Kebakaran Hanguskan 7 Rumah di Desa Lau Kersik Gunung Sitember, 9 KK Terdampak
Kebakaran Hanguskan 7 Rumah di Desa Lau Kersik Gunung Sitember, 9 KK Terdampak
Peristiwa
Medan,asatupro.com-Di balik janji manis bekerja sebagai asisten rumah tangga di Malaysia, terselip jebakan perdagangan manusia penjerat perempuan-perempuan dari pedesaan. Kasus ini menimpa Siti Diana Megawati alias Mega, seorang ibu rumah tangga berusia 43 tahun asal Dusun V PJKA, Desa Gohor Lama, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Kini, Mega harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan vonis delapan tahun penjara dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.
Putusan itu dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Evelyne Napitupulu di ruang sidang Cakra 5, Kamis (23/10/2025) sore. Hakim menyatakan Mega terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perdagangan orang, sebagaimana diatur dalam Pasal 4 jo Pasal 10 Undang Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Siti Diana Megawati alias Mega dengan pidana penjara selama delapan tahun serta denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan," ujar Evelyne saat membacakan amar putusan.
Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Achmad Yudha Prasetyo dari Kejaksaan Negeri Belawan, menuntut sembilan tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan kurungan. Jaksa juga menuntut Mega membayar restitusi senilai Rp1,4 juta kepada dua korban pernah direkrutnya.
Baca Juga:
Modus Halus Berkedok Penyaluran Kerja
Dari hasil penyelidikan dan fakta persidangan, Mega diketahui merekrut perempuan-perempuan dari daerah Langkat dan sekitarnya dengan iming-iming pekerjaan legal sebagai asisten rumah tangga (ART) di Malaysia. Ia menjanjikan gaji tinggi, penginapan, serta biaya keberangkatan ditanggung penuh.
Namun saat hendak memberangkatkan tiga calon pekerja pada Senin (3/3/2025), Mega ditangkap petugas dari Polda Sumatera Utara di Jalan Juanda, Medan. Dia tumpangi mobil bersama para korban dihentikan sebelum mencapai Pelabuhan Dumai, titik keberangkatan menuju Malaysia melalui jalur laut.
Baca Juga:
Dalam penyidikan, terungkap bahwa Mega telah berhasil memberangkatkan satu korban lebih dulu pada Februari 2025, sebelum akhirnya aksinya terbongkar. Dugaan kuat, Mega berperan sebagai penghubung lokal dalam jaringan perekrutan tenaga kerja ilegal lintas negara.
Vonis dan Dampak Sosial
Majelis hakim menilai, perbuatan Mega telah menimbulkan keresahan dan memperburuk citra tenaga kerja Indonesia di luar negeri. "Keadaan memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan warga. Keadaan meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan belum pernah dihukum," ucap hakim Evelyne dalam sidang.
Vonis ini menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan masyarakat agar lebih waspada terhadap praktik jalur perekrutan kerja tidak resmi. Fenomena TPPO dengan modus penyaluran ART ke luar negeri masih marak di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, karena tingginya minat warga mencari penghidupan di negara tetangga.
Refleksi: Harapan Menyesatkan
Kasus Mega bukan sekadar kisah hukum, tetapi juga cerminan rapuhnya perlindungan sosial dan ekonomi perempuan di daerah. Di tengah sempitnya lapangan kerja dan janji gaji besar di luar negeri, banyak akhirnya terjebak dalam jaringan perdagangan orang.
Kini, Mega menjalani hukumannya di balik jeruji, sementara para korban berjuang memulihkan hidup pernah diguncang janji palsu tentang pekerjaan layak di negeri jiran. (Indira Krista Ryanka Br Sembiring)
Kebakaran Hanguskan 7 Rumah di Desa Lau Kersik Gunung Sitember, 9 KK Terdampak
Peristiwa
Eko Afrianta Sitepu Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Amalkan Nilai Pancasila
Politik
Wakil Bupati Dairi Hadiri Fun Run SPARKO Dairi 2026, Dorong Masyarakat Hidup Sehat dan Aktif
Olahraga
Rapat Ke2 SEKBER FAHMI Perkuat Sinergi Advokat dan Media, Siap Bentuk Tim Ahli Hingga Pengembangan Aplikasi
Medan
KPKMRI Perkuat Pendampingan Hukum, Biro Hukum Tegaskan Hak Togu Ambarita dan Mariduk Pasaribu Wajib Dilindungi
Peristiwa
Bantah Tuduhan Video Viral, Anggota DPRD Medan EAS Tegaskan Peristiwa Lama dan Bukan Vape Narkotika
Peristiwa
Kemdiktisaintek Hadir di Desa, Undhira dan STB Runata Dorong Hilirisasi Pangan Lokal di Bedulu Gianyar
Pendidikan
Satupena.co.id Tetapkan HUT Ke4 Digelar 22 Agustus 2026 di Aceh Tengah
Daerah
Cipayung Plus Sumut Gelar Rapat Rakyat Melawan Narkoba, Libatkan 500 Mahasiswa dan Pelajar
Nasional
SEKBER FAHMI Soroti Kejanggalan Kematian Winda Lorenza Gowasa, Dorong Polrestabes Medan Lebih Terbuka
Hukrim