James Siburian Sabet Juara 1 Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, PB-LKP Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya
James Siburian Sabet Juara 1 Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, PBLKP Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya
Daerah
Medan,asatupro.com-Ratusan masyarakat Kota Medan, khususnya anak taman kanak-kanak (TK), Siswa SD memenuhi bandara Lanud Soewondo, Kamis (29/1) pukul 06.30 WIB.
Kehadiran ratusan TK, Pelajar SD dan warga lokasi Bandara Lanud Soewondo tersebut melihat langsung aksi para penerjun Resimen Arhanud 1 Korps Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU dalam Latihan Terjun Penyegaran (Jungar) Tahun 2026.
Latihan terjun penyegaran (Jungar) digelar Divisi Arhanud Pasgat Resimen Arhanud 1 bertujuan untuk memelihara kemampuan dan profesionalisme tempur. Latihan ini sering dilakukan di berbagai pangkalan TNI AU dan Jungar.
Rutin bagi prajurit Korpasgat baik menggunakan metode Free Fall maupun Statik, untuk memelihara kemampuan dan profesionalisme tempur dan latihan ini melibatkan ratusan personel dan terjun dari pesawat.
Baca Juga:
"Kali ini puluhan penerjun Korpasgat dari Resimen Arhanud 1 Pasgat (24 statik) ( 2 free fal), Batalyon Parako 463 Pasgat (37 statik) (7 free Fal), Batalyon Parako 462 (28 statik) (2 freefall) dan Batalyon Arhanud 11 (24 statik) melaksanakan terjun penyegaran menggunakan Pesawat CN A-2904 dengan Kapten Pnb Yasa," ujar Kapen Menarhanud 1 Pasgat Lettu Psk Tri Sufianto kepada awak media, Kamis 29 Januari 2026.
Lettu Psk Tri menambahkan ,selain meningkatkan kemampuan terjun prajurit Pasgat ,kegiatan ini juga menambah wawasan tentang kedirgantaraan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar TK, SD dan SMU yang hadir di kegiatan Terjun Penyegaran Resimen Arhanud 1 Pasgat.Terlihat antusias ratusan masyarakat yang hadir di Lanud Soewondo melihat aksi para penerjun pasukan khusus TNI AU. di acara ini juga sekolah Angkasa mempromosikan sekolahnya dan memperkenalkan kedirgantaraan kepada anak-anak sejak dini," sebut Lettu Psk Tri.
Baca Juga:
Dalam penerjunan ini juga dilakukan terjun Free Fall dengan ketinggian 8000 Feat atau sekitar 2400 meter dari permukaan laut dan terjun statik.
Free fall Korpasgat merupakan teknik terjun bebas (halo/haho) yang dilakukan prajurit baret jingga TNI AU untuk meningkatkan kemampuan tempur, presisi, dan infiltrasi udara. Latihan rutin ini bertujuan menjaga profesionalisme, sering menggunakan pesawat Hercules, dan menargetkan ketepatan pendaratan di zona aman.
Tujuannya untuk mengasah kemampuan, pemeliharaan keahlian terjun, dan kesiapsiagaan operasi militer baik perang maupun non-perang.
"Alhamdulilah kegiatan terjun penyegaran yang dilaksanakan Resimen Arhanud 1 Pasgat berjalan lancar sesuai rencana dan semua penerjun turun dalam keadaan sehat," tandasnya seraya menambahkan untuk penerjun Free Fall latihannya khusus selama tiga bulan di Margahayu, Bandung dan kegiatan ini juga memotivasi kalangan pelajar menjadi prajurit TNI AU.
Dina salah satu pelajar yang menyaksikan kegiatan terjun penyegaran Menarhanud 1 Pasgat menyampaikan bangga sekali melihat prajurit Korpasgat terjun dari pesawat turun dengan cepat,tepat tanpa ada kendala.
"Luar biasa pastinya latihannya, saya mau juga nanti menjadi Wara om," ungkapnya kepada awak media.
Sekilas Mengenal Korpasgat
Sebagaimana diketahui Korps Pasukan Gerak Cepat disingkat Korpasgat, atau sebutan lainnya Korps Baret Jingga, merupakan pasukan khusus yang dimiliki TNI Angkatan Udara.
Korpasgat merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra yaitu udara, laut, darat.
Setiap prajurit Pasgat diharuskan minimal memiliki kualifikasi para-komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudara-an sesuai dengan spesialisasinya.
Tugas dan tanggung jawab Korpasgat sama dengan pasukan tempur lainnya yaitu Satuan Tempur Negara. Sebagai Pasukan Pemukul NKRI yang siap diterjunkan disegala medan baik hutan, kota, rawa, sungai, laut untuk menumpas semua musuh yang melawan NKRI.
Pasukan ini mengadopsi teknik free fall tempur, yang berakar dari sejarah penerjunan pertama Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) di Kotawaringin pada 17 Oktober 1947. Penerjun tempur Korpasgat dengan baret jingga ini berfungsi sebagai ujung tombak infiltrasi, memperkuat kemampuan operasi khusus TNI Angkatan Udara.
Korpasgat mempunyai Ciri Khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U) yaitu merebut dan mempertahankan pangkalan dan untuk selanjutnya menyiapkan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.
Korpasgat bertugas membina kekuatan dan kemampuan satuan. Pasgat sebagai pasukan matra udara selalu siap operasional dalam melaksanakan segala misi operasi militer perang maupun non militer selain perang, perebutan sasaran, pertahanan objek strategis Angkatan Udara, pertahanan udara, operasi khusus dan khas matra udara dalam operasi militer atas kebijakan Panglima TNI.
Untuk warna baret jingga Pasgat terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Bandung yaitu tempat pasukan komando ini dilatih dan Markas Korps Pasukan Gerak Cepat bermarkas di dalam Pangkalan TNI AU Sulaiman Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
James Siburian Sabet Juara 1 Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, PBLKP Tegaskan Komitmen Lestarikan Budaya
Daerah
PPPK Berpeluang Jadi PNS 2027, Guru Swasta Bersertifikasi Jangan Dianaktirikan
Nasional
FMPS Desak Kapolda Sumut Evaluasi Polsek Kotanopan, Dugaan PETI Diminta Diverifikasi
Hukrim
Dugaan Pungutan Mengatasnamakan Paguyuban, Pedagang Gedung Nasional Minta Pemkab Bertindak
Daerah
Pemkab Karo Tegaskan CSR Pendidikan Transparan, Tanpa Intervensi dan Konflik Kepentingan
Daerah
Misteri Mangkraknya Laporan Penganiayaan di Polsek Patumbak Tiga Kali Ganti Kapolsek, Nasib Korban Tetap Menggantung
Peristiwa
Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara Desak Investigasi Menyeluruh Atas Kebakaran PT EVYAP
Peristiwa
PBLKP Gelar Festival Cipta Lagu Pakpak 2026, Jaga Warisan Budaya Suku Pakpak
Daerah
Polda Sumut Bongkar Scam Berbasis Telegram, Tiga Korban Rugi Rp19,79 Juta
Medan
Perubahan KUAPPAS APBD 2026 Dairi Disepakati, Jadi Pedoman RKASKPD
Daerah