Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Medan
Jangan ada pihak pihak lain yang menguasai dan mau melenyapkan situs budaya tersebut. Rebut, kuasai kembali dan usir pihak-pihak yang mencaplok rumah adat dan lahan kedatukan itu
"Jangan ada pihak pihak yang menguasai dan mau merubuhkan bangunan warisan tersebut. Kalau ada, kita lawan dan kita polisikan. Saya sebagai Sultan Serdang siap pasang badan dan titah saya kita harus bertindak. Kalau polisi tak ada action, kita turun dan lawan dengan cara-cara yang mereka buat. Kita harus keras juga melawan mereka-mereka yang mau melenyapkan bangunan itu," ujar Sultan Serdang Tengku Akhmad Thalaa di hadapan masyarakat Hamparan Perak, tokoh tokoh Melayu serta ahli waris Kedatukan Urung Sepuluh Dua Kuta, Datuq Adil Freddy Haberham SE di Aoby Kafe Jalan Singgalang No 1 Medan pada Senin 29 Juli 2025.
Menurut Sultan Serdang Tengku Akhmad Thala'a Syariful Alam, secara administrasi ahli waris memiliki surat-surat lengkap dan tidak pernah menjual dan mengalihkan aset tersebut kepada pihak lain. Jadi rumah adat ini harus dipertahankan dan dikuasai kembali.
Baca Juga:
Dikatakan, Istana Kedatukan Urung Sepuluh Dua Kuta yang disebut juga Rumah Tinggi Hamparan Perak adalah simbol kejayaan Melayu, karena dari sanalah Kota Medan dibangun oleh Guru Patimpus. Oleh karena itu, Rumah Tinggi itu harus diselamatkan dari oknum-oknum ya ahistoris, yang tak menghargai sejarah dan budaya Melayu.
"Istana Rumah Tinggi itu adalah rumah adat yang menjadi simbol dan marwah Melayu. Oleh karena itu harus dijaga dan dipertahankan dari oknum-oknum yang ahistoris dan tak menghargai marwah Melayu. Saya mengajak seluruh masyarakat Melayu terutama yang berdomisili di Hamparan Perak harus turun tangan menyelamatkan simbol Melayu tersebut. Harus dicegah, harus dilawan. Kita harus pertahankan istana tersebut," kata Tengku Achmad Thala'a lagi.
Sebelumnya, Datoq Urung Sepuiuh Dua Kuta, Datoq Adil Freddy Haberham melaporkan hal tersebut kepada Tuanku Sultan Serdang, sembari memohon perlindungan, baik secara adat maupun secara hukum. Hal ini kata Datoq Adil sangat dibutuhkan terutama dalam menyatukan sikap puak Melayu guna menyelamatkan keberadaan Istana Kedatokan Urung Sepuluh Dua Kuta yang tak terlepas dari ikatan sejarah dan budaya Melayu di negeri ini.
Baca Juga:
"Pertemuan ini diinisiasi PB MABMI yang mengetahui kondisi dan situasi Istana Kedatukan Urung Sepuluh Dua Kuta dalam keadaan dikuasai pihak lain. Dan lokasi lahannya sudah dipagar tinggi dan rumah adat itu mau dirubuhkan pihak ketiga yang menguasai. Kita sudah lapor ke Polsek Hamparan Perak, ke Kecamatan, ke Kelurahan dan pihak pihak lainnya. Rumah Tinggi itu harus kita kuasai kembali dan menjadi situs budaya," ujar Datoq Adil Freddy Haberham.**
Buruh dan Pekerja Di Medan Merasa Aman Dan Terlindungi Saat Bekerja
Medan
Tim Laser Sat Reskrim Polres Simalungun Tunjukkan Kinerja Profesional dan Humanis dalam Razia THM, Dua Pengunjung Positif Urine Diamankan
Hukrim
Pengemudi Ojol Nyaman Bekerja 24 Jam Di Jalanan Kota Medan, Dampak Angka Kejahatan Jalanan Menurun
Hukrim
Polda Sumut Gelar Apel Pasukan Operasi ASEAN U19 Toba 2026, Siap Amankan Turnamen Internasional
Nasional
Judi Tembak Ikan GBM 99 Menjamur di Medan Utara, Warga Resah Diduga Ada Beking Kuat dan Minta Polisi Bertindak!
Hukrim
Terbongkar ! Rahmadsah Alias Mamat Ternyata Seorang Residivis Pelaku Penganiayaan dan Pembunuhan
Hukrim
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wabup Dairi Bacakan Pesan Kebangsaan Kepala BPIP
Daerah
Polres Binjai Siapkan Personil Laksanakan Pengamanan Kegiatan Pelantikan Kormi
Daerah
Pancasila 1 Juni Warisi Apinya, Bukan Abunya
Nasional
Polres Binjai Memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Daerah