Rabu, 27 Mei 2026

Banjir Dongkrak Harga CPO pada Tender PT KPBN Periode 29 November 2024, tapi Begini Nasib Petani Sawit

Hendrik Hutabarat - Jumat, 29 November 2024 17:00 WIB
Banjir Dongkrak Harga CPO pada Tender PT KPBN Periode 29 November 2024, tapi Begini Nasib Petani Sawit
Tangkapan Layar
Banjir diprediksi membuat harga CPO terdongkrak naik seperti yang tergambar dalam tender PT KPBN periode Jumat (29/11/2024).

Jakarta, asatupro.com - Banjir di sejumlah sentra perkebunan kelapa sawit di Pulau Sumatera, Indonesia, serta di wilayah timur Malaysia, dalam beberapa hari terakhir telah membuat harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus terdongkrak.

Penjelasannya begini, karena banjir melanda banyak tempat, termasuk perkebunan kelapa sawit, membuat petani yang punya peranan penting dalam industri sawit menjadi sulit memanen tandan buah segar (TBS) dalam jumlah yang maksimal.

Akibatnya, suplai TBS, termasuk dari perkebunan milik petani, sebagai bahan baku pembuatan CPO ke pabrik kelapa sawit (PKS) menjadi jauh berkurang jumlahnya.

Kepada asatupro.com, Jumat (29/11/2024), sejumlah petani sawit di empat provinsi sentra sawit di Pulau Sumatera, yaitu di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, dan Sumatera Selatan (Sumsel), mengakui tidak bisa memanen TBS secara maksimal karena hujan dan banjir.

Baca Juga:

Muryanto dan Karyoso, anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumsel, mengakui dampak buruk banjir di perkebunan sawit mereka.

"Untuk memanennya biasanya pakai angkong sekarang mengeluarkan hasil panen dari kebun dipanggul pakai dodos dan tonjok. Jumlah TBS yang dipanen menjadi tidak maksimal karena banjir," kata Muryanto.

"Kalau banjir seperti beberapa hari terakhir, maka panen kita tunda dua hari sampai surut banjirnya baru TBS kita panen," tambah Karyoso secara terpisah.

Baca Juga:

Yoes, petani sawit di Aceh, dan Raja, seorang petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, juga mengungkapkan kendala yang senada terkait sulitnya memanen TBS ketika hujan lebat dan banjir melanda

Problem yang sama juga, seperti dikutip asatupro.com, diungkapkan oleh seorang pakar perdagangan CPO pada kantor berita resmi Malaysia, Bernama.

Seorang pedagang CPO bernama David Ng, menurut Bernama, bilang harga CPO melejit karena faktor banjir di wilayah timur yang merupakan sentra sawit di Malaysia.

Dan situasi itu pun terlihat jelas dari hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang menunjukan harga CPO melesat mulai Selasa (26/11/2024), atau sehari sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Rabu (27/11/2024).

Lalu berlanjut sehari setelah pilkada serentak, Kamis (28/11/2024), dan tender pada akhir pekan ini sekaligus tender penutup pada bulan November 2024,, tepatnya Jumat (29/11/2024).

Dengan demikian, meski harga CPO melesat, tetapi tampaknya para petani sawit sulit menikmatinya. Karena di saat yang sama mereka juga kesulitan untuk memanen TBS dari kebun sawit mereka masing-masing.

Berikut ini hasil tender harga CPO per Kg di luar atau tidak termasuk PPN di PT KPBN periode Jumat (29/11/2024):

Dumai :Rp 15.584 - IBP (sebelumnya Rp 15.245 - IBP, naik Rp 339)

Talang Duku (fob): Rp 15.384 - MM (sebelumnya Rp 15.045 - Priscolin, naik Rp 339)

Teluk Bayur: Rp 15.454 - Wira (sebelumnya tiada kabar)

Kwala Sawit (loco) : Rp 15.375 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 - Nint/Sam/MPR/SDS (sebelumnya Rp 15.036 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 9.750 - Nint/Sam/MPR/SDS, naik Rp 339 berdasarkan harga WD)

Tender CPKO

Lampung (Loco) : Rp 25.033 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 24.300 - Ikin (sebelumnya Rp 24.963 - WD. Harga penawaran tertinggi Rp 24.300 - Ikin, naik Rp 70 berdasarkan harga WD)

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PTPN IV PalmCo Gesa Skema "BUMN untuk Sawit Rakyat"
Wujudkan Visi Bupati TRK, Sekwil APKASINDO Aceh Bantu Pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih
Ini Tekad Kuat Aspek-PIR Indonesia terkait Petani Sawit
Bersama BPDP, Petani Sawit Harus Bisa Kaya dan Sejahtera
Tiga Masalah Menjadi Sorotan Aspek-PIR Sumut dan Mitra dalam Acara Buka Puasa Bersama
Aspek-PIR Indonesia Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam di Batang Toru Tapsel
komentar
beritaTerbaru