Hal ini, ujarnya, diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tanpa harus memperluas lahan, sehingga mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan.
Kedua, strategi pembangunan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan sertifikasi kompetensi yang dijalankan HIPKASI berfokus pada pengembangan SDM yang profesional dan kompeten.
"Kami akan menjalankan berbagai program sertifikasi dan pelatihan, baik di level petani kecil maupun profesional manajerial, untuk memastikan semua pihak yang terlibat memiliki kemampuan dan standar kerja yang tinggi," ujar Syarif Rafinda.
Ketiga, HIPKASI akan mendorong pemanfaatan energi berkelanjutan dari kelapa sawit dalam mendukung swasembada energi, terutama melalui pengembangan biodiesel yang ramah lingkungan.
Baca Juga:
"Kami berharap langkah ini dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan energi nasional," beber Syarif Rafinda.
Keempat, melalui riset dan inovasi berbasis teknologi, Syarif Rafinda menegaskan HIPKASI akan mendorong kolaborasi antara kalangan akademisi, pemerintah, dan swasta dalam bidang riset dan teknologi.

Baca Juga:
Pihaknya melihat inovasi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan produksi kelapa sawit agar dapat menjawab tantangan global dan nasional, serta memastikan produk kelapa sawit kita dapat bersaing di pasar internasional.
Kelima, strategi penguatan kemitraan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Pihaknya siap untuk bersinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar