"Apalagi saya merasa masih tetap bisa seperti berada di atmosfer perusahaan perkebunan, misalnya saja PT KTS yang bergerak di bidang kebun sawit. SMK ini kan binaan mereka, jadi kami sering sekali berinteraksi, saya juga ga jarang saling tukar ilmu dengan tim di PT KTS," ujar Naidi.
Ashar Khoirurozi, Assistant CSR PT KTS membenarkan, bahwa PT KTS dan SMKN 1 Kaway XVI selalu bersinergi dalam berbagai kegiatan.
Selain karena sekolah ini adalah sekolah yang dibangun dan binaan PT KTS, juga sebagai komitmen perusahaan terhadap kebijakan keberlanjutan.
SMKN 1 Kaway XVI merupakan salah satu pilar pendidikan yang menjadi sasaran program tanggung jawab perusahaan, PT KTS senantiasa memberikan bantuan rutin kepada tenaga kerja di sekolah, serta beasiswa bagi siswa yang berprestasi.
Baca Juga:
"Kami sering sekali dilibatkan dalam kegiatan di SMKN 1 Kaway XVI, misalnya setiap kali uji kompetensi keahlian pihak sekolah selalu percaya tim KTS sebagai asesornya, kami yang datang ke sekolah, nggak jarang juga pihak sekolah yang visit ke kantor," kata Ashar.
PT KTS juga selalu jadi pilihan pertama bagi siswa-siswi SMKN 1 Kaway XVI sebagai tempat Praktek Kerja Lapangan hingga mencari lowongan pekerjaan.
Sudah banyak lulusan SMK ini yang kemudian menjadi karyawan di PT KTS, sebaliknya siswa-siswa yang bersekolah di SMKN 1 tak jarang merupakan anak dari pekerja dan karyawan di PT KTS.
"Simbiosis mutualisme lah istilahnya, kami saling membutuhkan dan bekerjasama dengan baik. Tentunya dengan harapan untuk memajukan masyarakat lewat pendidikan," kata dia.
"Hal ini sejalan dengan pilar CSR kami di bidang pendidikan serta sesuai moto kami, sejahtera bersama bangsa," tegas Junaidi.
Editor
: Hendrik Hutabarat
Tags
beritaTerkait
komentar