Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Hukrim
"Perubahan iklim menjadi pemicu meningkatnya frekuensi bencana alam dalam beberapa tahun terkahir," kata Dr. Ardhasena Sopaheluwakan selaku Deputi Bidang Klimatologi BMKG di Ruang IMT-GT Gedung Rektorat Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (10/2/2026).
Dia mengatakan hal tersebut saat membuka diskusi ilmiah bertema "Dialektika Sawit Indonesia: Perubahan Iklim Global sebagai Pemicu Bencana di Sumatera".
Selain Ardhasena Sopaheluwakan, diskusi ilmiah itu menghadirkan tiga pembicara yaitu dua guru besar dari Fakultas Pertanian (Gaperta) USU, yakni Prof Dr Abdul Rauf dan Prof Dr Diana Chalil.
Baca Juga:
Ikut hadir sebagai peserta dalam diskusi tersebut antara lain perwakilan pemerintah, petani sawit, dan perwakilan asosiasi industri sawit.
Antara lain Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut, Timbas Prasad Ginting, dan mantan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumut, Irvan Mutyara
Kata Ardhasena Sopaheluwakan, termasuk di dalamnya adalah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada penghujung November 2025 di Pulau Sumatera.
Baca Juga:
Dalam paparannya, Dr Ardhasena menyampaikan ada 10 badai tropis yang awal tumbuhnya di Laut Banda. Jika diperluas sedikit ke arah selatan, ada lebih dari 30 siklon tropis yang tercatat tumbuh di sana.
"Wilayah ini sering menjadi titik awal bibit siklon," katanya.
Perubahan iklim yang ditandai cuaca ekstrem, kata Dr Ardhasena, juga mendorong terjadinya curah hujan ekstrem di Sumatera pada November dan Desember tahun lalu.
Curah hujan yang ekstrem antara lain disebabkan terjadinya pusaran badai, konvergensi yang membentuk awan secara masif pada wilayah pertemuan angin.
Juga, sambungnya lagi, membentuk konveksi atau mekanisme perpindahan panas akibat pemanasan permukaan air laut yang membentuk awan secara masif.
"Hingga Juni tahun ini akan terjadi curah hujan yang tinggi di kawasan Selatan khatulistiwa. Kondisi tersebut, perlu diantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat," kata Ketua Umum A3I (Asosiasi Ahli Atmosfer Indonesia) tersebut.
Lima lokasi dengan curah hujan tertinggi yaitu Singkil Utara (Aceh) dengan curah hujan 225.0 mm, dan empat wilayah di Sumbar.
"Yaitu Limau Purut 182.0 mm, Ulakan Tapakis 177.0 mm, Staklim Padang Pariaman 167.5 mm, dan Tambang Semen Padang 145.0 mm," ungkapnya.
"Tiga wilayah di Kabupaten Langkat Sumatra Utara yaitu Gebang, Cempa, dan Secanggang juga mencatat curah hujan yang sangat tinggi pada akhir November tahun lalu," katanya.
Kata Dr Ardhasen, normal curah hujan adalah 474 mm. Namun curah hujan pada November 2025 mencapai 1356 mm. Dan curah hujan saat terjadi bencana adalah tiga kali dari curah hujan pada November 2025.
"Perubahan iklim adalah perubahan signifikan dalam pola cuaca global atau regional yang terjadi dalam jangka waktu panjang, biasanya puluhan tahun hingga berabad-abad. Dan tahun 2025 adalah tahun terpanas ketiga dalam pencatatan suhu bumi," katanya.
Curah hujan maksimum harian, kata Dr Ardhasena, di masa depan semakin meningkat dan kejadian ekstrem makin sering terjadi.
"Jadi, perubahan iklim global di mana suhu bumi semakin memanas, adalah penyebab utama terjadi bencana seperti hujan ekstrem sehingga memicu tanah longsor," tegas Dr. Ardhasena Sopaheluwakan.
Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan
Hukrim
Semarak Hari Bakti Kemenimipas ke2, Lapas Pasir Pangarayan Gotong Royong Bersihkan Lingkungan Kantor
Daerah
Medan,asatupro.comEkspektasi kenaikan harga barang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku dan keputusan pembelian konsum
Ekonomi
Alunan Musik dari Balik Jeruji, Band Akustik Warga Binaan Rutan Dumai Hibur Pengunjung
Daerah
Diduga Diintimidasi Penyidik,Saksi Sengketa Tanah Rohani Minta Perlindungan Kapolri dan Kadiv Propam
Peristiwa
Dugaan Pelanggaran Berlapis di Tanjung Morawa Dari PHK Sepihak, Rekrutmen BHL Ilegal, hingga Pungli Sampah
Peristiwa
Pengadaan 41.816 Water Meter PDAM Tirtanadi Bernilai Puluhan Miliar Disorot, Nezar Djoeli Bongkar Dugaan Kejahatan Terstruktur!
Medan
Belum Ada Solusi bagi Warga, Pembangunan CCTV Center Dishub Medan di Belawan Terus Berjalan
Medan
Listyo Sigit Resmi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Mahfud MD Sebut "Gilaaa" dan Berpotensi Makar
Nasional
Bareskrim Ungkap Sasaran Lain Dugaan Peretasan, Yusril Buka Suara Usai Nama Gibran Disebutsebut
Nasional