Jumat, 25 September 2026
HUT INDONESIA KE 81

KADIN Sumut: Hilirisasi dan Investasi Jadi Kunci Percepatan Ekonomi 2027

Hendrik Hutabarat - Jumat, 25 September 2026 16:14 WIB
KADIN Sumut: Hilirisasi dan Investasi Jadi Kunci Percepatan Ekonomi 2027
Dok. Kadin Sumut
Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, menyampaikan sejumlah pesan agar proses pembangunan di Sumut bisa merata dan maju.
Medan, asatupro.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara (Sumut) mendorong percepatan hilirisasi komoditas dan peningkatan investasi sebagai bagian dari strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2027.

Ketua Umum KADIN Sumut, Firsal Dida Mutyara, mengatakan Sumut memiliki modal ekonomi yang besar, mulai dari perkebunan sawit, karet, kopi dan hortikultura hingga kawasan industri, pelabuhan, bandara, jaringan jalan tol dan destinasi pariwisata.

Namun, menurut Dida, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi nilai tambah dan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Sumut.

Hal itu disampaikan Dida dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) KADIN Sumut 2026 di Adimulia Hotel Medan, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga:

"Rapimprov bukan sekadar agenda organisasi. Ini adalah forum untuk menyatukan langkah dunia usaha dari 33 kabupaten dan kota, agar kita tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi menjadi penggeraknya," kata Dida.

Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata
Dida menyebut pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan II 2026 mencapai sekitar 5,06 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,98 persen.

Meski mengalami peningkatan, ia menilai pertumbuhan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan dan pemerataan pembangunan antardaerah.

Baca Juga:

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di kawasan Mebidangro dan Pantai Timur. Sementara itu, sejumlah wilayah Pantai Barat, Tapanuli dan Kepulauan Nias masih menghadapi persoalan infrastruktur, konektivitas dan akses pasar.

Persoalan lain yang disoroti adalah ketergantungan sejumlah daerah terhadap komoditas mentah.




Ketika harga sawit dan karet mengalami tekanan, kata Dida, dampaknya dapat langsung dirasakan terhadap daya beli masyarakat.


Di sisi lain, produktivitas perkebunan rakyat masih perlu ditingkatkan dan proses hilirisasi belum sepenuhnya menjangkau tingkat daerah.

Lima Agenda Ekonomi KADIN
Menghadapi berbagai persoalan tersebut, KADIN Sumut menawarkan lima agenda bersama untuk menyongsong 2027.


Agenda pertama adalah hilirisasi berbasis daerah.
Dida mendorong setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu komoditas unggulan yang dapat diolah di daerah masing-masing.


Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas seperti kopi, kakao, hortikultura, perikanan maupun turunan sawit tidak seluruhnya keluar dari Sumut.


Agenda kedua adalah investasi berbasis kemitraan.
KADIN Sumut akan mendorong perannya sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan investor, termasuk melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha, optimalisasi BUMD serta penyusunan daftar proyek yang siap ditawarkan kepada investor.

Ketiga, memperluas pembiayaan produktif di daerah.
KADIN mendorong sinergi dengan sektor perbankan untuk memperluas akses kredit produktif, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan rantai pasok bagi UMKM serta petani.

Keempat, memperkuat konektivitas dan logistik.
Dida menekankan agar keberadaan Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei dan jaringan Tol Trans Sumatera tidak hanya menjadi infrastruktur yang berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan sentra produksi di berbagai daerah.

Kelima, penguatan SDM dan kewirausahaan.
KADIN kabupaten/kota didorong menjadi pusat pembinaan pengusaha muda, pengembangan vokasi dan digitalisasi usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Minta KADIN Daerah Lebih Aktif
Dida juga meminta seluruh jajaran KADIN kabupaten/kota melakukan pemetaan potensi dan persoalan ekonomi di wilayah masing-masing.




Menurut dia, KADIN daerah perlu membangun komunikasi yang lebih intensif dengan bupati dan wali kota agar dunia usaha dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan.


"Kita hadirkan KADIN sebagai mitra strategis pemerintah daerah, bukan sekadar pelengkap seremonial," tegasnya.

Kepada pemerintah daerah, Dida menyampaikan bahwa dunia usaha Sumatera Utara siap bekerja sama. Namun, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi, kemudahan perizinan dan ruang dialog yang terbuka.

"Jika pemerintah dan dunia usaha berjalan seiring, saya yakin Sumatera Utara mampu tumbuh di atas rata-rata nasional pada tahun 2027," katanya.

Dida menegaskan pembangunan ekonomi Sumatera Utara tidak dapat dilakukan secara parsial. Kemajuan satu kawasan, menurutnya, harus berjalan bersama dengan kemajuan wilayah lainnya.

"Medan tidak akan maju jika Nias tertinggal. Pantai Timur tidak akan kokoh jika Pantai Barat rapuh. Kemajuan kita adalah kemajuan bersama," ujar Dida.

Rapimprov KADIN Sumatera Utara 2026 kemudian diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang konkret dan terukur, yang selanjutnya dapat dikawal bersama oleh dunia usaha dan pemerintah daerah.

Sumber
:
Editor
: Hendrik Hutabarat
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketimpangan Dua Kawasan Disorot KADIN Sumut, Minta Pemprov Lakukan Ini
RESES DI BINTANG HULU SIDIKALANG, ALFRIANSYAH UJUNG INGATKAN WARGA JAUHI JUDOL, SERAP KELUHAN PUPUK HINGGA JALAN SEKOLAH RUSAK
SHM Diduga Terbit di Atas HGU Aktif, Kejatisu Terkesan Lamban: Formapera Siap Turun Aksi dan Bawa ke Kejagung
Lebih 4.000 Ton Beras dari Jatim Dikirim ke Sumut
Sambut HUT ke-81 TNI, Kodim 0208/Asahan dan Polsek Talawi Gelar Bazar Murah di Batu Bara
Apresiasi Mengalir Deras, Gabungan Ormas dan Tokoh Masyarakat Puji Gercep Polres Tanjungbalai Ungkap Bandar Narkoba Vape jaringan Internasional
komentar
beritaTerbaru