Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Medan,asatupro.com-Gang sempit di kawasan Medan Area itu tampak biasa saja siang itu. Lalu lalang warga, deru kendaraan dan hiruk-pikuk pasar kecil tak menyisakan tanda apa pun tentang aktivitas gelap yang berlangsung di baliknya. Namun di balik tenangnya lingkungan itu, dua wanita kakak beradik justru menjalankan bisnis berbahayanya yaitu mengedarkan sabu.
Tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan telah lama mencium adanya peredaran sabu skala kecil di kawasan tersebut. Informasi awal datang dari warga yang resah melihat aktivitas mencurigakan di sekitar Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area. Dari situlah penyelidikan dimulai diam-diam, dengan cara klasik, penyamaran sebagai pembeli atau undercover buy.
Selasa (7/10/2025), jebakan itu akhirnya dipasang. Petugas yang menyamar memesan sabu seharga Rp70 ribu dari seorang perempuan muda berinisial FK (19). Transaksi dilakukan tak jauh dari rumahnya di Jalan AR Hakim, Gang Melati. Begitu paket kecil berisi serbuk kristal itu berpindah tangan, satuan narkoba langsung bergerak cepat. FK ditangkap di tempat, sementara sang kakak, TP (27), yang juga berada di lokasi, ikut diamankan.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua paket sabu seberat 0,07 gram dan 0,61 gram dari tangan FK. Sementara dari TP, disita uang tunai Rp80 ribu, yang diduga hasil penjualan sabu kepada pembeli sebelumnya.
Baca Juga:
"Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan undercover, kedua pelaku berhasil kami amankan saat melakukan transaksi," ujar AKBP Thommy Aruan, Kasat Narkoba Polrestabes Medan.
Dalam pemeriksaan, FK mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari seorang pria berinisial H, yang tinggal di Jalan Denai, Gang Jati II, Medan. Pria inilah yang diduga menjadi pemasok utama barang haram kepada kedua wanita tersebut. TP, sang kakak, berperan sebagai pengelola uang hasil penjualan sekaligus membantu memasarkan barang pesanan.
Polisi mendapati peran keduanya cukup terstruktur, FK sebagai kurir dan eksekutor transaksi, sedangkan TP sebagai pengatur hasil penjualan dan penjaga koneksi ke pemasok. Keduanya kini mendekam di tahanan dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.
Baca Juga:
Meski kasus ini tampak sederhana, penyidik menduga ada rantai peredaran mikro yang lebih luas di wilayah Medan Area, sebuah jaringan kecil yang memanfaatkan hubungan keluarga dan lingkungan permukiman padat untuk menyamarkan aktivitas narkotika.
Sementara itu, polisi masih melakukan pengembangan untuk memburu pria berinisial H, sang pemasok sabu yang menjadi kunci dalam mengurai jejaring gelap ini. (Lentini Krisna Prananta Sembiring, SE)
Teknologi Undhira Pangkas Waktu Produksi Kentang Mustofa dari 45 Menit Jadi 5 Menit
Pendidikan
Padangsidimpuan, Asatupro.com Sidang Paripurna DPRD Kota Padangsidimpuan mendadak memanas usai Wali Kota membacakan pengantar Rancangan
Daerah
BUPATI DAIRI DI RPP PEMUDA PANCASILA, JAUHI JUDI ONLINE DAN NARKOBA, JADI PELOPOR DI TENGAH MASYARAKAT
Daerah
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Peristiwa
HARIMAU SUMATERA MUNCUL DI KUTA SAGA, CAMAT KERAJAAN BERSAMA BKSDA, TNI/POLRI PASANG KAMERA TRAP DAN SIAGA JAGA WARGA
Peristiwa
Ratusan Media Siber Sumut Siap Bergabung di SMSI
Nasional
Medan, asatupro.com Lebih 4.000 ton beras dari Provinsi Jawa Timur (Jatim) dikirim ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan diterima oleh p
Nusantara
Tambang Dolomit PT Teratai Jaya Stone di Desa Pamah Diduga Ilegal, 4 Alat Berat Tetap Beroperasi, Warga Menjerit Hirup Debu dan Jalan Desa H
Daerah
Sambut HUT ke81 TNI, Kodim 0208/Asahan dan Polsek Talawi Gelar Bazar Murah di Batu Bara
Daerah
Bupati Dairi Vickner Sinaga Terima Audiensi DPC PIKI, Dukung Penuh Pelantikan dan Seminar UMKM 27 Oktober 2026
Daerah