Minggu, 12 Juli 2026
LEBARAN HAJI 1447 H

Sah, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 Resmi Dilantik

Zulhamdani Napitupulu - Sabtu, 11 Juli 2026 20:20 WIB
Sah, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 Resmi Dilantik
Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 Resmi Dilantik, di Aula C Gedung Walikota Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026).

Jakarta,asatupro.com-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur periode 2025–2027 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula C Gedung Walikota Jakarta Timur, Sabtu (11/7/2026).

Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penegasan komitmen DPC GMNI Jakarta Timur dalam melahirkan kader-kader yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional.

Pelantikan Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025-2027 dan Orasi Kebangsaan mengusung tema "Menciptakan Generasi Anti Kemiskinan Melalui Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan Hidup untuk Menghasilkan Kader Produktif dalam Menyambut Bonus Demografi".

Tema ini menegaskan komitmen GMNI untuk mendorong peran generasi muda dalam menciptakan solusi atas persoalan kemiskinan melalui inovasi, ekonomi kreatif dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat banyak terutama kaum marhaen namun tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Baca Juga:

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar sekaligus melantik Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027 juga memberikan kata sambutan. Walikota Jakarta Timur yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan Bambang Pangestu Aldryan dan akademisi Marthin Siregar turut memberikan kata sambutan.

Setelah itu dilanjutkan oleh orasi kebangsaan yang disampaikan oleh Chico Hakim yang merupakan Staff Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik juga Jaringan Komunikasi Sosial Jakarta yang menyampaikan Orasi Kebangsaan mengenai "Peran Generasi Muda Yang Berorientasi Kepada Ekonomi Kreatif Berbasis Lingkungan Hidup Dalam Menyambut Bonus Demografi Untuk Mendukung Jakarta Sebagai Kota Global".

Juga Rommy Jiwaperwira yang juga alumni GMNI serta Sekretaris DPC PA GMNI Jakarta Timur yang menyampaikan orasi "Menuju GMNI yang anti kemiskinan serta mampu menjadi pilar penting kekuatan nasional". Acara pelantikan sekaligus orasi kebangsaan ditutup oleh Ade Reza Hariyadi yang merupakan Ketua DPP PA GMNI memberikan motivasi kepada seluruh kader-kader DPC GMNI Jakarta Timur.

Baca Juga:

Dalam kepengurusan DPC GMNI Jakarta Timur periode 2025-2027 yang dilantik sebagai berikut :
- Ketua : Jansen Henry Kurniawan
- Sekretaris : Feronika Nurlat Latbual
- Bendahara : Jeremy Andsent
- Wakabid Organisasi dan Disiplin Ideologi : Lorens Lanalo
- Wakabid Kaderisasi dan Analisa Kajian Strategis : Mufty Arya Dwitama
- Wakabid Kesarinahan dan Pergerakan Perempuan : Margaretha Hutagalung
- Wakabid Politik dan Hubungan Antar Lembaga : Dzakwan Falih
- Wakabid Ekonomi Kerakyatan dan UMKM : Bima Sadiropa Sijabat
- Wakabid Advokasi dan Bantuan Hukum : Stevent Parhusip

Jansen Henry Kurniawan selaku Ketua DPC GMNI Jakarta Timur dengan cita-cita besar mewujudkan Jakarta Timur Rumah Marhaenis yang baru saja dilantik ini mengingatkan bahwa Indonesia dipastikan akan memasuki bonus demografi sekitar 2030-2035 harus menjadi perhatian serius terutama pada aspek ekonomi kreatif berbasis lingkungan hidup untuk menciptakan generasi anti kemiskinan.

Sehingga tema pelantikan dan orasi kebangsaan ini dipilih bukan tanpa alasan, sebab dalam memasuki bonus demografi nanti jangan sampai hanya menciptakan banyak usia produktif namun kontra produktif tetapi harus mampu menciptakan usia produktif yang memang produktif dengan spirit anti kemiskinan sesuai awalan lirik lagu mars GMNI "Mahasiswa Indonesia bersatulah segera, didalam satu barisan anti kemiskinan".

Kota Jakarta Timur harus mampu menjadi role modelnya sebab Kota Jakarta Timur adalah kota paling banyak penduduknya diDKI Jakarta menurut data BPS 2026 sebanyak 3,2 jt yang mencakup 30% dari wilayah metropolitan Jakarta sehingga Kota Jakarta Timur harus mampu menjadi role model.

Akhir kata Jansen mengingatkan bahwasanya GMNI adalah intelektual movement yang harus menjalankan fungsinya sebagai mitra kritis dan sinergi terhadap kebijakan publik apapun yang berkaitan dengan orang banyak terutama kaum marhaen.

Generasi muda harus berani bersikap dalam memberikan kritik yang membangun baik dalam kajian akademis, mimbar bebas bahkan aksi masa apabila ada kekeliruan stakeholder kebijakan dalam mengambil kebijakan.

Tetapi mahasiswa harus mampu bersinergi dalam menyukseskan kebijakan publik yang memang berpihak bagi masyarakat terutama kaum marhaen. Namun baik kritik maupun sinergi dengan kebijakan publik harus dilakukan dengan analisa terukur dengan perspektif objektif.

Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
beritaTerkait
FEBRIE ADRIANSYAH Resmi Mundur Dari Kursi JAMPIDSUS! Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri, Kejagung Sebut Demi Jaga Integritas Penegakan Hukum
"Anda Jaksa? Pakai Bintang Juga, Kau Milik Rakyat!" Prabowo Ingatkan Aparat Negara: Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Diduga Ada Celah Pengawasan, KMMB SUMUT Desak Pembenahan Total Lapas Labuhan Bilik
Indonesia Ukir Sejarah, Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia
Viral Video Prajurit Bersenjata di Polda Metro Jaya, Mabes TNI Akhirnya Beri Penjelasan
Dewan Pers dan KPPU Bahas Dominasi Platform Digital yang Ancam Ekosistem Pers
komentar
beritaTerbaru