Sabtu, 10 Oktober 2026
HUT TNI KE 81

Unjuk Rasa AKTA Desak Kejati Sumut Periksa Oknum Jaksa ā€œJā€ Diduga Langgar Etik, Dekat Dengan Bos Mebiler Yang Sempat Terserat Kasus DAK Disdik Sumut

Redaksi - Rabu, 15 Oktober 2025 22:15 WIB
Unjuk Rasa AKTA Desak Kejati Sumut Periksa Oknum Jaksa “J” Diduga Langgar Etik, Dekat  Dengan Bos Mebiler Yang Sempat Terserat Kasus DAK Disdik Sumut
Puluhan Massa Yang Tergabung Dalam Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu siang (15/10/2025).

Medan,asatupro.com-Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menggeruduk Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Rabu siang (15/10/2025).

Mereka menuntut Kepala Kejatisu, Harli Siregar, segera memeriksa dan mencopot oknum jaksa berinisial "J" yang diduga kuat menyalahgunakan jabatan dan lmelanggar etik.

Dalam orasinya, massa menuding jaksa "J" memiliki kedekatan mencurigakan dengan Abdul Rohim Harahap, bos Mobiler yang pernah menjadi incaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Sumut senilai Rp176 miliar.

"Jaksa ini bukan lagi menegakkan hukum, tapi diduga justru bermain di dalamnya! Bagaimana mungkin seorang penegak hukum bisa mengawal pernikahan orang yang pernah diperiksa KPK?" teriak Koordinator AKTA, Rizki Wira Pranata dalam orasinya di depan gerbang Kejatisu.

Baca Juga:

Keberadaan jaksa "J" dalam lingkaran kasus besar itu menimbulkan konflik kepentingan dan mencederai integritas lembaga kejaksaan. Mereka juga menuding jaksa tersebut turut mengawal prosesi pernikahan Abdul Rohim, yang kala itu tengah menjadi sorotan publik terkait kasus korupsi DAK.

"Seorang penegak hukum seharusnya menjaga integritas, bukan justru bergaul akrab dengan pihak yang pernah diperiksa lembaga antirasuah," teriak salah satu orator dalam aksi itu.

Massa juga membawa sejumlah spanduk bertuliskan "Bersihkan Kejatisu dari Jaksa Bermain Kasus!" dan "Tegakkan Etika, Jangan Tutup Mata!".

Baca Juga:

Menurut AKTA, tindakan jaksa "J" bukan hanya mencederai marwah kejaksaan, tetapi juga menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

"Kami tidak akan diam. Kalau Kejatisu tidak segera memeriksa dan menonaktifkan jaksa ini, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar," tegas Wira.

Aksi berlangsung tertib dengan pengamanan ketat aparat kepolisian.

SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pernah Apresiasi Kejari Medan, Kini Bobby Soroti Oknum Jaksa, Sutrisno: Jangan Lupa Sejarah
KPK Kembali Tetapkan 8 Tersangka, Sutrisno Pangaribuan: Siapa “Sutradara” di Balik Kasus Jalan BBPJN Sumut?
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban: Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Bobby Sihite Sampaikan Ucapan Selamat dan Sukses atas Amanah Baru AKBP Marganda Aritonang dan AKBP Sah Udur Sitinjak
Tak Sekadar Hadir, Arya Sandhiyuda Juga Salurkan Bantuan PalmCo untuk KPKS Kesepakatan
HM Nezar Djoeli Minta KPK Kedepankan Fakta Hukum, Hindari Opini yang Berpotensi Membunuh Karakter Menhut Raja Juli Antoni
komentar
beritaTerbaru