Batang Toru, asatupro.com - Para petani mitra plasma yang tergabung dalam DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Pola Inti Rakyat (Aspek-PIR) Indonesia, termasuk di Provinsi
Sumatera Utara (Sumut), kembali menyalurkan bantuan bagi para korban bencana alam banjir bandang.
Kali ini bantuan yang diperkirakan lebih dari Rp 20 juta itu disalurkan Aspek-PIR Indonesia kepada korban bencana alam di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Jumat (19/12/2025) malam
"Kalau dana yang berhasil dikumpulkan oleh Aspek-PIR senilai Rp 16 juta," kata H. Syarifuddin Sirait SP selaku Ketua DPD I Aspek-PIR Indonesia cabang Provinsi Sumut kepada para wartawan melalui telepon seluler (ponsel), Sabtu (20/12/2025) siang.
Di samping itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Aspek-PIR Indonesia ini juga mengatakan PT Raudhatul Jannah Travel (RJT) juga menitipkan bantuan dana kepada Aspek-PIR bagi para korban bencana di Batang Toru sebesar Rp juta.
Baca Juga:
Sebagai informasi tambahan saja, PT RJT ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perjalanan atau travel haji dan umroh bagi seluruh umat Muslim di Indonesia.
Perusahaan ini dimiliki oleh Hj. Dewi Mustika Sari, istri
Syarifuddin Sirait SP sendiri. Sementara
Syarifuddin Sirait berposisi sebagai direktur utama (Dirut) di PT RJT tersebut.
"Semua dana yang ada dibelanjakan untuk kebutuhan pokok warga terdampak bencana alam," beber Ketua Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Ambar Kesepakatan, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, ini.
Baca Juga:
"Seperti beras, ikang kaleng, bahkan sampai sabun dan pasta gigi. Pkoknya kita beli yang benar-benar bisa digunakan para korban bencana alam di Batang Toru," tambah Syarifuddin Sirait.
Di samping itu, pihaknya juga menyalurkan sejumlah bal yang berisi pakaian yang layak pakai hasil sumbangan dari Laskar Merah Putih (LMP) kepada para pengungsi di Kecamatan Batang Toru.

"Semua bantuan yang disalurkan oleh Aspek-PIR kami sampaikan dan diterima dengan baik oleh Bapak B. Tampubolon selaku Kepala Desa (Kades) Huta Godang, Kecamatan
Batang Toru," tegas
Syarifuddin Sirait.
Sekadar mengingatkan, di Kecamatan
Batang Toru tersebut telah berdiri dan beroperasi sebuah perusahaan tambang emas berskala nasional sejak beberapa tahun yang lalu,
Belakangan ini perusahaan tambang emas itu dinarasikan oleh banyak pihak sebagai salah satu penyebab bencana alam banjir bandang di Kabupaten Tapsel.
Tags
beritaTerkait
komentar