Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Daerah
Jakarta,asatupro.com-Kami Barisan Pergerakan Masyarakat Nusantara (Bapemnus) memandang bahwa program MBG merupakan gagasan yang memiliki niat baik untuk meningkatkan kualitas gizi dan sumber daya manusia Indonesia. Program ini bahkan menargetkan puluhan juta penerima manfaat dari kalangan pelajar, balita, dan ibu hamil.
Namun dalam implementasinya, Bapemnus menilai program ini dilaksanakan secara terburu-buru, belum matang secara kelembagaan, dan berpotensi membebani kondisi ekonomi nasional yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural.
Berikut adalah beberapa fakta yang terjadi dilapangan dan potensi yang terjadi apabila MBG tidak dihentikan sementara waktu sampai kita siap untuk menyelenggarakan MBG dengan sebaik mungkin :
1. Beban Fiskal Negara Sangat Besar dan Berpotensi Mengganggu Stabilitas APBN.
Baca Juga:
Program MBG memerlukan anggaran yang sangat besar dari APBN. Pada tahun 2025 saja, anggaran awal program ini mencapai Rp71 triliun. Bahkan berpotensi membengkak hingga Rp171 triliun karena kebutuhan tambahan anggaran di tahun pertama implementasi.
Untuk menutup kebutuhan anggaran tersebut, pemerintah melakukan penyisiran anggaran kementerian dan lembaga yang ditargetkan mencapai Rp306,7 triliun.
Kondisi ini menunjukkan bahwa:
Baca Juga:
Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil, kebijakan fiskal seharusnya difokuskan pada penguatan daya beli masyarakat, stabilitas harga pangan, dan penciptaan lapangan kerja.
2. Potensi Dampak terhadap Stabilitas Ekonomi dan Kebijakan Moneter.
Kebijakan fiskal yang terlalu ekspansif tanpa kesiapan sistem distribusi dan produksi pangan berpotensi menimbulkan dampak ekonomi, antara lain:
- Tekanan terhadap inflasi pangan
- Gangguan stabilitas pasar bahan pangan
- Tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional
Jika permintaan pangan meningkat secara tiba-tiba akibat program MBG, sementara rantai pasok belum siap, maka risiko kenaikan harga bahan pangan sangat terbuka.
Kondisi ini dapat memaksa otoritas moneter untuk mengambil kebijakan pengetatan guna menekan inflasi, yang pada akhirnya berdampak pada daya beli masyarakat, stabilitas pasar keuangan, serta sentimen investor terhadap perekonomian nasional.
3. Pelaksanaan di Lapangan Terbukti Masih Carut-Marut.
Sejumlah persoalan nyata telah muncul dalam implementasi program MBG, antara lain:
Selain itu, pengawasan juga menemukan berbagai persoalan teknis seperti keterlambatan distribusi makanan menu yang tidak sesuai kebutuhan gizi atau kondisi kesehatan siswa kurangnya kesiapan fasilitas dapur dan pengolahan makanan.
Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa implementasi program ini belum memiliki sistem pengawasan dan manajemen yang matang.
4. Negara Harus Memastikan Infrastruktur Program Siap.
Program MBG menargetkan pembangunan ribuan dapur layanan gizi dan menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Namun perlu diakui bahwa:
- Kesiapan logistik
- Sistem pengawasan pangan
- Kapasitas sumber daya manusia
- Serta mekanisme distribusi masih jauh dari ideal.
Tanpa kesiapan yang matang, program ini justru berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, pemborosan anggaran, dan ketidakefisienan birokrasi.
Berdasarkan pertimbangan di atas, Barisan Pergerakan Mahasiswa Nusantara menyatakan sikap :
Bapemnus menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia adalah tujuan yang mulia. Namun kebijakan publik harus dilaksanakan dengan perencanaan yang matang, kesiapan kelembagaan, serta mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional.
Negara tidak boleh memaksakan program besar tanpa kesiapan yang memadai, karena pada akhirnya yang akan menanggung risiko adalah rakyat dan masa depan generasi bangsa.
Jansen Henry Kurniawan
(Ketua Umum Barisan Pergerakan Masyarakat Nusantara)
Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Daerah
PT Pelindo Terminal Petikemas Tambah Alat Bongkar Muat di PMT Terminal Belawan
Medan
Kodaeral I Siap Menjawab Tantangan Tugas Masa Depan
Medan
Perkuat Keharmonisan dengan Masyarakat, Korem 022/PT Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bersama Warga
Olahraga
Bobby Sihite Ucapan Jaksa Agung Harus Dibuktikan dengan Penegakan Hukum yang Konsisten
Nasional
Viral Video Prajurit Bersenjata di Polda Metro Jaya, Mabes TNI Akhirnya Beri Penjelasan
Nasional
Indonesia Ukir Sejarah, Presiden Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pertama di Dunia
Nasional
Perjudian Diduga Milik Berinisial AJU Beroperasi Terbuka di Wilayah Hukum Polres Binjai, Warga Pertanyakan Penegakan Hukum
Hukrim
Polresta Deli Serdang Bungkam, Ada Apa di Balik Beroperasinya Arena Bos Judi Sabung Ayam & Dadu &039AWI&039 Batang Kuis?
Hukrim
Dewan Pers dan KPPU Bahas Dominasi Platform Digital yang Ancam Ekosistem Pers
Nasional