program magister merupakan peningkatan 25 persen penerimaan mahasiswa dari tahun sebelumnya.


"Terima kasih kepada para orangtua yang mempercayakan pendidikan anak di ITSI. Juga terima kasih kepada lembaga terkait yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa ITSI," ujarnya.

Tak tanggung, ITSI diketahui merupakan salah satu penerima beasiswa pendidikan dengan kuota cukup banyak.

Di antaranya, jelas rektor, untuk tahun ini 300 orang sebagai penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang ada di bawah naungan Direktorat Jenderal' Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Lalu, 30 orang penerima program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dari pemerintah dan puluhan lainnya sebagai penerima beasiswa dari perusahaan perkebunan ternama di Indonesia.

Secara umum, Rektor Pujianto bilang jumlah para penerima berbagai beasiswa terus meningkat dari tahun sebelumnya.

Dalam Posbun 2026 ini, lanjut Rektor ITSI, ratusan mahasiswa baru dikenalkan dunia akademik, tata kelola kampus dan industri sawit.

Juga diberikan pembekalan materi dari Yonif 121/MK tentang nilai Pancasila, pencegahan kekerasan, anti-narkoba, pembentukan kedisiplinan dan cinta Tanah Air, karakter baik dan akhlak mulia.

Hal ini melalui bantuan pelatih, mahasiswa baru menampilkan berbagai pertunjukkan dan atraksi memukau di lapangan.




Di antaranya aksi bela diri massal, halang rintang, simulasi asisten kebun, tarian kreasi dan lainnya.

Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kamar Khusus dan Miras Ditemukan Ombudsman, MIO Indonesia Dorong Evaluasi Menyeluruh Lapas Cibinong
Posisi Petani Sawit Lemah dan Sulit Bermitra, RSI Dorong USU Lakukan Ini
Banyak Perusahaan Sawit di Sumut Takut Gelar IPO, Ini Penyebabnya!
Standar Keberlanjutan Jadi Fondasi Bisnis bagi PalmCo
Ratusan Unit Kebun dan PKS PalmCo Raih Sertifikasi ISO
PalmCo Tanam Kedelai 1.000 Ha Demi Bantu Pemerintah Tekan Impor
komentar
beritaTerbaru