Teknologi mySAP365 Semakin Berkembang, Kini Ditopang Indosat dan Diminati Pelaku Usaha Sawit
Medan, asatupro.com Teknologi greeding tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mySAP365 yang diusung oleh PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT
Perkebunan
Sibolga, Asatupro.com – Kuasa hukum terdakwa Maya Sari Harahap membantah keras penerapan Pasal 170 KUHP sebagaimana tertuang dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada perkara nomor 11/Pid.B/2026/PN Sibolga. Penasihat hukum menilai konstruksi peristiwa yang dituangkan dalam dakwaan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan.
Kuasa hukum Maya Sari Harahap, Salman Alfarisi Simanjuntak, SH, MH, C.MED, CTA, bahkan menyebut kronologi yang disusun dalam dakwaan tersebut diduga tidak menggambarkan fakta yang sebenarnya.
Menurutnya, pada saat insiden terjadi, Maya Sari Harahap sama sekali tidak berada di lokasi perkelahian. Saat itu Maya sedang berjualan sayur di lapaknya yang berada di bagian atas pasar dengan jarak sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
"Faktanya, klien kami sedang berjualan di lapaknya. Posisi lapak itu berada di atas dan berjarak kurang lebih 50 meter dari lokasi di mana suaminya, Jonni Erdinal, sedang dipukuli di dalam parit," ujar Salman kepada awak media, Senin (9/3/2026) melalui sambungan seluler.
Baca Juga:
Situasi berubah ketika terdengar teriakan dari arah bawah yang menyebut bahwa suami Maya sedang dipukuli. Bahkan dalam teriakan tersebut disebutkan agar sang istri segera datang menolong, karena dikhawatirkan suaminya bisa meregang nyawa jika tidak segera diselamatkan.
Mendengar teriakan tersebut, Maya Sari Harahap yang merupakan istri dari Jonni Erdinal spontan berlari menuju lokasi kejadian.
"Sebagai seorang istri tentu nalurinya adalah menyelamatkan suaminya. Klien kami turun dari lapak jualannya setelah mendengar teriakan bahwa suaminya sedang dipukuli di dalam parit," jelasnya.
Baca Juga:
Setibanya di lokasi, Maya disebut langsung berusaha menyelamatkan dan memisahkan suaminya yang sedang bergulat dengan Isqi Naldy Simatupang di dalam parit.
Menurut penasihat hukum, tindakan Maya semata-mata merupakan upaya spontan seorang istri untuk melerai dan menyelamatkan suaminya, bukan untuk melakukan kekerasan secara bersama-sama sebagaimana didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum.
"Tidak ada niat jahat, tidak ada kesepakatan bersama, dan tidak ada kehendak bersama untuk melakukan kekerasan. Klien kami justru datang untuk memisahkan perkelahian," tegas Salman.
"Apakah membela suami yang terancam kematian itu salah secara hukum? Jadi kalau besok ada kejadian yang sama, apakah harus ditinggal saja atau harus cari-cari polisi dulu? Keburu mati itu suami orang," Sambung Salman.
Ia juga menilai penggunaan Pasal 170 ayat (1) KUHP dalam perkara ini tidak tepat, karena pasal tersebut mensyaratkan adanya kesatuan kehendak (nauwe samenwerking) dan kesengajaan bersama untuk melakukan kekerasan secara terang-terangan.
Sementara dalam fakta peristiwa yang terjadi, kata dia, keributan bermula dari insiden individual antara Jonni Erdinal dan Isqi Naldy Simatupang yang kemudian berkembang secara spontan tanpa adanya kesepakatan atau perencanaan bersama.
"Pasal 170 KUHP bukan sekadar banyak orang berada di lokasi kejadian. Harus ada kesepakatan sejak awal untuk melakukan kekerasan. Dalam perkara ini tidak pernah dijelaskan kapan kehendak bersama itu terbentuk," ujarnya.
Karena itu, pihaknya menilai unsur "tenaga bersama" sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP tidak terpenuhi secara utuh dalam dakwaan.
Sementara itu, agenda persidangan selanjutnya dijadwalkan pada Kamis, 12 Maret 2026 dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan dari pihak terdakwa.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media juga telah mencoba mengkonfirmasi dengan menyambangi pihak Kejaksaan Negeri Sibolga, Selasa (10/3/2026) baik kepada Kasi Pidum, Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun Kasi Intel terkait penerapan pasal dalam perkara tersebut. Namun konfirmasi tersebut belum memperoleh penjelasan karena para pejabat terkait sedang berada di luar kantor. (MN)
Medan, asatupro.com Teknologi greeding tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mySAP365 yang diusung oleh PT Lembaga Aplikasi Teknologi (LAT
Perkebunan
Sah, Pengurus DPC GMNI Jakarta Timur Periode 20252027 Resmi Dilantik
Nasional
Padangsidimpuan, Asatupro.com Ketua Fraksi PDIP, Muhammad Fajar Dalimunthe bersama Wakil Ketua DPRD, Hj. Taty Ariany Tambunan, kompak ber
Daerah
FEBRIE ADRIANSYAH Resmi Mundur Dari Kursi JAMPIDSUS! Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri, Kejagung Sebut Demi Jaga Integritas Penegakan Huku
Nasional
Presiden Prabowo Jangan Ada "Maling" di Program Makan Bergizi Gratis! Pengawasan Harus Tegas, Bersih, & Tak Boleh Membebani Mitra SPPG
Nasional
Ketua Umum DPP HBB Apresiasi Polda Sumut Tangkap Terduga Penghina Suku Batak, Serukan Hentikan Ujaran Kebencian
Hukrim
"Anda Jaksa? Pakai Bintang Juga, Kau Milik Rakyat!" Prabowo Ingatkan Aparat Negara Jabatan Adalah Amanah, Bukan Kekuasaan
Nasional
Dugaan Penggelapan Senilai 3,4 Miliar di Yayasan Yapensa, Ketua Pembina Minta Poldasu Panggil Terlapor
Hukrim
Komitmen Dukung Program Pemkab Dairi, Pengurus F.SPTI Siempat Nempu Pilih Kerja Nyata di Tengah Masyarakat
Daerah
PT Pelindo Terminal Petikemas Tambah Alat Bongkar Muat di PMT Terminal Belawan
Medan