SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Dalam kegiatan yang dihadiri orangtua para wisudawan dan sejumlah pihak terkait itu, diketahui bahwa ada sekitar 42 wisudawan yang sebelum acara wisuda telah berhasil bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Acara tersebut dihadiri oleh Rektor ITSI Medan, Purjianto SE MM, dan seluruh jajaran rektorat dan manajemen, perwakilan Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I Sumut, Pembina Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang juga Direktur SDM & Umum PTPN III Dr.Endang Suraningsih MM Psi.
Turut hadir Pembina Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta yang juga Direktur PT LPP Agro Nusantara, Pranoto Hadi Raharjo ST MM; Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta, Sosiawan Hary Kustanto.
Baca Juga:
Lalu, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP); Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sumut, DR Muhammad Isa Indrawan SE MM; Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi (Apperti) Sumut, Ir Indra Gunawan MP; para Regional Head PTPN Group.
Serta hadir juga Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Dr Ir Gulat ME Manurung MP; Boy Batubara selaku perwakilan dari Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) Sumut, Mino Lesmana dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Sumut, dan lainnya.
Rektor ITSI Medan, Purjianto SE MM, saat menyampaikan kata sambutan mengatakan bahwa kampus ITSI adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang fokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM), khususnya industri kelapa sawit.
Baca Juga:
Kata Purjianto, untuk menyediakan tenaga kerja yang siap pakai di industri sawit, baik nasional atau pun di Sumut, ITSI terus berupaya meningkatkan kualitas lulusan atau wisudawan ITSI.
"Seperti menjalin kerjasama dengan industri perkebunan kelapa sawit, baik industri hulu maupun hilir, serta merekrut praktisi untuk mengajar dan membimbing praktek mahasiswa," ucap Purjianto.
Pihaknya juga bekerjasama dengan industri dalam menyelaraskan kurikulum sesuai kebutuhan industri atau dikenal dengan istilah menggunakan konsep link and match.
Menurutnya, hal ini dilakukan agar seluruh alumni ITSI benar-benar memiliki ketrampilan sesuai yang diharapkan oleh industry perkebunan.
"Pembelajaran di ITSI bukan hanya pada aspek hard skill yaitu penguasaan pengetahuan baik teori dan praktek, tapi mahasiswa juga dibekali dengan program soft skill," tutur Purjianto lagi
Dengan demikian, sambungnya, diharapkan para alumni ITSI mampu memiliki sikap dan karakter yang baik.
Dia bilang, para alumni ITSI juga telah menjalani uji kompetensi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi profesi sehingga pada akhirnya mereka telah siap untuk bekerja di industri perkebunan.
Purjianto menegaskan, di dalam meningkatkan mutu pendidikan dan untuk mencapai visi unggul, ITSI juga terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dosen.
Untuk itu, kata dia, saat ini ITSI telah memiliki dosen tetap bergelar doktor sebanyak 16 orang sedang menyelesaikan program doktor sebanyak 7 orang.
"Dan jumlah ini harus terus ditingkatkan sesuai dengan indikator kinerja utama (IKU4) Dikti bahwa dosen harus berpendidikan S3," ucap Purjianto.
Lalu, sambungnya lagi, Perubahan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) nomor 53 tahun 2023 menjadi Permendiknas No.39 tahun 2025 melahirkan beberapa konsekuensi.
"Antara lain, perguruan tinggi (PT) dituntut untuk mengarah standar global dan meningkatkan daya saing Internasional serta perguruan tinggi harus membangun jejaring Internasional," kata dia.
Dan saat ini, ucapnya, ITSI telah menjalin kerjasama dan Letter of Intent (LoI) dengan PT dari luar negeri antara lain Universiti Teknologi Malaysia, Kolej Komuniti Kepala Batas, Politeknik Tuanku Sultanah Bahiyah, Politeknik Jeli Kelantan, Politeknik Sultan Azlan Shah, dan Universiti Sains Malaysia.
"Para dosen ITSI telah melaksanakan visiting lecture ke beberapa kampus di luar negeri tersebut, dan ini harus terus ditingkatkan baik visiting lecture, penelitian dan PKM bersama," papar Purjianto.
Konsekuensi lain, ucapnya lagi, adalah perguruan tinggi wajib menyediakan Program RPL (Rekognisi Pengajaran Lampau), Micro-Credensial dan jalur pembelajaran adaptif.
"Dan tahun ini ITSI telah mendapatkan izin menyelenggarakan Program RPL yang sangat cocok diikuti oleh para mandor atau karyawan dari perusahaan perkebunan untuk memperoleh gelar sarjana dengan masa studi lebih kurang 2 tahun," tegas Purjianto.
Kegiatan wisuda itu sendiri diisi berbagai hiburan, seperti tarian dari para mahasiswa dan mahasiswi ITSI. Ketua Umum APKASINDO, Gulat Manurung, turut menyumbang sejumlah lagi dalam acara tersebut.
SPBU No. 14.227.331 Batang Toru "Diduga Keras Menjual BBM Solar Subsidi Ke Mafia" Penegak Hukum Diam Seribu Bahasa
Hukrim
Solo, asatupro.com Program ketahanan pangan dan energi berkelanjutan yang didengungkan oleh Presiden Prabowo Subianto mendapatkan dukungan
Perkebunan
Rapat Koordinasi Percepatan Dana Desa Tahap Pertama, Wakil Bupati Dairi Minta Camat dan OPD Kerja Ekstra
Daerah
10 SPPG Kabupaten Dairi Yang Telah Memenuhi Syarat menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Ketua Satgas MBG Dairi
Daerah
Padangsidimpuan, Asatupro.com Keluarga jurnalis yang rumahnya diduga dibakar orang tak dikenal (OTK) di Kelurahan Wek III, Kecamatan Padan
Hukrim
Kasus BBM Subsidi di Tapsel Diduga DitutupTutupi, SPBU Pemasok Belum Tersentuh Hukum
Hukrim
Bareskrim Gerebek THM New Zone di Medan, 34 Orang Diamankan Diduga Terkait Dengan Narkoba
Hukrim
Lomba Cerdas Cermat SMA SiantarSimalungun Digelar, Tanamkan Nilai Anti Korupsi Sejak Dini
Pendidikan
Bos PLN Minta Maaf, Ungkap Penyebab Listrik Padam BerjamJam di Sumatera
Nasional
LLDikti Wilayah I Raih Penghargaan Implementasi Full CMS Terbaik dari Kemenkeu RI
Pendidikan