Yoes, petani sawit di Aceh, dan Raja, seorang petani sawit di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, juga mengungkapkan kendala yang senada terkait sulitnya memanen TBS ketika hujan lebat dan banjir melanda
Problem yang sama juga, seperti dikutip asatupro.com, diungkapkan oleh seorang pakar perdagangan CPO pada kantor berita resmi Malaysia, Bernama.
Seorang pedagang CPO bernama David Ng, menurut Bernama, bilang harga CPO melejit karena faktor banjir di wilayah timur yang merupakan sentra sawit di Malaysia.
Dan situasi itu pun terlihat jelas dari hasil tender yang diselenggarakan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) yang menunjukan harga CPO melesat mulai Selasa (26/11/2024), atau sehari sebelum pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak, Rabu (27/11/2024).
Baca Juga:
Lalu berlanjut sehari setelah pilkada serentak, Kamis (28/11/2024), dan tender pada akhir pekan ini sekaligus tender penutup pada bulan November 2024,, tepatnya Jumat (29/11/2024).
Dengan demikian, meski harga CPO melesat, tetapi tampaknya para petani sawit sulit menikmatinya. Karena di saat yang sama mereka juga kesulitan untuk memanen TBS dari kebun sawit mereka masing-masing.
Baca Juga:
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar